Jumat, 09 Maret 2018

Selamat Hari Musik Nasional !


SELAMATHARIAIR.COM - Selamat Hari Musik Nasional ! Selamat untuk temen-temen yang hingga saat ini masih konsisten dan eksis di per-musikan lokal maupun nasional. Ngomongin perihal musik, di zaman seperti sekarang ini, kita sepertinya tak pernah absen dengan yang namanya musik, coba bayangkan saja ketika tidur kita pasang alarm yang di situ menggunakan musik, kemudian setelah bangun kita mau mandi atau bahkan sambil mandi saja masih mendengarkan musik, playlist andalan kita yang seolah menjadi soundtrack hidup. Oke fine, musik memang tak bisa dipisahkan dengan kehidupan kawula muda zaman sekarang, lantas bagaimana dengan apresiasi terhadap musik itu sendiri ?


sumber gambar : http://btmediagroup.com

Mengapa Hari Musik Nasional Jatuh Pada Tanggal 9 Maret ?


Menurut beberapa sumber yang saya baca, salah satunya ada di kapanlagi.com , Hari Musik Nasional jatuh pada tanggal 9 Maret karena pada tanggal tersebut lahir seorang bernama WR Supreatman, yaitu pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sehingga pemerintah Indonesia memberi apresiasi kepada beliau dengan menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional.

APRESIASI ?


Bicara soal apresiasi, saat ini tegolong susah, itu sih dari sudut pandang saya sendiri lho, dimana perihal apresiasi seseorang terhadap karya atau penampilan band kini sepertinya meredup. Contoh nyata adalah penjualan rilisan fisik yang hingga saat ini sangat sulit, terutama untuk band-band lokal di daerah yang masih dalam proses merangkak. Di lingkup sesama pelaku musik saja masih sangat sulit yang namanya mengapresiasi, misal band A baru saja rilis album ABC kemudian band B ga mau beli, kemudian beberapa waktu kemudian band B rilis album BCD dan band A merasa tidak diapresiasi maka juga tidak membeli album milik band B tersebut. Ini pun berlaku tak hanya ketika rilis album, apresiasi nonton perform band pun berlaku seperti kondisi saat band rilis album.

Walaupun tidak 100% seperti itu, hanya saja sering kali menemui beberapa oknum yang masih menganggap band lain adalah pesaing, yang tidak perlu di apresiasi, walaupun secara tersirat tanpa mereka ungkapkan, tapi menurut ke-sok-tahu-an saya demikian.


Baca juga tulisan Mas Memet RSGKL tentang apresiasi musik dari sudut pandang beliau :

Kehidupan Orang-orang Balik Layar


Sekarang sedikit melebar tentang orang-orang yang ada dibalik layar, dibalik band-band besar, dibalik musisi keren dan terkenal, masih ada saja orang dibalik layar yang masih belum dimanusiakan secara layak. Oke sedikit sarkas, terutama di daerah, seolah crew band dianggap bawahan, dianggap pembantu yang harus ready dan standby untuk bantuin player band, beda banget ketika dibandingkan dengan band-band profesional yang sudah bisa mengapresiasi crew bukan lagi sebagai pembantu tapi sudah menjadi bagian dari band yang patut diapresiasi dan dimanusiakan bahkan kesejahteraan nya pun terjamin. Pengalaman pribadi pernah bantu nge-crew merhandise dan nge-crew jadi tim dokumentasi bisa di apresiasi, hingga kesejahteraannya pun terjamin, heheheee.

Sekarang logikanya begini, ketika band A manggung di acara kemudian sukses dan lancar berkat bantuan crew, maka tetap saja yang disanjung ya band itu sendiri, sangat jarang ada yang bilang "wah ini keren aksi panggungnya, ini crew band'nya pasti yahud" sangatlah jarang, lalu pertanyaan adalah "apa yang perlu diberikan band untuk orang-orang dibalik layar yang membantunya? " ini yang perlu kita cari jawabannya bersama-sama.


Apresiasi terhadap orang-orang di belakang layar tidak selamanya dengan materi / uang , memanusiakan manusianya itu yang perlu dan penting, ketika memang tidak atau belum bisa mengapresiasi dan belum bisa memberi apapun ke orang-orang yang ada dibalik layar, kenapa kalian harus memaksakan band untuk punya crew, untuk punya manajer, untuk punya stage manager, untuk punya soundman ? Band yang sudah sampai tahap punya manajemen seharusnya memang band yang sudah waktunya membutuhkan, bukan dibuat hanya untuk formalitas untuk meningkatkan "ke-keren-an" semata.


Sepertinya cukup sampai di sini tulisan tentang Hari Musik Nasional, semoga temen-temen band tetep semangat berproses, tetep semangat berkarya dan tentunya semoga semakin bangga membawakan musik / karya sendiri !

Rabu, 21 Februari 2018

Sial! Kenapa Baru Denger Wake Up Iris!

SELAMATHARIAIR.COM - Awal cerita dimulai dari saya sedang di kampung halaman, Banjarnegara. Dimulai dari saya siap bergegas meluncur ke kontrakan Jogja kemudian mampir ke salah satu tempat recording di Banjarnegara untuk COD-an CD Album band Banjarnegara yang belum lama ini rilis, namanya ARVAROCK. Oke, cerita perjalanan ke Jogja tak perlu saya tuliskan, langsung saja skip, langsung  ke acara Folk Tunggang Gunung #9 yang bertempat di Gg. Ramawijaya, Sembungan RT 3 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, nama ruang yang dijadikan acara ini adalah "Ruang Gulma". Sudah beberapa kali lihat ada acara di Ruang Gulma, namun ini baru pertama kali saya menginjakkan kaki ke Ruang Gulma, tanpa tersesat karena kini Google Maps semakin ciamik untuk memberi petunjuk arah.

Pertama kali buka map, cari Ruang Gulma, akhirnya ketemu, sambil buka sambil ngomong "lah di daerah kasongan to ? lah ini ya ga terlalu jauh dari  Froghouse tempat mas Malve dan Mas Ipin" ungkapku pada Gagah yang berangkat bareng ke Ruang Gulma untuk liat Folk Tunggang Gunung #9 , lebih tepatnya Gagah ini pengin dateng buat support Mba Ara Mutiara dari Gazebu UMP, tempat dia berproses dulu ketika di Purwokerto.

Gas meluncur ke Ruang Gulma, akhirnya sampai dan disuguhkan dengan suasana pedesaan yang masih sejuk dan nyaman. Pas sampai kok ya pas banget Mba Ara sedang perform, masih bisa nonton sekitar 2 track sebelum akhirnya usai penampilannya.  

Mba Ara sedang berdendang na na na na na na na na.......
Ketika di acara musik seperti ini, di ruang-ruang kreatif, di artspace yang jauh dari hingar bingar barikada, sound ribuan watt dan minimalist atau tak terlalu crowded, ini adalah kesempatan untuk bisa benar-benar menikmati musik dan menikmati lingkungan sekitar, itu versi-ku pribadi sih, ga usah dijadiin patokan atau sampai dijadiin quote / caption yak.

Ketika Wake Up Iris! sedang prepare buat show di gelaran ini, saya mlipir ke warung buat beli air mineral, maklum anak cupu yang tidak tertarik dengan minuman beralkohol jadi ya mlipir nyari air mineral sendiri biar tetep enjoy.

Gang sebelah warung, suasana di sini adem banget
Balik ke Ruang Gulma lagi pas Wake Up Iris! sudah mulai genjrang genjreng, ini adalah pertama kali saya mendengar musik dan nonton mereka. "Wake Up Iris! enak iki lho mas, mung wong loro tapi bisa enak banget" ungkap Gagah berbisik lirih ditengah kerumunan penonton berbaju hitam. Satu hal yang entah ini hanya terjadi di skema musik independent atau dimanapun ya, tiap acara musik / seni kok hampir 90% penonton menggunakan kaos / jaket hitam ( 90% itu bukan dari hasil riset, cuma perkiraanku saja, jangan jadi sumber yak, apalagi masuk daftar pustaka skripsi-mu, jangan ! ).

Pertama kali denger Wake Up Iris! langsung jatuh cinta dengan musik dan aksi panggungnya, mengamati dan menikmati dari awal hingga akhir sembari masih tetap kagum dengan event-event kolektif di Jogja, selalu dalam hati bertanya "kalau di buat di Banjarnegara gimana ya ? seru kayaknya lhoooo".

Wake Up Iris! on duty
Di beberapa part musiknya Wake Up Iris! saya membayangkan video klip Sigur Ros "Ekki múkk" yang belum lama ini saya pelajari gegara mau proses bikin video klip "Meadow of Heaven" Gardenia ( band Banjarnegara ). Nah pas lagi bayangin musiknya Sigur Ros, eh salah satu dari kerumunan pun ada yang nyletuk "wih Sigur Ros!", loh loh loh, jebul ndak cuma saya yang bayangin di salah satu track yang dibawakan Wake Up Iris! nuansanya mirip banget Sigur Ros, kok ya pas ya ?

Wake Up Iris! hampir orgasme dengan musiknya ! menjelang akhir penampilan mereka
Oke Fix ! kali ini saya jatuh cinta dengan Wake Up Iris! 
Setelah nonton dan merasa puas dengan musik yang mereka bawakan, siap-siap incar CD Albumnya, menjelang break acara saya sudah gelisah pengin beli CD-nya tapi tunggu dulu, tunggu Wake Up Iris! selesai dulu, kesempatan nonton live mereka bisa dibilang jarang lhooooo, karena mereka dari Malang, jadi mungkin agak jarang ke Jogja.

Finnaly ! CD Album AUREOLE karya Wake Up Iris! terbeli sudah, ah sial ! jajan sembarangan lagi padahal dari kontrakan sudah prepare walkman mau beli kaset pita di Pasar Niten, penginnya belanja kaset pita dulu yang agak low budget, tapi racun-nya Wake Up Iris! lebih manjur bikin saya keracunan untuk beli beli dan beli ! 

Pas liat rilisan fisik seolah dengar kakek tua berbisik :

Di masa kau terlahir, orang-orang dengan hidup sempurna tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi, bercahaya dan bersuara, menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara yang pada akhirnya tersimpulkan, beli beli beli beli beli dan beli.
Jika tidak mampu mengikutinya, maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina.
Kau terlahir, di masa maha, beli. *Pinjem lirik-nya Mas Farid ( FSTVLST ).

BELI ! BELI ! BELI !!!


Isi Album AUREOLE - Wake Up Iris!

Salah satu yang menyenangkan ketika koleksi rilisan fisik adalah mengamati dan punya banyak referensi seputar packaging, masing-masing band punya karakter packaging yang menurut saya bisa dibilang menjadi tolak ukur keseriusan mereka dalam mendistribusikan karya. Pendistribusian tersebut merepresentasikan pemikiran band / solois tersebut.

Yang menarik dari Album AUREOLE milik Wake Up Iris! ini adalah teks lirik lagu tidak tertulis dalam kertas yang dilampirkan di dalamnya, lirik dari tiap lagu-nya bisa dicek di official website mereka wakeupiris.com dengan cara kita scan barcode yang sudah dikemas menjadi sticker kecil. Ini sungguh memanfaatkan teknologi dalam pengkaryaan, nice !








Menarik sekali ketika pembeli / pendengar / pemilik album ini bisa ada interaksi dengan cara sederhana, scan barcode ! sungguh interaktif dan inspiratif, seperti pernah saya alami ketika nonton pameran ( lupa kapan dan event apa ) untuk bisa lihat map harus scan barcode dulu, interaktif !!!

Cukup sekian tulisan sederhana saya, semoga jumpa lagi di hari baik lainnya dengan Wake Up Iris! para pegiat musik dimanapun berada, semoga tetap guyub rukun dan tetap menyebarkan semangat baik ! Selamat menjalankan ibadah tour untuk Wake Up Iris! Semoga diberi kemudahan, diberi banyak cerita untuk diolah & dikemas menjadi album selanjutnya.

flayer yang mengantarku mendengarkan Wake Up Iris!-


Jumat, 16 Februari 2018

Sedang ada (kampanye) apa di Banjarnegara ?

SELAMATHARIAIR.COM - Banjarnegara, selalu saja dikenal di khalayak ramai dengan bencana alam, itu yang saya rasakan setiap kali ketemu orang baru di luar kota, bagi temen-temen yang sering ke luar kota pasti pernah mengalaminya. Sekitar tahun 2011 masuk kota Jogja, saya sendiri hingga sekarang masih sering mengalami hal tersebut. Kenalan dengan orang baru, nyebutin asal Banjarnegara, respon mereka adalah "Oh Banjarnegara yang kemarin longsor besar itu ya?" atau respon lain adalah "Banjarnegara mana ya ?" nah respon kedua ini biasanya saya balik dengan pertanyaan "kamu tahu Dieng atau pernah ke Dieng ?" nah itu sebagian wilayahnya masuk Banjarnegara.  

Sedikit kegelisahan tersebut akhirnya dialami beberapa teman lain, kemudian beberapa hari lalu dapet kabar kalau di Kabupaten Banjarnegara sudah ada Genmile, semacam GenPI yang di sini semoga berperan aktif mengabarkan bahwa Banjarnegara itu benar-benar "ADA" dan Banjarnegara bisa dikenal lewat hal-hal positif seperti prestasi Crish John, pelantun balada Ebiet G. Ade, animator dari SMK N 2 Bawang yang bisa tembus ke channel CGBross, dan masih banyak lainnya info tentang Banjarnegara yang belum sempat terpublish.

Baca Juga :
Nah dengan judul "Sedang ada apa di Banjarnegara" dalam tulisan saya ini, ada sebuah acara di Banjarnegara bertajuk "Banjarnegara Youth Creativity Center" yaitu sebuah gelaran pameran UMKM, pameran komunitas, lomba blog, loba fotografi dan lain sebagainya. Gelaran ini berlangsung mulai 14 Februari 2018 hingga 17 Februari 2018. 

2 kali saya berkunjung ke acara Wing Craft tersebut, tak banyak mengambil stock gambar karena saking menikmatinya jalan dari stand satu ke stand lain, menyambangi beberapa kawan yang juga ikut buka lapak di gelaran Wing Craft ini.

kuliner Banjarnegara, lokasi gelaran Wing Craft Expo


situasi di dalam Kuliner Banjarnegara saat Wing Craft Expo berlangsung

Oke, di tulisan kali ini saya tidak berharap banyak menang, karena lihat beberapa tulisan di blog lain, tulisan mereka apik, enak dibaca dan konten'nya lengkap. Akhirnya niatan awal yang penuh semangat menggebu "semoga bisa dapet nomer" akhirnya kandas. Kembali menulis seperti biasa, menulis dengan sudut pandang pribadi saya.

Beberapa hal yang mungkin tak ditemui temen-temen di acara Wing Craft

Dalam gelaran Wing Crat tersebut, mungkin pendatang akan kagum, wah Banjarnegara ramai banget umkm, ramai komunitas dan ramai produk kreatif anak mudanya. Oke baik, sekarang dalam tulisan ini menurut ke-sok-tahu-an saya, masih ada beberapa yang tak masuk dalam gelaran Wing Craft ini, contohnya :

Godong Gedang : yaitu sebuah forum, sebuah wadah yang aktif memutar film-film pendek, bisa dibilang ini adalah bioskop alternatif. Eksistensi dan konsistensinya cukup terjaga, terbukti dengan beberapa gelaran seperti sore menonton yang secara terus menerus digelar. Info tentang Godong Gedang silakan meluncur langsung ke halaman Godonggedang.org .

BDS ( Banjarnegara Drummer Society ) : yaitu wadah untuk para penyuka alat musik drum, eksistensi dan konsistensi mereka pun tak diragukan lagi, tiap tahun mereka menggelar acara bertajuk #Drumuburit , kalau tidak salah sudah berjalan yang ke 6 kainya. Info tentang BDS silakan meluncur ke akun instagram mereka @bnadrumsociety .

BRF ( Banjarnegara Reggae Family ) : yaitu wadah untuk para penikmat musik Reggae di Banjarnegara, BRF sudah berdiri sejak tahun 2009, agenda rutin yang digelar adalah konser musik bertajuk "Banjarnegara Get Up" yang sudah terlaksana hingga 7 kali. Info tentang BRF silakan meluncur ke Blog BRF .

Lantai Dasar : yaitu sebuah wadah beberapa pelaku kegiatan seni rupa yang tergolong unik, mereka tak mau disebut komunitas, mereka juga tak ingin tampak menonjol, lebih banyak menempuh jalur underground kemudian menggelar acara kecil-kecilan secara kolektif yang di dalamnya sering ada diskusi. Info tentang Lantai Dasar silakan meluncur ke akun instagram @LantaiDasar_ .

SIP ( Sekolah Inspirasi Pedalaman ) : yaitu sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, mereka sering terjun ke beberapa sekolah yang bisa dibilang masih dalam katergori "pedalaman" di Banjarnegara. Kegiatan menginspirasi anak-anak, belajar bersama mereka sering dilakukan dengan waktu yang tidak menentu. Info tentang SIP silakan meluncur ke akun instagram @SIPBanjarnegara 

Baca juga :



Beberapa yang saya tuliskan itu masih hanya sebagian dari banyaknya forum, komunitas dan pegiat sosial di Banjarnegara yang belum terpublish, belum banyak dikenal orang baik di luar Banjarnegara bahkan di Banjarnegara sendiri. Semoga di tulisan-tulisan lain, saya bisa menuliskan lebih banyak lagi tentang apa yang ada di Banjarnegara, aamiin. Terima kasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan-tulisan selanjutnya.

*Artikel ini awalnya diikutsertakan pada Blog Competition Wing Craft Expo yang diselenggarakan oleh Indagkop Banjarnegara bekerja sama dengan GenMile Banjarnegara . Namun setelah saya lihat satu foto yang menurut saya agak janggal, akhirnya saya update lagi tulisan ini, saya beri tambahan beberapa tulisan.

salah satu produk kerajinan di Wing Craft Expo


Kuliner Banjarnegara


Tambahan Tulisan !!!


Niat awal submit blog ke blog competition ini karena diajak Bu Idah ( idahceris.com ) buat meramaikan acara blog competition. Dari awal memang sudah kurang tertarik dengan acara Wing Craft ini, bukan bermaksud menjelek-jelek-an atau tidak support dengan pergerakan yang ada di Banjarnegara. Secara pribadi saya mendukung penuh setiap kegiatan di Banjarnegara terutama yang melibatkan anak muda, namun dengan catatan : Tidak Ada Kepentingan Politik !!! 

Nah setelah blog competition telah usai dan sudah ada pemenang nomor satu hingga tiga, kini saya menambah beberapa tulisan, tulisan bentuk kekecewaan saya. Sebelumnya, kenapa saya tetap menulis dan submit blog competition ini adalah karena tidak enak sudah meng-iya-kan ikut, kemudian yang ke dua karena sudah submit data peserta sebelum acara Wing Craft Expo dimulai, jadi semacam pertanggungjawaban saya sudah submit ya harus ikut nulis dan submit link artikel.

Setelah itu kekecewaan muncul ketika hari ke dua dateng ke gelaran ini, saya baru sadar bahwa di banner depan (photo booth) ada gambar ini.



ini spot di dekat pintu masuk acara Wing Craft Expo

Dalam benak saya bertanya "Siapakah Djeng Lasmi? kok bisa fotonya majang di sini". Nah hampir sekitar 5 hari saya menahan diri untuk menganggap ini biasa saja dan bukan masalah. Tapi kemudian menghantui saya dengan adanya akun instagram @lasmiindaryani yang gentayangan di timeline.



acara kemarin berarti disisipi muatan politik ?

Oh sial ! ternyata acara kemarin ada muatan politik ! saya pribadi merasa ini adalah acara yang secara tidak langsung merasa dibohongi. Lah katanya acara pameran UMKM, pameran kreativitas anak muda kok disisipi kampanya !!!

Saya sekedar mengingatkan ke temen-temen, terutama pemuda-pemudi Banjarnegara untuk lebih peka dengan hal-hal seperti ini, memang saya akui Banjarnegara haus akan hiburan, haus akan acara, tapi semoga temen-temen tidak mudah tergiur dengan tawaran acara yang nantinya disisipi muatan politik, muatan kampanye. Terima kasih ! Salam Juang !-

Contact

@Way2themes

Follow Me