Selasa, 04 Desember 2012

Profil band The Doel's Rock 'N Roll dari Jogja


Berawal dari nongrong bareng empat anak muda yang berbeda karakter terbentuklah band yang di berinama The Doel’s, setelah sekian lama bersama, Omet (Vocal), Adi (gitar), Destra (bass), dan Dani (drum) sepakat untuk mempersatukan ide dan pengalaman mereka ke dalam sebuah karya, dengan bermodalkan musikalitas yang mereka miliki. The Doel’s menghasilkan lima karya lagu yang mereka ciptakan yaitu BIDADARI, BAMU KO’ONG ( Kamu bohong), GOYANG + LONCAT, HANYA KAMU, GAK ADA OTAKNYA, mungkin bias dibilang genre yang The Doel’s ambil masuk genre Rock n’ Roll, terlihat dari kelima lagu yang mereka ciptakan. Perjalanan The Doel’s tidak selalu mulus, The Doel’s pun sudah beberapa kali bongkar pasang personil, tetapi The Doel’s  tetap semangat dalam bermusik. Band dengan beranggotakan empat personil  ini memulai kiprahnya di dunia music ini, mencoba merintis karirnya di kota kelahiranya Jogjakarta, alasan mereka mengambil nama The Doel’s di karenakan diambil dari nama ayah dari salah satu personil pemegang Drum (Dani). Dari namanya Ab”doel” Gani, berawal karena iseng member nama Doel ahirnya di kembangkanlah menjadi “The Doel’s”  hingga sekarang mereka berharap dengan nama “The Doel’s” mampu selalu di ingat oleh masyarakat luas.
    Dan alas an mengapa The Doel’s mengambil genre Rock n’ Roll di karenakan penikmat genre Rock n’ Roll di Indonesia makin berkurang. Dan The Doel’s boleh di bilang tidak mengikuti pasaran. The Doel’s mengikuti naluri bermain musik. Dan untuk saat ini The Doel’s masih menimba pengalaman mereka di wilayah Jogja dengan perfom di atas stage, untuk memperkenalkan The Doel’s di kalangan masyarakat mereka mempunyai ciri khas saat perfom, yaitu dengan dandanan kocak dan aksi panggung mereka yang spektakuler, yang mampu membius mata dan telinga para pendengar dan penikat musik Rock n’ Roll. Hingga akhirnya para penikmat musik – musik dari The Doel’s membuat sebuah kelompok yang mereka sebut dengan “DoelsSoulOver” orang – orang pecinta dan penikamat karya – karya dari The Doel’s, di manapun The Doel’s perfom DoelsSoulOver selalu mensuport The Doel’s. Dengan semangat para DoelsSoulOver,  The Doel’s selalu menampilkan perfom yang luar biasa spektakuler. Harapan mereka adalah semakin banyaknya DoelsSoulOver di Jogjakarta, karena DoelsSoulOver dianggap The Doel’s bukanlah komunitas fans tetapi mereka adalah bagian dari The Doel’s, keluarga The Doel’s dan spirit The Doel’s. berkat mereka The Doel’s selalu ada. Dengan keinginan dan tekat The Doel’s ingin berkiprah di belantika musik tanah air, Perkenankan musik The Doel’s dikenal oleh penikmat musik tanah air khususnya Jogjakarta. SALAM ROCK N’ DOEL’S !!!!!



Senin, 09 Juli 2012

Support perkembangan musik tanah air

Menjadi seseorang yang baik di segala bidang memang sulit, itu adalah sebuah tantangan, sebuah ujian dan sebuah perjuangan untuk mendapatkan gelar orang baik. Nah disini saya akan mengajak kepada temen-temen semua terutama temen-temen Reggae di Banjarnegara maupun dimana kalian berada untuk support perkembangan musik. Bukannya mau pamer atau mau unjuk kebolehan, saya ingin bercerita tentang salah satu bentuk support terhadap perkembangan musik di Banjarnegara maupun dimana saja. Ketika menonton event besar seperti event acara IRC di Purawisata, Yogyakarta, Gangstarasta di Banjarnegara, Event #JRCC Purwokerto, dan event Wonosobo Anniversary dan penggalangan dana kemarin, dengan bangga dan dengan yakin untuk membeli tiket (bukan berniat pamer) tapi ini salah satu support terhadap perkembangan musik tanah air. Mungkin terdengar sepele, tetapi ketika banyak orang yang menyadari akan hal tersebut, akan menjadi salah satu hal yang luar biasa, dan saya sangat yakin akan hal tersebut. Hal ini belum bisa saya lakukan secara terus menerus mengingat kondisi keuangan yang masih labil, tetapi akan saya usahakan untuk bisa rutin dan bisa selalu seperti ini. Jadi pesan saya, marilah kita berusaha untuk menghargai musik dan menghargai kreatifitas pemusik serta kerja keras panitia penyelenggara event musik, salah satunya dengan membeli tiket untuk masuk acara.

Rabu, 13 Juni 2012

Sekilas tentang Dreadlocks (Rambut Gimbal)

Dreadlocks atau rambut gimbal kini sudah tidak menjadi hal yang asing di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak musisi-musisi Reggae ataupun non reggae yang mengenakan dreadlocks tersebut sebagai gaya (fashion) ataupun memang sebagai suatu kepercayaan tentang unsur budaya dan spiritual seperti yang di katakan Ras Muhamad RI (salah satu musisi tanah air) yang mengaku dreadlocks yang melekat pada dirinya itu bukan sekedar fashion melainkan sebuah pengaplikasian tentang budaya dan spiritual. Mengenai hal ini, sempat ada obrolan antara Ras Muhamad RI dengan saya melalui jejaring sosial twitter, berikut ini tentang obrolan kami, bisa anda simak :

@ipongdjembe : Masbro, ada banyak pertanyaan dari orang2 tntang rambut gimbal yg dikenakan Ras, kenapa dari dulu jarang dilihatkan seperti sekrng

@RasMuhamadRI: ya krn gimbal/dreadlocksku bukan sebatas fashion... Ada nilai2 budaya & spiritual.
@RasMuhamadRI: dreadlocks yg ak tutup dlm tam atau sorban membentuk bagai sebuah mahkota. Mnandakan "Ras"/Prince.

@ipongdjembe : untuk nilai spiritual yg terkandung di dalamnya bisa disebutkan salah satunya ? mengapa dan bagaimana yg Ras rasakan ?

@RasMuhamadRI: Samson sbnarnya dreadloks yg mengabdi kepada Tuhan
@RasMuhamadRI: di dalam Rastafari, Samson bagian dari suku Dan. Suku dan itu bulan oktober sesuai dengan bulan lahirku

@ipongdjembe : kalau tidak salah pernah baca di internet tentang larangan memotong rambut dalam Rastafari ? Benarkah ?
@ipongdjembe : jika di tinjau dari unsur spiritual, bisa kasih sedikit argument tentang Dreadlocks anak2 dataran tinggi Dieng ?

@RasMuhamadRI: ya tentunya anak2 dieng dreadloksnya tumbuh secara alami bukan sembarangan. Mereka itu anak2 istimewa..
@RasMuhamadRI: bukannya anak2 gimbal dieng keturunan & titisan kiya'i yg sakti.. Ak lupa nama beliau siapa.
@RasMuhamadRI: coba kalo anak2 gimbal dieng mnjadi dewasa tnp dicukur dreadlocksnya. Tentunya mereka adalah anak2 dgn smcm ksaktian.

@ipongdjembe: tapi adat di sana harus ada ruwatan pemotongan rambut gimbal ? bagaimana dengan hal itu ?

@RasMuhamadRI: nahhh... Padahal jika dicukur dreadlocknya anak2 itu sakit. Hny pada saat dri kehendak anak gimbal sndiri bru bisa dipotong.
@RasMuhamadRI: Kiya'i Kolodite namanya bru ku cek... Beliau Kiya'i gimbal sakti yg mlindungi rakyat dieng pada jamannya. Boom !

@ipongdjembe : berarti ketika anak2 itu tidak menghendaki rambutnya untuk di potong akan ada kekuatan yg terdapat pada dirinya ?

@RasMuhamadRI: iya bro... Ak percaya itu. Hnya dibuat smcm setting bhw mereka dianggap "aneh" krn gimbal.
@RasMuhamadRI: mungkin ada ktakutan dikatakan "musrik" atau "sesat" pdhal itu tanda dri seorang Kiya'i...
@RasMuhamadRI: di Senegal, Afrika yg ingin mendalami Islam mereka memanjangkan dreadlocknya sbagai tanda pengabdian & komitmen kepada Allah.

@ipongdjembe : benar sekali masbro, bahkan masyarakan sendiri masih beranggapan kalau dreadlock itu dekat dengan anak2 nakal
@ipongdjembe : padahal jika dilihat dari sejarah ini http://www.diengplateau.com/2010/08/siapakah-sosok-kyai-kolodete-sebenarnya.html bnyak sekali yg perlu kita pahami lebih dalam tentang dreadlocks
@ipongdjembe : lalu pertanyaan dari saya "akankah dreadlocks menjadi kekuatan" ketika dreadlocks itu buatan (gimbal sambungan)" ?

@RasMuhamadRI: nah... Itu mindset yg ditanam Babylon. Kita rus putarbalik smua itu ... Di nusantara... Di afrika...
@RasMuhamadRI: hmmm mnurut ak sich tidak... Karna rambut buatan itu bukan tumbuh dari kepala sndiri :)

@ipongdjembe : pernah juga dpt cerita tntang sosok ghaib yg ada pada gimbal seseorang, termasuk dlm unsur spiritual kah itu ?
@ipongdjembe : oia untuk Gimbal Ras sendiri itu sudah berapa lama ?

@RasMuhamadRi: 13 tahun :)

@ipongdjembe : ada pengalaman tentang hal mistis yg terjadi di dreadlocks'nya masbro ? bisa diceritakan salah satunya ?

Dan belum ada jawaban untuk pertanyaan akhir tersebut, mungkin beliau sedang ada acara dan belum sempat membalasnya. Nah ada yang sangat menarik tentang obrolan tersebut dimana salah satu tokoh bernama Kyai Kolodete, yang menjadi salah satu tokoh yang sangat di segani oleh masyarakat Wonosobo pada jaman'nya. Tentang siapa sosok, Kyai Kolodete, berikut ini sebuah artikel yang saya ambil dari situs www.diengplateau.com :

Bicara soal dieng tak lepas dari keindahan panorama dan nilai-nilai magis spiritual, Perpaduan dua hal itulah yang membuat pegunungan Dieng memikat banyak wisatawan. Sampai dengan sekarang, masih banyak yang membicarakan tentang keberadaan Kyai Kolodete, Siapakah Sosok Kyai Kolodete Sebenarnya ?

Banyak mitos yang membicarakan tentang Sosok Kyai Kolodete, salah satunya : "Anak-anak berambut gembel di pegunungan dieng merupakan keturunan Kyai Kolodete", sedangkan mitos lain mengatakan "Kyai Kolodete tak akan pernah mencukur rambutnya hingga daerah yang di diaminya menjadi makmur".

Menurut sejarah Wonosobo sendiri, Kyai Kolodete merupakan salah satu tokoh pendiri Wonosobo yang mendiami Daerah Dataran Tinggi Dieng. Bahkan Kyai Kolodete diyakini sebagai penguasa atau disebut merkayangan.

Di Gunung Kendil inilah terdapat pekaringan Kyai Kolodete dan istrinya. Pekaringan dari kata “karing” atau tempat berjemur. Dieng terletak di ketinggian 2093 meter di atas permukaan laut. Udara dingin memunculkan kebiasaan masyarakat berjemur pagi hari di bawah matahari. Pekaringan Kolodete diduga menjadi tempat untuk berjemur kyai yang konon memiliki rambut gembel itu.

Bahkan menurut cerita, di tempat itu pula Kyai Kolodete moksa atau sirna tak diketahui rimbanya. Namun di tempat tersebut tidak terdapat makam. Hanya bangunan beratap dengan tembok separuh. Pekaringan Kolodete ramai dikunjungi wisatawan. Baik dari dalam maupun luar kota. Mulai dari rakyat jelata hingga pejabat. Konon, berdoa atau ngalap berkah di tempat tinggi itu, banyak terkabulnya.

Pekaringan Kolodete itu ditemukan melalui proses meditasi oleh para penghayat kepercayaan. Prosesnya cukup lama. Berkali-kali meditasi, akhirnya para penghayat kepercayaan mendapat petunjuk. Di Gunung Kendil inilah salah satu tempat pekaringan Kyai Kolodete,”papar Bambang Sutejo, S.Kar.

Di mana letak pekaringan ini? Masih seputar kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tak begitu jauh dengan Telaga Warna maupun Dieng Plateu Theater. Jalan masuknya searah dengan Dieng Plateu Theater. Pekaringan Kolodete dan istrinya Nini Dewi Laras berdekatan. Namun pengunjung harus jalan kaki sekitar 30-45 menit dari bawah. Diceritakan juru kunci Pekaringan Kolodete, di tempat tersebut dibangun cungkup atau rumah-rumahan. Persis di atas bukit Kendil.

Tahun 1999, orang dari Indramayu datang memberitahu agar membangun gubug atau rumah kecil di atas pekaringan Kolodete. Sementara saya belum tahu di mana lokasinya. Setahun kemudian saya melakukan meditasi di atas Gunung Kendil selama sehari. Dari situ saya mendapatkan petunjuk, pekaringannya di atas gunung itu,”kata Rusmanto menceritakan awal mulanya dibangun cungkup di atas Gunung Kendil.

Pada tahun 2001, Rusmanto membangun rumah kecil di pekaringan itu. Beliau mengakui, pembangunan rumah itu atas iuran para penghayat kepercayaan termasuk Rusmanto sendiri. Di tempat tersebut disediakan 2 tempayan besar berisi air dari Tuk Bimo Lukar dan Gua Sumur.

Perjalanan dari Dieng Plateu Theater sampai ke atas bukit Kendil memakan waktu sekitar 30-45 menit cukup menguras tenaga. Sebab, jalanan menanjak. Namun jangan khawatir begitu sampai di atas bukit, kemudian cuci muka dengan air Gua Sumur dan Tuk Bimo Lukar, seketika itu juga, kelelahan sirna. Kesegaran baru datang. Ini bukan sekedar mitos atau omong kosong.

Saya merasakan sendiri. Naik bukit tentu saja badan capek. Begitu membasuh muka dan cuci tangan, rasanya segar. Penat hilang. Yang ada hanya perasaan pasrah sumarah. Melihat pemandangan sekeliling yang sangat indah,tambah Bambang Sutejo.

Pekaringan Kolodete ini menjadi salah satu tempat yang menarik perhatian pengunjung. Mereka tidak hanya dari Wonosobo. Tidak sedikit yang datang Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Semarang dan kota-kota besar lainnya. Bahkan Gubernur Bali sudah beberapa kali mengunjungi pekaringan Kolodete ini.

Apa yang menarik dari tempat tersebut? Konon, berdoa di tempat tersebut, cepat terkabul. Banyak yang sudah membuktikannya. Bambang mengakui dalam satu kesempatan dia bersama rombongan berkunjung ke pekaringan di Gunung Kendil.

Di tempat tersebut, masing-masing berdoa sesuai keinginannya. Ada dua orang yang belum menikah. Lantas berdoa khusuk di tempat tersebut.

Tentu saja berdoa kepada Tuhan yang memberi hidup. Beberapa bulan kemudian, dua orang perempuan lajang ini dilamar orang. Saya rasa ini suatu keajaiban. Meski demikian, kita yang memiliki keinginan harus ada usaha. Jadi ada doa dan ikhtiar sehingga keinginan bisa terwujud,”papar pria yang juga seorang dalang itu mantap.

Keistimewaan lain adalah pemandangan yang luar biasa indah. Dari atas Gunung Kendil pemandangan kota-kota di Jawa Tengah yang jaraknya ratusan kilometer terlihat indah. Apalagi pada malam hari, lampu kerlip-kerlip terhampar laksana emas berlian yang bersinar terang.

Dari atas ketinggian itu, muncul pengalaman spiritual yang luar biasa. Perasaan sebagai makhluk Tuhan yang tidak memiliki kuasa apapun dibandingkan Sang Pencipta, menumpuk di dada. Tak heran, bila pekaringan Kolodete ini menjadi tempat favorit untuk mendekatkan diri pada pencipta. Wajar pula, bila para tokoh dan pejabat tidak menyia-nyiakan kesempatan berkunjung ke tempat tersebut.

Pengunjung biasanya diantarkan oleh Rusmanto. Sang juru kunci inilah yang membuka doa, memintakan izin pada Kyai Kolodete tentang maksud kedatangan tamunya. Mengunjungi pekaringan Kolodete ini harus suci baik jiwa maupun raga.

Dituturkan Rusmanto, para pengunjung tidak boleh sombong maupun takabur. Harus selalu rendah hati. Kadangkala, pada saat itu juga ditunjukkan kelemahannya sebagai manusia. Badan yang besar, belum tentu kuat memanjat sampai di atas bukit Kendil.

Budaya Jawa yang adiluhung menarik minat kalangan akademisi.Sejumlah peneliti dari Universitas Leiden Belanda dan Universitas Gajahmada bertandang ke pekaringan Kyai Kolodete.

Mereka melakukan penelitian tentang budaya Jawa. Saya mengantarkan ke pekaringan,”tandasnya kepada Radar Semarang.

Masyarakat seputar Dieng, sangat menghormati leluhurnya. Ritual-ritual tertentu kerap diadakan. Rusmanto, mengaku setiap malam Senin dan Kamis Wage mengadakan kegiatan ritual di pegunungan Dieng untuk menghormati leluhur atau nenek moyangnya. Termasuk Kyai Kolodete. Berbagai ritual itu tujuannya hanya satu untuk meminta berkah, rahmat dan keselamatan bagi masyarakat.

Kyai Kolodete dipercaya sebagai leluhur sekaligus penguasa Dataran Tinggi Dieng. Semasa kecilnya, Kolodete berambut gembel. Dialah yang mewariskan rambut gembel pada anak-anak di seputar Dieng. Menurut mitosnya, lantaran rambut gembelnya begitu mengganggu, sebelum meninggal Kyai Kolodete berpesan agar anak cucunya membantu dalam menghadapi gangguan rambut itu. Sehingga diwariskan rambut gembelnya pada anak-anak.

Ruwatan rambut gembel ini salah satu daya tarik wisata Wonosobo. Tidak sembarangan asal mencukur. Tetapi harus menyediakan permintaan dari anak berambut gembel. Bila permintaan tak dipenuhi, meski rambutnya sudah dicukur, akan tumbuh gembel lagi.

Disadur Dari :
http://mskpesanggrahan.blogspot.com/2009/08/ki-kolodente-rambut-gembel-dieng.html
jatiningjati.com

Menurut berbagai sumber, Sosok Kyai Kolodete sendiri merupakan seseorang yang berkarisma juga seorang yang mempunyai daya linuwih, hal ini dikuatkan dengan gelar "Kyai", bagi pemahaman Jawa adalah sebutan untuk "yang dituakan ataupun dihormati" baik berupa orang, ataupun barang. Selain Kiai, bisa juga digunakan sebutan Nyai untuk yang perempuan. >> Dieng Plateau History

Kyai Kolodete, Gimbal Dieng

Mungkin cukup sekian tulisan saya kali ini, tunggu posting lainnya ya, boleh juga kritik dan saran serta follow akun twitterku @ipongdjembe , terima kasih, Regards



Senin, 11 Juni 2012

Mulai Gila dan Kami Senang

Tak direncanakan dan tak terpikirkan sebelumnya, untuk satu kegiatan konyol ini. Salah satu kekonyolan yang kita lakukan di kontrakan no. 365 Jl. Aster 3, Condong Catur, dimana kami tinggal bersama membentuk sebuah kekeluargaan non formal. Pertandingan sepak bola Euro antara Spanyol dan Italy menjadikan kegilaan kita muncul begitu saja, ketika orang lain sibuk dengan taruhan uang atau materi yang banyak, kami bertiga (hendra, banu dan saya) melakukan ibadah #pertaruhan untuk menjagokan salah satu dari kedua kesebelasan yang sedang bertanding. Terdapat 2 kubu disini, mas Hendra dengan tim kesayangannya *Spanyol* vs Banu dan saya yang menjagokan *italy* sebagai tim yang di jagokan. Taruhan yang sangat konyol, dimana tiap goal yang diciptakan oleh tim lawan, maka peserta taruhan harus lepas celana dan apabila tim kesebelasan kalah maka harus tidur tanpa celana dan tanpa selimut. Sulit dibayangkan ketika awal-awal pertandingan, sangat menegangkan karena kedua tim ini sama kuat. Pada babak pertama, italy mencetak goal sehingga Mas Hendra harus memulainya terlebih dahulu (lepas celana). Beberapa lama waktu bergulir dan tiba saatnya Spanyol membalas kekalahan sehingga Banu dan saya pun harus ikut melakukan gerakan lepas celana seperti yang telah disepakati sebelumnya. Suatu kegiatan yang sangat amat konyol dan menyenangkan bagi kami, tak ada salahnya saya mengabadikan moment tersebut dan hanya saya yang berani mendokumentasikan kejadian itu.
Mungkin cukup ini yang bisa saya tuliskan, karena masih banyak kegiatan yang akan saya kerjakan untuk saat ini, terima kasih atas kunjungannya, salam.

Senin, 04 Juni 2012

Tentang Cover album Confrontation (Bob Marley & The Wailers album)

Kemarin ketika seusai acara #PoJS, sempet ngobrol bareng Ras Muhamad setelah makan malam bersama di Wepo Cafe, Purbalingga. Banyak sekali cerita dari Ras Muhamad tentang Rastafari, Ethiopia, Emperor dan semua tentang perjalanan dia ke Ethiopia. Obrolan serius tentang pemahaman Rastafara juga sempat dijelaskan secara detail untuk menjawab beberapa pertanyaan dari Ras Tjahjo (vokalis Roots Rhythm) dari Purbalingga yang sedang sangat anti terhadap sistem dan ingin sekali menuju kapada "Kesetaraan" seperti yang ada dalam ajaran Rastafari. Ras Muhamad juga menyampaikan tentang cover album  Bob Marley yang berjudul "Confrontation" dengan gambar Bob Marley menunggang kuda putih dan membawa tombak untuk menusuk/melawan naga. Banyak yang Ras Muhamad ceritakan tentang makna dari cover album tersebut dan menurut hasil pencarian saya di internet, ada sedikit gambaran/pengertian mengenai hal itu, berikut ini adalah tulisan yang sempat saya temukan ketika googling :

"Confrontation" adalah album reggae akar oleh Bob Marley & The Wailers, dirilis secara anumerta pada Mei 1983, dua tahun setelah kematian Marley. Lagu-lagu di album ini dikumpulkan dari materi yang belum pernah dirilis dan single direkam selama hidup Marley. Jalur yang paling terkenal di album ini adalah "Buffalo Soldier." Di dalam lengan album adalah gambaran seorang artis dari Pertempuran Adowa mana pasukan Ethiopia mengalahkan Italia pada 1896. Sampul Konfrontasi adalah referensi ke kisah St George dan Dragon. Naga di sampul mewakili Babel, yang sedang dibunuh oleh Bob Marley melalui musiknya.

Mungkin untuk lebih detail dan lebih lengkapnya bisa saya tuliskan di lain kesempatan, masih banyak waktu untuk mendalami ataupun mempelajari semuanya, tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya hingga akhir hayat anda. Salam

Kamis, 31 Mei 2012

Apa itu Echofon ?

Echofon ? apa itu ? sejenis microfon kah ? hahahahaa salah fatal kalau anda mengira echofon itu sejenis dengan mikrofon atau bahkan saxofon. Echofon adalah sebuah aplikasi yang bisa anda gunakan untuk menggunakan twitter tanpa harus membuka web browser seperti mozilla, google chrome dan lain sebagainya. Cara penggunaan echofon sangatlah mudah, ketika komputer/notebook kita telah terkoneksi dengan internet, jalankan aplikasi Echofon tersebut lalu login dengan akun twitter anda dan anda bisa bermain-main sesuka hati anda. Banyak fasilitas yang bisa digunakan, seperti reply with comment sehingga tidak ribet copy paste tweet dan tidak ribet juga menuliskan RT ketika anda ingin quote tweet seseorang. Tak perlu panjang lebar saya jelaskan mengenai cara penggunaan Echofon, karena sangat mudah dalam penggunaanya dan saya juga bisa menggunakannya secara otodidak, saya yakin anda pasti lebih hebat dari saya. Untuk download aplikasi echofon tersebut, silakan masuk ke www.echofon.com lalu pilih OS yang anda gunakan, contoh saja windows. Nah install aplikasinya, dan selamat bersenang-senang dengan echofon anda. Aplikasi ini cukup ringan dibandingkan tweetdeck, karena pernah juga menggunakan tweetdeck tetapi cukup lama dan cukup berat untuk koneksi di Indonesia. Terima kasih untuk kunjungannya dan jangan lupa mention/follow @ipongdjembe untuk kesan menggunakan echofon.

Rabu, 30 Mei 2012

#Undil pacar yang pengertian

#Undil #Undil #Undil dan #Undil, tak bosan-bosannya aku tuliskan kata itu ketika di dunia maya burung biru (twitter). Mengapa aku tuliskan itu ? dan mengapa di akun facebook Ipong D'jembe status'nya Berpacaran dengan Undil Street ? siapakah Undil Street itu ? kenapa bisa berpacaran dengan Ipong D'jembe ? jawabannya adalah cukup singkat "karena ipong sedang tidak waras". Ketidakwarasaan saya (ipong) adalah ketika tanggal 7 Mei 2012 itu, ada apa dengan tanggal itu ? tidak ada yang perlu saya ceritakan untuk sejarah tentang tanggal tersebut. Yang ingin saya ceritakan di blog jelek ini adalah alasan saya menjadi gila dan berpacaran dengan #Undil. Sebenarnya #Undil bukan manusia seperti yang anda pikirkan selama ini, mungkin di benak anda #Undil itu sosok cewek cantik yang hidup di jalanan dan suka berpetualang, padahal #Undil itu adalah nama dari R 3540 GM. Menambah kebingungan bagi anda (pembaca blog ini) dan menambah semangat dan penasaran membaca blog jelek ini. Membaca R 3540 GM mungkin anda langsung memutar otak dan beranggapan itu adalah plat nomor kendaraan, hahahahaa jawaban anda sangat benar dan sangat super kalau menurut Mario Teguh, jadi #Undil sebenarnya adalah panggilan kesayanganku kepada Motor'ku yang selalu setia menemaniku kemanapun aku pergi, mulai dari pulagg pergi kuliah, cari makan, jalan-jalan, pulang pergi dari Jogja-Banjarnegara, Jogja-Semarang dan kemanapun aku pergi. #Undil sekarang saya jadikan pacar, entah orang menganggap aku gila atau apa terserah, yang penting #Undil sangat setia kepadaku, tidak seperti #Hamtaro yang dulunya sayang padaku tapi sekarang entah lagi (udah mutusin aku). Dan hampir 1 bulan ini kehidupanku berubah total, menajdi brutal, berontak, ga semangat kuliah, tugas jarang ngumpulin dan lain sebagainya. Dan asal kalian tau saja, ketika aku update status di FB atau di twitter, paling males dan paling muak ketika ada comment "wah ipong lagi galau ni?" serasa pengin unfriend / unfollow orang itu. Dan paling menyiksa lagi ketika ketemu temen-temen dan mereka nanyain "masih sama #Hamtaro pong ?" serasa teriris pisau berkarat lalu di siram air asam dan garam (lengkap sudah penderitaanku). Dan tanggal 7 Mei 2012 lalu saya jadikan tanggal tersebut sebagai hari jadi aku dan #Undil. Semoga #Undil benar-benar setia dan takkan memutuskanku begitu saja. Dan mulai sekarang aku ga akan peduli dengan orang-orang disekitarku yang mengatakan apa saja tentang hubungan #Undil denganku, takkan ada rasa malu sedikitpun ketika aku harus bermesraan di depan umum dengan #Undil , itu bukti kesetiaanku dan bukti kasih sayangku padanya. Mungkin cukup sekian isi hati saya yang bisa saya tuangkan di blog tak bermanfaat ini, dan semoga kalian bisa mengerti perasaan saya ini, tak usah banyak kritik, instropeksi diri anda masing-masing, urusi saja kesibukan anda, dan tidak usah saling ikut campur dengan urusan orang lain, manakala anda tidak dibutuhkan dalam urusan tersebut. Salam.

Sabtu, 21 April 2012

Foto pertama ipong djembe masuk media masa

"It's the first time ! and it's amazing" ini adalah menjadi satu kalimat yang saya ungkapkan ketika melihat foto itu di sebuah media masa (koran) harian Tribun Jogja. Mungkin bagi para artis atau tokoh-tokoh penting seperti Presiden, Politikus ataupun tokoh-tokoh penting lainnya ini adalah hal biasa dan sudah tidak menjadi salah satu hal yang menurut saya menakjubkan (maklum lah, it's the first time). Foto ini di ambil oleh salah satu wartawan yang bernama Hasan Sakri Ghozali yang foto hasil jepretannya muncul di koran Tribun Jogja edisi 19 April 2012 tepatnya di halaman 9.
 Foto ini adalah foto ketika saya mengikuti kampanye "Hari Warisan Budaya Dunia" pada tanggal 18 April 2012 di Tugu Jogja bersama beberapa aktifis dan para seniman seperti salah satu tokoh Teater yang cukup ternama di kalangan orang-orang teater yaitu Mas Yuliono Pantomim yang melakukan orasi dengan membawa wayang sobek yang melambangkan warisan budaya yang sudah tidak terurus lagi.
Mungkin ini pertama bagi saya masuk di media masa dan semoga bisa seterusnya untuk menjadi pribadi yang hebat, pribadi yang pemberani seperti Sang Putra Fajar "Bung Karno". Cukup sekian posting saya kali ini, untuk yang ingin mendapatkan berita selengkapnya mengenai foto tersebut, silahkan lihat di halaman 9 di tribun jogja edisi 19 April 2012 (download di sini)

Senin, 16 April 2012

Go to Jakarta with Ras Tjahjo ketemu sama Mas Dipa Manager Ras Muhamad

6 april adalah menjadi awal perjalanan kami berdua ke j-town rock (dibaca : Jakarta), berangkat sekitar pukul 10 pagi dari terminal BIS Purbalingga. Perjalanan kami berdua (Ras Tjahjo dan saya) diselimuti dengan obrolan-obrolan mulai dari soal musik, event, sosial, budaya, politik bahkan sempat ada sesi curhat-curhat'an, hehehehe :P . Dalam perjalanan yang menyenangkan tersebut kemudian BIS terhenti dan berjalan tersendat-sendat layaknya mobil-mobil'an yang mau habis batrei'nya, dan hal tersebut dikarenakan adanya kerusakan jalan di daerah Beautiful Earth (dibaca : BumiAyu).
Sedikit jengkel dengan suasana tersebut dan mencoba untuk menutup mata untuk melaksanakan kegiatan yang biasanya di beri nama tidur, tapi tetap saja tidak bisa, walaupun sebelah saya (Ras Tjahjo) sudah berhasil melangsungkan kegiatan tersebut. Dan dalam perjalanan tersebut masih banyak sekali obrolan-obrolan yang sepertinya kalau diceritakan di sini akan selesai 2 hari 2 malam persis seperti perjalanan ke Jakarta, jadi ceritanya saya persingkat saja. Dan pada hari H, yaitu hari sabtu (hari yang ditunggu-tunggu) kami pergi jalan-jalan menyusuri kota jakarta dengan menggunakan jasa angkutan kereta. Dan mampir di stasiun senen untuk berbalik arah menuju senayan city ketemu sama Manager Ras Muhamad (yaitu Mas Dipa), dan ketika di stasiun pasar senen, menyempatkan diri untuk mampir di pasar yang bentuknya mirip pasar Klithikan Jogja untuk membeli alas kaki (sepatu) Ras Tjahjo. Mungkin cukup seklian yang saya tuliskan kali ini, lagi banyak mention di twit, jadi mau ngetwit dulu ya, hehehehee yang mau follow juga bisa di @ipongdjembe

Senin, 02 April 2012

Melangkah bersama Gangstarasta (1 arpril 2012)

Melangkah bersama Gangstarasta, tema yang di angkat kali ini dalam acara yang terselenggara oleh "Episode" Banjarnegara. Dengan mengundang musisi papan atas yang sudah tidak asing lagi di telinga temen-temen Reggae Banjarnegara, yaitu Gangstarasta, 1 april 2012 kemarin bertempat di Taman Rekreasi Suaka Margasatwa Seruling Mas. Kemarin sempet hadir di acara tersebut dengan temen seperjuangan yaitu sang gitaris dan dramis (dibaca : drummer) VM, dengan bumbu dapur anak-anak lain yang bisa dibilang fans mereka berdua. 
Sempat berpose juga di depan kamera ketika sedang di acara, foto bareng salah satu artis Kota Banjarnegara yaitu "Saysong Uye" dengan Mas Busil dan Mas Andi. Hahahahahaa hari indah ketika berada di kerumunan orang-orang seperti mereka, tetapi masih saja ada yang kurang. Ketika itu masih ada perasaan kehilangan sosok gimbal, periang dan kuat (22nk) yang kali ini sedang menjalani kehidupan lain dari kita. Kembali ke topik utama yaitu event Melangkah Bersama Gangstarasta, berikut ini ada foto ketika Gangstarasta sedang membawakan lagu-lagu hits'nya untuk menggoyang masyarakat Banjarnegara.
Mungkin cukup sampai di sini tulisan ipong djembe kali ini, lagi sibuk edit-edit foto dulu, nanti siap posting lagi, hahahaaii. Salam lestari !

Sabtu, 31 Maret 2012

Wediombo (the nice moment)

24 Maret 2012 menjadi moment yang cukup sayang untuk dipulakan ( dibaca : dilupakan ), terutama untuk saya sendiri (mungkin yang lain juga jawabannya sama). Ketika itu, kami ber enam menginjakan kaki di Pantai Wediombo yang masih tergolong sepi pengunjung. Pantai yang menurut saya masih alami, karena kita masih bisa bereksplorasi dengan alam, seperti bulu babi, bintang laut, lobster, dan beragam satwa lainnya. Hal indah dan suasana yang jernih terpancar dari kilauan air laut yang tersorot sinar matahari yang tepat berada di atas kepala kita (tegak lurus).
Kami berenam yaitu Lele, Mas Endro, Endah Yuliani, Ambar Yuliana, Sekti, dan yang paling ujung adalah makhluk aneh yang sering di panggil ipong djembe. Makhluk aneh ini baru saja melangsungkan hari ulang tahunnya yang ke sekian kalinya (sensor, soalnya sudah tua, hahahahaa) pada tanggal 22 maret 2012. Mungkin beberapa foto di bawah ini bisa menceritakan bagaimana kondisi atau panorama yang ada di Pantai Wediombo ini, mari kita simak, dan mari kita dengarkan cerita dari foto berikut ini, karena banyak orang mengatakan bahwasanya sebuah foto bisa mewakili semua kejadian atau pemandangan yang ada (alesan aja sih, lagi males nulis, hehehehehee).
(di lihat dari atas, dari tempat parkir)
(foto dari kejauhan, anak-anak gunung yang ngakunya anak pantai)
(bebatuan pemecah ombak)

Nah mungkin posting kali ini saya cukupkan di sini, beberapa foto di atas sudah mewakili saya dalam bercerita, foto tersebut turut andil dalam penceritaan kondisi nyata yang ada di pantai Wediombo, bagi temen-temen yan gtertarik dengan pantai tersebut, mari berkunjung, salam lestari !

Kamis, 22 Maret 2012

What a beautiful day !

22 Maret 93 merupakan tanggal dimana saya muncul di permukaan bumi ini, atau ketika berbiaca mengenai website, blog ataupun pemrograman, istilah kelahiran saya ini bisa di tuliskan dengan 2 kata singkat yatitu "Hello World !". Nah di hari ini (22 Maret 2012) saya mendapatkan banyak sekali ucapan-ucapan Selamat ulang tahun dan doa-doa yang mereka ucapkan baik dari Orang Tua, Pacar, Temen kampus, Temen komunitas, dan temen-temen lainnya. Sangat di sayangkan ketika mereka memberi ucapan selamat tetapi saya tidak bisa menjawabnya satu per satu, nah dengan tulisan singkat ini, semoga mewakili saya untuk mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah meluangkan sedikit waktu sekedar untuk menulis ucapan-ucapan selamat melalui akun facebook, twitter, sms, ataupun mengucapkan langsung ketika bertemu saya. 
Foto di atas merupakan sebuah gambaran dan sebagai acuan untuk bercermin, bercermin disini berarti adalah untuk saya berintrospeksi diri. Mungkin sekian lama saya hidup di dunia ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan yang saya lakukan, sehingga masih harus banyak pembenahan yang harus saya lakukan mulai dari hari ini. Bercermin, bercermin dan bercermin ! itu lah hal yang mungkin penting saat ini, bercermin di sini bukan berarti saya harus bercermin di depan cermin tiap pagi, memandangi wajah saya, melainkan hanya sebuah idiom (dibaca : ungkapan) untuk melambangkan kegiatan atau perlakuan mawas diri, introspeksi diri dan pembenahan diri. Nah sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk semuanya, semoga doa-doa yang kalian berikan kepada saya, juga akan kembali kepada kalian semua, terima kasih salam !

Rabu, 14 Maret 2012

Perjalanan KEJOBONG TERMINAL REGGAE with Steven Jam

Kejobong Terminal Reggae with Steven Jam akhirnya terselenggara dengan rapi, dengan getaran positif melalui lagu-lagu yang mereka bawakan (Steven Jam). Di mulai dengan pembukaan oleh MC Ras Tjahjo (vokalis Roots Rhythm) sekitar pukul 09:00 wib, acara kejobong terminal reggae di mulai. Acara yang menghadirkan Steven Jam dan band-band lokal Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto dan Wonosobo ini di hadiri sekitar 4.000 pengunjung. Acara meriah ini terlihat dengan antusias para penonton / pengunjung dengan atribut-atribut merah kuning hijau serta rambut gimbal dan beberapa aksesoris lainnya, walaupun harga tiket masuk yang tergolong tinggi yaitu 15 ribu rupiah.
Semoga acara tersebut bisa menjadi acara rutin untuk masyarakat Purbalingga, dan semoga pergerakan musik reggae di tanah air bisa selalu berkembang positif. Nah sedikit ada kenang-kenangan foto ketika menghadiri acara tersebut bersama Kempung Onthelis pemilik Djimbe Art . Foto ini di ambil oleh seseorang yang sangat fenomenal di Karisidenan Banyumas, karena hampir setiap event-event reggae di Banyumas pasti beliau hadir, yaitu Lij Imam (perwakilan majalan Reggae Indonesia).
Mungkin cukup sekian catatan perjalanan Ipong kali ini, terima kasih atas waktunya yang temen-temen berikan untuk menyempatkan membaca artikel sederhana ini, terima kasih, salam damai salam sejahtera.

Senin, 05 Maret 2012

Wisata Kasongan

Lama tidak jalan-jalan, akhirnya kemarin hari minggu menyempatkan diri jalan-jalan ke Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Di daerah tersebut terdapat semacam desa wisata kerajinan, bisa anda temui berbagai kerajinan seperti gerabah, kayu, dan kerajinan lainnya. Niat saya ke sana awalnya adalah menemani partner saya (saudara Kempung) untuk memperbaiki Djimbe'nya yang rusak (ganti kulit), karena asyik dengan suasana disana, maka kita berdua menyempatkan jalan-jalan sembari mampir di tempat pengrajin Djimbe.
Di tempat pengrajin Djimbe tersebut, sangat amat betah kami berdua. Bercerita dan sedikit interview layaknya wartawan, ngobrol sana sini dengan Pengrajin Djimbe tersebut, mulai dari harga, bahan, cara pembuatan, pemasaran, dan lain sebagainya. Dan ada juga minat untuk bekerjasama dengan pengrajin tersebut, mengingat semakin banyaknya permintaan teman untuk mencarikan Djimbe. Nah mungkin cerita perjalanan Ipong kali ini cukup sampai disini, mungkin foto di bawah ini mewakili anda untuk berimajinasi bagaimana suasan ketika di tempat pengrajin Djimbe, banyaknya Djimbe yang di pajang semakin membuat hasrat ingin membawanya pulang (membelinya).

Sabtu, 03 Maret 2012

Temen kontrakan demam Blogging

Wah wah wah sekarang online dan blogging jadi lebih semangat karena temen-temen kontrakan punya hobby baru Blogging. Awalnya hoby tersebut adalah keterpaksaaan tugas kampus, yaitu tugas mata kuliah lingkungan bisnis yang mewajibkan mahasiswanya bikin blog dan wajib menyisipkan link website kampus di blog kita (wah pinter banget nih nyari backlink). Temenku yang kali ini lagi demam blogging yaitu Banu, memilih konsep game sabagai konsep blog'nya dan yang satu bernama Aris yang blognya berisikan gado-gado, gado-gado di sini bukan berarti bercerita atau mengulas tentang makanan Gado-gado, malainkan isi blog.nya adalah campuran. Sekarang jadi ada temen blogging, serasa punya dunia dan habitat baru, hahahaha tidak seperti biasanya, main game, jalan-jalan, tidur, makan, dll.

Jumat, 02 Maret 2012

STOP perbedaan Genre Musik !

STOP perbedaan Genre Musik ! - sangat malu dan sangat prihatin ketika lihat anak-anak yang mengenakan aksesoris reggae dan mengaku dirinya anak reggae, tetapi berjiwa berontak tak kenal tata krama. Terlihat di mata saya dan di mata ribuan penonton Radio_Show TV One yang sedang berlangsung saat ini (jum'at 2 Maret 2012). Ketika band membawakan genre musik mereka (bukan reggae) anak-anak tersebut mengacungkan jari tengah dan Ibu jari ke bawah, itu sangat memprihatinkan menurut saya. Mereka tidak bisa menghargai genre musik lain, mereka perlu di beri didikan dan perlu berkaca lagi, bagaimana diri mereka ?. Jujur sekali saya kecewa dengan mereka, anak-anak reggae yang katanya cinta damai, yang katanya sangat erat dalam pertaudaraan bisa bertingkah seperti itu ! Pesan saya adalah "STOP perbedaan Genre Musik !", semua musik pada dasarnya adalah sama, rangkaian dari nada-nada do sampai si. Jadi mari hargai genre musik lain yang bukan menjadi genre musik kita.

Rabu, 08 Februari 2012

Goes To School ke #1

Selasa, 7 Februari 2012 adalah pertama kalinya saya dan temen-temen BAY (Banjarnegara Amikom Yogyakrta) mengikuti kegiatan KMB Goes To School. Apa itu KMB ? dan apa itu KMB Goes To School ? Nah sedikit saya tuliskan mengenai hal tersebut di sini. KMB adalah singkatan dari Keluarga Mahasiswa Banjarnegara, KMB ini adalah sebuah organisasi yang berisikan Mahasiswa/Mahasiswi Banjarnegara yang menempuh pendidikan (Kuliah) di Yogyakrta, baik dari perguruan tinggi Negri maupun Luar Negri seperti kampus saya yaitu Amikom. Goes To School pertama dilakukan ke MAN 1 Banjarnegara sekitar jam 7 pagi, dan terbagi mnejadi 2 sesi, yaitu sesi pertama di ruang kelas dan sesi kedua adalah di sebuah laboratorium praktikum yang dihadiri dari beberapa kelas.
Setelah acara di MAN 1 selesai, kami bergegas berkunjung ke SMK N 1 Bawang. Di SMK tersebut, saya sedikit tersenyum, juga sedikit jengkel dengan sambutan Pak Satpam, yang menyuruh-nyuruh dengan nada yang kurang wajar (coba parkir yang benar, coba parkir yang lurus bisa apa ga ?) kata-kata itu menurut saya tidak sewajarnya di lontarkan kepada temen-temen Mahasiswa, layaknya berbicara dengan anak TK atau SD saja, hahahahaa. Tapi tak apa lah, itu bukan menjadi salah satu hal penting bagi saya, saya anggap santai seolah-olah tidak ada apa-apa. Masuk ke SMK N 1 Bawang kami diberi sambutan ramah oleh salah seorang pengurus (mungkin guru) yang mewakili Bapak Kepalah Sekolah untuk memberi sambutan, dikarenakan Kepala Sekolah sedang ada kepentingan. Nah waktu berlangsung dengan cepat, acara sosialisasipun berjalan lancar di SMK N 1 Bawang tersbut. Di kelas itu, adalah pertama kali saya mencoba berbicara di depan anak-anak SMK (terhitung semenjak masuk kuliah) dan perasaan pertama memang sedikit canggung dan agak grogi, tapi tak apa lah, namanya juga latihan, hehehehee. Setelah acara tersebut selesai, saya menyempatkan diri untuk mengisi perut yang semenjak pagi masih kosong, hanya berisikan segelas Kopi dan sepotong Roti kecil.
Dalam sesi makan-makan ini, saya mencoba kuliner anak-anak SMK N 1 Bawang yang sedang melaksanakan praktikum, saya mencoba pecel dan gorengan tempe yang cukup enak dan cukup mengganjal perut saya. Sampai akhirnya tiba waktu pulang, kami pun bergegas pulang dan mampir ke tempat saudara Bayu. Karena masih ingin mengisi perut, di tempat saudara Bayu kami melangsungkan kegiatan rutin, yaitu makan-makan, dengan lauk telur dadar buatan Mas Turyanto dan saya sendiri.
Nah mungkin cukup sekian catatan Ipong D'jembe mengenai Goes To School #1, bisa dilanjutkan kembali ketika waktu luang saya banyak, butuh istirahat dan butuh hiburan dulu, sampai jumpa.

Sabtu, 04 Februari 2012

Beli Djimbe di Malioboro

Weekend adalah saatnya jalan-jalan, itu adalah salah satu agenda rutin remaja Indonesia, terutama bagi mereka yang punya pasangan, akan menghabiskan waktu weekend atau malam mingguan bareng sama pasangannya. Nah kali ini saya ingin bercerita tentang perjalanan weekend saya hari ini yang cukup menyenagkan. Pagi hari bangun tidur badan terasa berat untuk beranjak dari tempat tidur, mata masih serasa berat pula untuk melihat indahnya pagi, tetapi saya harus bergegas untuk masuk kampus mengikuti ujian "Manajemen Umum" yang cukup menyenangkan. Siang harinya saya di ajak temen kelas saya jalan ke Malioboro dengan tujuan utama adalah nyari Djimbe buat adiknya, sebut saja namanya Fitra. Berangkat ke Malioboro dengan cuaca yang kurang mendukung karena rintik-rintik gerimis menemani perjalanan kita di siang hari. Tiba di Malioboro, parkir motor dan jalan-jalan menyusuri jalanan Malioboro yang masih sepi (maklum lah, masih siang bolong). Dalam perjalanan itu langkah kita berdua terhenti ketika melihat sosok benda berwakna coklat dengan ikatan-ikatan tali melilit tubuhnya yang begitu mulus (Djimbe). Terjadi percakapan dan tawar menawar di suasana Malioboro antara saya dan penjual, dan tak bisa diam tanganku untuk memukul Djimbe tersbut untuk mengecek suaranya. Sedikit kesal dan sedikit tersenyum mendengar penjual menawarkan Djimbe dengan tinggi 50 cm tersebut dengan harga Rp. 300.000,-, wah wah wah ini penjual ngajak ribut apa ngajak bercanda (dalam hati saya). Langsung saja tawaran pertama saya adalah Rp. 125.000,-, mungkin bagi temen-temen sangatlah mustahil dengan harga segitu, tapi inilah saya, nekat dalam urusan bisnis, hahahahaa, sedikit dapet pengalaman sebelumnya mengenai jual-beli barang-barang di Malioboro. Langsung aja ngacir untuk nyari tempat lain, dan beberapa tempat nyaris sama seperti tempat awal yaitu harga net yang ditawatkan adalah Rp. 200.000,-. Nah kali ini di salah satu penjual saya mencoba untuk menaikan tawaranku menjadi Rp. 150.000,-, pendagang yang masih agak muda (Mas-mas) itu nantangin aku kalau bisa beli harga 150 dia mau beli sama saya, hahahahaahaaa, ketawa juga si dengernya, tapi saya maklum.i lah, namanya juga pedagang, harus bisa ngomong gitu, layaknya pengacara yang membela tersangka, hehehehee. Akhirnya pedagang tersbut kasih harga net 175. Masih belum puas dengan harga tersebut, kami berdua melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat lain, tetapi hal itu sia-sia, karena tak ada lagi tempat yang menjual Djimbe. Berbalik arah dan membelinya, itulah yang kami lakukan saat itu, dan akhirnya terbeli juga Djimbe seharga Rp. 175.000,- (dari 500 bisa dapet 175, lumayan lah, heheheee).
Nah akhir dari perjalanan adala sesi foto bareng Djimbe baru, hahahahaaa rasanya ikutan seneng kalau ada Djimbe baru, semoga engkau sehat-sehat saja Djimbe, dan semoga bisa seperti temanmu ini
Mungkin cukup sampe sini aja catatan perjalanan Ipong D'jembe kali ini, dan sekali lagi ucapan selamat buat Djimbe barunya (untuk adik.nya Fitra) semoga Djimbe itu bisa menyatu dengan jiwamu, agar senantiasa mengikuti langkahmu dan menjadi inspirasi bagimu, salam damai.

Desain stiker untuk acara KMB Goes To School

Daripada nganggur ga ada kerjaan, saya sempatkan malam ini untuk edit desain logo untuk stiker acara KMB goes to School. Nah desain yang baru adalah seperti berikut ini
Desain #1
Desain #2
Desain #3
Desain #4

Semoga desain tersebut cocok dengan selera temen-temen semua, dan apabila masih banyak kekurangan, mohon kritik dan sarannya, maturnuwun.