Sabtu, 30 Desember 2017

Curug Sinoman Kalibening Nan Romantis

SELAMATHARIAIR.COM - Menikmati pemandangan alam atau bermain air di alam terbuka adalah salah satu cara menikmati dan bersyukur atas karunia-Nya. Mungkin tidak semua orang menyukai piknik yang sejenis ini, entah kenapa, mungkin salah satu alasan yang paling sering dijumpai adalah karena malas jalan kaki, karena biasanya tempat-tempat wisata alam terbuka harus ditempuh dengan jarak yang cukup membuat berkeringat.

www.selamathariair.com - Curug Sinoman Kalibening Banjarnegara
Boby sedang mencari lirik untuk proyek musik LM

Kali ini mencoba sebuah tempat wisata alam yang cukup hits di kecamatan Kalibening, kabupaten Banjarnegara, namanya Curug Sinoman. Curug Sinoman menawarkan wisata alam yang cukup nyaman, dengan ruang terbukanya yang kini dilengkapi dengan spot spot foto kekinian nan instagramable. Untuk bisa ke Curug Sinoman, kalian bisa ikuti petunjuk yang bisa diakses via google maps, berikut saya sematkan map ke Curug Sinoman, Kalibening.



www.selamathariair.com - Curug Sinoman Kalibening Banjarnegara
Uwut dan Ipan bermesraan
Uwut, Ipan & Boby

spot foto instagramable

Pertama kali masuk Curug Sinoman Kalibening ini kita akan ditawarkan installasi untuk foto yang sekarang sedang cukup populer di beberapa tempat, seperti installasi payung yang digantung sedemikian rupa, ayunan dari kayu bahkan sampai ada beberapa hammock untuk istirahat maupun hanya untuk foto-foto saja. Oke, skip saja main-main di tempat yang kurang cocok menurut saya pribadi, langsung saja ke tujuan utama yaitu curug, dengan air nan jernih dan tentunya dinginnya lebih dingin dari air biasanya, karena suhu udara di sini saja sudah cukup membuat orang-orang bermalas-malasan karena kedinginan.

Curug Sinoman, Kalibening, Banjarnegara

Sesampainya di Curug Sinoman, kita disuguhkan curug dan kolam yang kurang recomended untuk kalian yang suka berenang di kedalaman. Selain karena sangat terbuka tempatnya juga karena air di sini sangat dangkal, mungkin cukup nyaman untuk anak-anak atau untuk orang dewasa yang memang tidak terlalu suka dan atau tak berani di air yang dalam.

Awalnya sedikit kecewa ketika baru sampai di depan kolam yang cukup luas ini, karena sepertinya saya bakal gagal main air untuk edisi jalan-jalan kali ini, entah kenapa sekarang sedang hoby main air, mungkin ini menjadi salah satu alasan kenapa potong rambut.

Tak menyerah begitu saja, sempat nyletuk "nggolet tempat liyane bae yuh lah", kemudian Uwut bilang kalau di atas curug ini masih ada tempat yang bisa buat main air lagi, hingga akhirnya kami memutuskan untuk naik. Oh iya, ke Curug Sinoman ini kami ber-empat yaitu Tegar alias Uwut, kemudian Ipan, Boby dan saya.

Untuk naik ke atas kita melewati beberapa batu besar yang cukup terjal dan kadang sedikit licin gegara ada air atau bahkan lumut-lumut yang menyelimuti permukaan bebatuan tersebut. Untuk melewati bebatuan ini sangat tidak direkomendasikan menggunakan high heels, pakai rok mini, pake celana jeans pensil yang ketat, karena bakal kesulitan dan juga cukup membahayakan. Direkomendasikan ya pakai celana pendek berbahan cargo biar aman dan tentunya ketika di foto setidaknya keliatan seperti traveller sejati, walau nyatanya adalah tukang piknik yang gak traveller traveller amat.

Sesampainya di atas bisa dibilang ini tempat yang juga ga terlalu dalam airnya, agak kecewa juga, ekspektasi bakal loncat dari ketinggian dan nyemplung air tanpa khawatis kandas, akhirnya zonk !!! Mengobati kekecewaan tersebut, tak panjang lebar berpikir, taruh kamera dan tas, lepas kaos dan celana dan langsung nyemplungin badan ke air yang kedalamannya cuma sekitar 100 cm.

Yang menarik di sini adalah kita bisa merasakan sensasi diguyur air terjun yang arusnya cukup bikin pundak sama leher serasa dipijat ketika kita hadapkan langsung dengan air terjun tersebut. Selain itu, kita bisa lihat ke bawah, nonton pengunjung yang hanya di sekitaran kolam pertama tadi dan kalau dipiki-pikir ini hampir kaya foto-foto instagram yang di sana ada kolam renang di lantai paling atas sebuah hotel mewah dengan view perkotaan, tapi kalau di sini versi alam dan naturalnya, heheheeee.

Sudah mirip kolam renang di atas hotel berbintang belum ?


Oh iya, untuk masuk kawasan wisata Curug Sinoman ini kita ditarik biaya retribusi sebesar Rp. 5.000,- per gundul, berlaku juga untuk yang gondrong atau pun yang berhijab, jadi sama rata lima ribu per orang. 

Jumat, 29 Desember 2017

Grab Sudah Ada di Banjarnegara

SELAMATHARIAIR.COM - Di zaman serba digital sepertinya kita dipaksa untuk mengikuti perkembangan teknologi dan juga gaya hidup. Salah satu yang tak bisa dihindari adalah layanan berbasis aplikasi, sebut saja GRAB, sebuah transportasi publik berbasis aplikasi yang sedang cukup digandrungi di kota-kota besar. Dan yang menarik di sini adalah, transportasi berbasis aplikasi tersebut sudah masuk ke kota kecil, Banjarnegara.

Grab Car Banjarnegara


Grab sudah masuk Banjarnegara, walaupun saya belum sempat mencobanya, namun kemarin sempat iseng cek via aplikasi grab dan hasilnya tidak mengecewakan, ternyata memang benar-benar Grab sudah masuk ke Banjarnegara, terbukti dengan adanya beberapa driver yang online di area Banjarnegara, baik grab bike maupun grab car.
Yang saya pikirkan adalah konflik yang akan terjadi antara transportasi non-aplikasi dan transportasi berbasis aplikasi tersebut, karena yang sudah-sudah, yang terjadi di kota-kota besar adalah RIBUT. Ribut antara yang non-aplilasi dan yang pakai aplikasi, padahal kan rejeko sudah ada yang ngatur, kenapa ya hal tersebut masih terjadi ?

Grab masuk ke Banjarnegara menurut saya pribadi cukup menjadi perharian khusus, terutama dengan adanya kemungkinan-kemungkinan terjadinya cek-cok antara jasa angkutan konvensional dan yang non-konvensional, apakah sudah cukup siap untuk hal-hal yang akan terjadi ? apakah sudah dipertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti ?

Boleh dong tulis di kolom komentar, pendapatmu / tanggapanmu atau kritik dan saran tentang adanya Grab di Banjarnegara ini ?

UPDATE !!!

Untuk kalian yang sempat tanya-tanya seputar pendaftaran grab di Banjarnegara, silakan daftar GrabBanjarnegara melalui form yang ada di link berikut :
- Grab Bike
- Grab Car

Senin, 25 Desember 2017

Yoga Stand Up Comedy dari Banjarnegara Jadi PNS

SELAMATHARIAIR.COM - Banjarnegara kini mulai dikenal masyarakat luar daerah, tak hanya melalui dataran tinggi Dieng dan Dawet Ayu saja, beberapa orang di luar sana mengenal Banjarnegara melalui sosok seperti Wiranagara, Nuri dan Yoga yang berhasil masuk tipi lewat panggung stand up comedy yang kalau penontonnya kurang cerdas, masih bakal lucuan komedi ala curanmor di salah satu radio Cilacap. Tak hanya mereka bertiga saja yang berhasil membawa nama Banjarnegara lebih di kenal di masyarakat luas, kopi Arabika Kalibening pun turut andil karena kemarin menjadi juara 1 di Festival Kopi Nusantara yang diselenggarakan di Bondowoso.

Baca juga :
Yoga stand up Banjarnegara
Penampilan Yoga di Stand Up Night #1 , Banjarnegara
Oh iya, kemarin sempet liat video di youtube yang cukup viral dengan judul "SAWER Rp 1 jt cocok untuk pengamen ini cover 7 lagu SUKU DAERAH" yang diunggah oleh akun bernama Ais Sitorus, sosok yang ada di dalam video tersebut ya pemuda Banjarnegara, berama Arisatya Sampurna atau yang lebih akrab dipanggil Ale. Nah sempet menghubungi dia untuk wawancara, melengkapi data untuk tulisan di indiegigsmedia.com yang sudah terbit beberapa waktu lalu : Konsistensi Bermusik Arisatya Sampurna Membuahkan Hasil .

Nah dari beberapa nama tersebut, mereka sudah membawa nama Banjarnegara di kancah nasional, apakah dilirik oleh pemerintahan Kabupaten Banjarnegara ? Apakah dinas kebudayaan dan pariwisata pernah punya ide untuk menggandeng mereka, agar mereka bisa bekerjasama mem-publish atau setidaknya mengenalkan kebudayaan dan pariwisata yang ada di Banjarnegara.
Kemarin ketika nonton Stand Up Night #1 yang digelar temen-temen komunitas Stand Up Comedy Banjarnegara, cukup bikin ketawa sekaligus mikir tentang materi yang dibawakan oleh Bung Yoga, yang di situ intinya dia bilang : "saya memeperkenalkan diri dengan selalu menyebut saya dari Banjarnegara tiap open mic tidak di lirik sedikitpun oleh Pemerintah, kadang saya iri sama mereka yang jadi kakang mbekayu Banjarnegara, terkenal di lingkup Banjarnegara tau-tau jadi ajudan di dinas atau jadi PNS" kurang lebih seperti itu, kalau salah ya mohon maaf nggih Mas Yoga, nyong bocahmu lah.
Eh jadi mikir dengan materi yang dibawakan Yoga di situ, menjadi sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik, apakah untuk di akui di Banjarnegara harus dengan kenal oleh mereka (orang-orang yang duduk di Pemerintahan) ? Jika pertanyaan konyolku itu terbukti, lantas bagaimana dengan nasib temen-temenku yang sedikit apatis dengan Pemerintahan ? mereka jadi tidak di akui padahal track record di luar sana cukup mumpuni, mereka pun mengenalkan Banjarnegara ke khalayak ramai di kota-kota yang mereka singgahi.


Kamis, 21 Desember 2017

Berawal dari pertanyaan aplikasi edit video yang bagus apa?

SELAMATHARIAIR.COM - Beberapa kali saya mendapat pertanyaan dari beberapa orang, pertanyaan "mas aplikasi edit video yang bagus apa? ", pertanyaan tersebut cukup sering saya temui, terutama ketika sedang ada kerjaan ambil gambar shoting . Biasanya diawali dengan tanya-tanya soal kamera yang digunakan apa, terus biasanya ya nanti gong-nya yang bikin saya bingung dan sedikit panjang lebar menjelaskan ketika sudah masuk pertanyaan aplikasi edit video yang bagus apa ?
sumber gambar : blog.vonwong.com

Ada banyak aplikasi untuk mengolah video, yang cukup populer disekitar saya ya ada Adobe Premiere, After Effect, Filmora, Sony Vegas, Davinci Resolve ( lebih ke color grading ), kalau yang pake Apel kroak ( MAC ) ya ada Final Cut Pro, nah kalau ditanya yang paling bagus mana ya jawabnya relatif, kan edit video itu tidak cuma bergantung pada aplikasi / software saja, sekarang kalau di rumah cuma punya laptop yang spesifikasinya masih biasa, hanya untuk keperluan tulis menulis dan internetan terus mau maksa pakai Davinci Resolve ? kan ga support.

Jadi gini, untuk membut sebuah video, baik dari proses pengambilan gambar dan pengolahan / edit gambar, sebetulnya kita perlu mempertimbangkan beberapa point :
  • Tujuan pembuatan video
  • Output video yang ingin dihasilkan
  • Alat pengambilan gambar ( kamera dan perlengkapannya )
  • Aplikasi / Software yang ingin digunakan ( tentunya juga hardware laptop / komputer yang support )
  • Brainware alias sumber daya manusianya
 Oke saya bahas satu per satu dari beberapa point tersebut dengan ke-sok-tahu-an saya dan dengan sedikit pengalaman yang saya pernah alami.

Tujuan pembuatan video

Nah awal untuk membuat video adalah tujuannya dulu baik itu untuk membuat video iseng, iseng tapi serius, serius tapi iseng atau total serius, ini akan mempengaruhi pemilihan alat (kamera dan perlengkapannya ), software dan tentunya brainware-nya. Jadi misal ingin membuat video klip yang hasil yang gambarnya bagus, kualitas gambar tajam, gambar stabil dan pengin outputnya warnanya keren, nanti akan butuh alat dan aplikasi yang cukup mumpuni untuk bisa memenuhi hasrat membuat video klip tersebut.

Beda cerita ketika tujuan awal adalah untuk membuat video dokumentasi pribadi yang biasa-biasa saja, mungkin cukup dengan menggunakan kamera handphone, di edit langsung di handphone dengan aplikasi-aplikasi seperti viva video, adobe clip, dan lain sebagainya.

Output video yang ingin dihasilkan

Nah di tujuan awal sebetulnya sudah disinggung tentang output video yang dihasilkan, dalam contoh di atas adalah "video klip yang hasil yang gambarnya bagus, kualitas gambar tajam, gambar stabil dan pengin outputnya warnanya keren". Keinginan untuk membuat video tersebut harusnya bisa diukur oleh si pembuat, jadi di sini perlu adanya kesadaran diri dan tidak boleh hanya menuruti ego saja, karena nanti akan disesuaikan sama yang namanya alat, waktu, bahkan hingga biaya, jadi perlu di ukur ya keinginan dan kemampuan biar seimbang.

Misal ingin bikin video aerial yang bisa kelihatan jauh dari ketinggian, nah kan perlu menggunakan drone, biaya sewa drone cukup mahal, apalagi kalau beli, jadi perlu dipertimbangkan keinginan bikin video aerial-nya, kalau tetep maksa harus ya konsekuensi-nya siapin budged lebih.

<

Alat pengambilan gambar ( kamera dan perlengkapannya )

Di point inilah yang kadang membuat seseorang /  saya pribadi merasa cukup banyak pertimbangan. Dengan ego / kemauan besar untuk bikin video yang output-nya keren, dengan sejuta angan-angan yang begitu liar seringkali nge-drop ketika sudah dihadapkan dengan alat, walaupun banyak quote bijak yang bilang "berkarya jangan terhalang oleh alat, alat seminim apapun asal kita bisa, pasti hasilnya bagus" ehmmmmmm namanya juga quote, itu kan penyemangat, di lain sisi kita perlu lho sedikit mengesampingkan quote, misal dalam kasus tadi, ketika ingin mendapatkan video dengan gambar aerial, maka diperlukan entah itu menggunakan pesawat, helicopter atau drone. Sekarang kalau bilang jangan terhalang oleh alat, terus pengin dapet video aerial gimana coba ? apa ya mau naik elang yang mirip di sinetron-sinetron itu ? ya lagi-lagi tetep butuh alat dan sumber daya manusia yang cocok untuk kebutuhan tersebut kan ?

*Aerial artinya udara, yang kini cukup jadi istilah yang sering dipakai temen-temen fotografi maupun videografi untuk menyebutkan teknik pengambilan gambar dari udara.


Baru sampai point itu saja sudah banyak sekali yang perlu dipertimbangkan, oke sebenatnya tinggal balik ke poin pertama saja sih, mau bikin yang iseng, iseng banget, atau serius hingga serius banget, jadi nanti point point berikutnya menyesuaikan. Dua point selanjutnya sepertinya tak perlu saya teruskan, nanti bakal panjang dan mungkin bisa saya teruskan di lain waktu, atau di tulisan saya selanjutnya.


Rabu, 20 Desember 2017

Buku Soekamti Goes To Papua - Endank Soekamti

SELAMATHARIAIR.COM - Belum lama ini sekelompok pemuda yang cukup tua nan bahaya dari Yogyakarta membuat sebuah proyek album baru mereka, mereka adalah Endank Soekamti. Band yang menggunakan nama gurunya tanpa izin ini cukup menjadi kiblat band-band indie baik di Yogyakarta maupun di beberapa wilayah lain, tak jarang kini banyak band yang menjual boxset karena ter-influence Endank Soekamti, media audio visual juga menjadi salah satu yang meng-influence dan menjadi trend di skema musik independent, sebagian ya karena ter-influence oleh program #Thestoryofsoekamti atau bahkan DOES ( Diary of Erix Soekamti ) yang secara konsisten mampu mengunggah video di kanal youtubenya. 

Buku Soekamti Goes to Papua
Saya yang cukup suka rilisan fisik hingga saat ini belum punya rilisan fisik Endank Soekamti, entah kenapa saya lebih suka menonton video mereka ketimbang mendengarkan musiknya, beda dengan band-band lain yang sudah saya koleksi rilisan fisiknya seperti Melancholic Bitch, Frau, Stars And Rabbit, Sisir Tanah, Multatuli, Tony Q Rastafara, You Go Away I'm Here, Silampukau, Death Vomit, Ras Muhamad, Indonesian Rice dan lain sebagainya, mungkin bukan karena alasan tidak suka dengan rilisan fisik Endank Soekamti, lebih tepatnya karena rilisan fisik Endank Soekamti biasnya dibundle boxset yang harganya cukup mahal untuk ukuran saya pribadi. Ibarat di hitung kasarnya ketika saya harus beli bundling boxset seharga 250 ribu hanya dapat 1 band, ketika saya belanjakan rilisan fisik band-band lain bisa dapet 5 hingga 6 rilisan, jadi cukup banyak referensi rilisan fisik yang bisa saya koleksi.

Album "Salam Indonesia" milik Endank Soekamti ini lagi-lagi punya daya tarik sendiri, mereka rekaman di Indonesia bagian timur yang begitu kaya dengan keindahan alamnya, kebetulan tak hanya rekaman, tak hanya membuat karya berupa album, salah satu yang menarik di sini adalah dibuatnya karya cerita perjalanan mereka ke Papua yang dituangkan dalam sebuah buku berjudul "Seokamti Goes to Papua" yang ditulis oleh Pak Iwan Pribadi, yang singkat cerita kini bisa contact-contact'an dengan beliau hingga berkesempatan baca buku karya beliau.

karena kelalaian dalam penyimpanan, cover buku jadi sedikit rusak

Membaca buku Soekamti Goes to Papua karya Pak Iwan Pribadi saya diajak untuk berimajinasi liar membayangkan bagaimana senangnya naik kapal Kurabesi, bagaimana ketemu Kak Rani, Kak Melky dan yang lain. Imajinasi liar tentang bagaimana berburu gambar sunset atau sunrise dalam keadaan kapal yang bergoyang, berimajinasi bagaimana mengunyah pinang, bagaimana bertemu dengan adik-adik di Papua sana. Beberapa kali ikut kegiatan SIP ( Sekolah Inspirasi Pedalaman ) Banjarnegara ( IG : @SIPBanjarnegara ) , terjun ke sekolah padalaman di Banjarnegara saja begitu menyenangkan ketemu anak-anak di daerah sendiri, bagaimana dengan di Papua sana ? pasti lebih seru, lebih menyenangkan dan sangat menginspirasi ketika baca perjuangan adik-adik di Papua sana ketika akan melangsungkan ujian nasional, sungguh perjuangan mereka sangat menginspirasi.


buku Soekamti Goes to Papua lengkap dengan gambar berwana

Imajinasi liar sedikit ter-redam ketika foto-foto disajikan, seolah saya di dikte untuk lebih kalem dalam berimajinasi, mungkin ini salah satu kritik untuk buku Soekamti Goes to Papua ini, yaitu gambar yang diletakan di  tiap akhir bagian sebelum berganti judul itu letaknya di belakang. Seperti yang saya rasakan misalnya di halaman 179 ada gambar Kalibiru alias Worbyai nan begitu sejuk dan indah itu diceritakan dalam bentuk teks di halaman-halaman selanjutnya. Kenapa gambar tersebut tidak diletakan di halaman belakang setelah tulisan itu selesai, misal di buku ini berarti ditaruh di halaman 197/198 sehingga imajinasi liar dan membaca teks tentang Kalibiru begitu penasaran seperti apa wujud Kalibiru itu sesungguhnya.

Mungkin itu kritik yang bisa saya tuliskan di sini, barangkali Pak Iwan Pribadi ( www.temukonco.com ) atau tim Euforia atau Endank Soekamti ada yang nyasar ke blog saya ini, heheheee. Terima kasih untuk karya yang istimewa ini, terima kasih sudah berbagi cerita melalui buku Soekamti Goes to Papua, terima kasih banyak.

Ada juga beberapa tulisan yang tidak ditemukan di Buku Soekamti Goes to Papua, silakan bisa di nikmati di laman milik Pak Iwan Pribadi :
Untuk melihat bagaimana cerita tersebut dalam media audio visual, silakan tonton di kanal youtube Endank Soekamti :



Sabtu, 16 Desember 2017

Alamat Kopi Klotok Jogja

SELAMATHARIAIR.COM - Kalian masuk blog ini dengan tujuan nyari alamat kopi klotok Jogja kan ? ehm bentar yak, kenapa kalian gak coba via google map saja ? kan cepet dan bisa sekalian dapet petunjuk arah kalau via google map, kenapa malah lewat browser dan nyasar ke blog selamathariair.com ini ? 

Eh bentar yak, sebelumnya terima kasih sudah nyasar ke blog ini, ga ada salahnya baca tulisan sampai selesai karena sudah kebanjur masuk dan baca sampai sini, atau bisa juga baca tulisan lain yang gak penting-penting amat tapi sepertinya bakal bikin kalian penasaran lhooooo, bonusnya nanti tak sematkan map ke kopi Klotok Jogja deh, giamana ?



Kopi di Warung Kopi Klotok Jogja
Nah baca tulisan ini sambil bayangin nikmatnya ngopi di Kopi Klotok Jogja juga boleh, atau sambil ngopi di rumah pun sah sah saja lhooooo. Nah sekarang serius dikit yak, jadi mau cerita beberapa kali datang ke Kopi Klotok Jogja yang letaknya di daerah Kaliurang ( Jogja bagian utara ) yang bisa kalian tempuh menggunakan menggunakan kendaraan roda dua, tida atau empat, penulis tidak merekomendasikan kalian ke Kopi Klotok Jogja menggunakan pesawat atau kereta, soalnya di Kopi Klotok Jogja gak ada bandara dan stasiun, perlu dicatat lho ya.


Sudah saya sematkan map ke Kopi Klotok Jogja, sekarang saya akan mencoba menuliskan beberapa yang barangkali bisa jadi informasi sedikit sebelum kalian datang ke sana. Berikut beberapa poin yang perlu disiapkan untuk ke Kopi Klotok Jogja :


  • Pastikan anda sedang dalam keadaan sehat
  • Berdoa ketika akan berangkat ke Kopi Klotok Jogja
  • Berhati-hati ketika sedang dalam perjalanan ke Kopi Klotok Jogja
  • Bawalah uang cash, karena di Kopi Klotok tidak menerima pembayaran gesek
  • Di Kopi Klotok jika rombongan, mending salah satu atau dua langsung nyari tempat (meja) dulu kemudian yang lain ambil makan langsung ke belakang, di Kopi Klotok makanan prasmanan, jadi langsung ambil sendiri.
  • Pengguna rokok elektrik ( vapor ) mohon untuk tidak menggunakannya di Kopi Klotok
  • Di Kopi Klotok disediakan tembakau dan kertas secara gratis, nglinting saja di sini, mumppung gratis dan dilarang menggunakan rokok elektrik.
  • Rekomendasi menu adalah kopi hitam dan pisang goreng
nglinting tembakau
Momong Bos Wicak

bukan iklan / endorse yakkk


Beberapa poin di atas adalah menurut ke sok-tahu-an penulis dan menurut pengalaman saya yang beberapa kali ke Kopi Klotok Jogja. Semoga ke sini bukan pas long week-end karena bakal penuh dan akhirnya kurang menikmati suasana, yang ada nanti cuma nggrundel dalam hati lhoooo. 

( Pas nulis bagian ini, mendadak bergenti, ada gempa yang menurut sumber twitter @infoBMKG : Mag:6.9 SR, 15-Dec-17 23:47:58 WIB, Lok:7.75 LS,108.11 BT (11 km BaratDaya KAB-TASIKMALAYA-JABAR), Kedlmn:107 Km #BMKG )

infobmkg
twitter @infoBMKG

Nah kembali lagi ke Kopi Klotok Jogja, di sini kalian akan dimanjakan dengan bangunan tradisional lengkap dengan kursi, meja dan beberapa hiasan yang bakal membawa kita membayangkan bagaimana dulu kehidupan mbah buyut kita. Di bagian belakang Kopi Klotok Jogja ada sawah yang nambah suasana pedesaan makin terasa, cukup edukatif untuk membawa anak-anak kecil ke sini, biar mereka tau wujud sawah yang sesungghnya.

Azlan sedang motret macro ceritanya


ini juga sedang pura-pura hunting macro


Kamis, 14 Desember 2017

Menggunakan Transportasi Kereta Api Kini Makin Nyaman

SELAMATHARIAIR.COM - Ingatkah dengan lagu anak ketika kita semua masih kecil dulu, nyanyian tentang kereta api yang berjudul "Naik Kereta Api" sepertinya kini sudah tak terdengar lagi oleh anak kecil masa kini, anak kecil sekarang lebih apal lagu Let It Go atau Jaran Goyang ketimbang lagu anak seprti lagu Naik Kereta Api tersebut.

Kereta Api Indonesia



Yang lupa lirik lagu naik kereta api, silakan ingat kembali liriknya, berikut lirik lagu Naik Kereta Api :

Naik kereta api ... tut ... tut ... tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung ... Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama

Cepat kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut
K'retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun


Lirik lagu tersebut jika dicermati ada pembelajaran untuk saling berbagi, bisa dilihat pada lirik bagian "Ke Bandung ... Surabaya, Bolehlah naik dengan percuma, Ayo temanku lekas naik, Keretaku tak berhenti lama" dalam lirik ini seolah si anak (penyanyi) punya kereta dan mengajak teman-teman nya untuk ikut ke keretanya, bukan kah nilai edukasi yang begitu baik di lagu anak ini, lantas kemana lagu anak di zaman sekarang ini, seperti tenggelam begitu saja, mengapa bisa demikian ? siapa yang salah atas semua ini ?

Oke sekarang ngomongin soal kereta api, diamana dulu pengalaman pertama naik kereta api di tahun 2011 dari stasiun Purwokerto ke stasiun Pasar Senen, pengalaman pertama yang cukup berkesan, kereta dulu begitu carut marut, bayangkan dulu masih ada penjual asongan di atas gerbong kereta, jumlah muatan pun tak sesuai kursi, jadi banyak yang tak dapat tempat duduk, begitupun dengan saya, ketika itu duduk di sambungan antar gerbong, deket toilet, bisa dibayangkan ketika ada orang ke toilet, bagaimana bau dan begitu umpel-umpelan (berdesakan) dengan sesama pegguna jasa transportasi darat ini, yang tak seindah lirik lagu 'Naik Kereta Api'

umpel umpelan pun sempat foto
Perubahan, meningkatnya layanan transportasi kereta api ini saya rasakan tahun 2013 ketika ke Jakarta, sungguh begitu drastis peningkatannya hingga akhirnya kini sering kali menggunakan jasa layanan kereta api ketika bepergian ke Jakarta, paling sering ke Jakarta kalau naik kereta soalnya. Nah belum lama ini ke Cimanggis, Depok, Jawa Barat ke rumah kakak perempuan saya, sembari menjalankan satu misi (konsultasi ke dokter), saya pilih menggunakan kereta api sekalian ngajakin Mba Patjar naik kereta, karena dia belum pernah naik kereta, itung-itung buat kado ke dia untuk perayaan 1097 hari alias 3 tahun bersama pemilik akun twitter @_kedhanakedhini ( Rachmawati Kurnia Sari ). "Hmmm.. Perjalanan ke Ibukota untuk kali pertama dan ga bakal dilupain. Kalo dibandingin naik bis, kendaraan pribadi, atau kapal,  kereta lebih nyaman pake banget. Kekhawatiran akan resiko (kecelakaan) mungkin sedikit kecil drpd naik yang lainnya. Kadang kalo naik (bis, kendaraan pribadi, atau kapal) gampang bosen kali ya, tapi kalo naik kereta tuh beda kayak blusukan 😁. Apalagi ada cafe berjalan hahaha. Jadi sayang banget kalo naik kereta cuma merem" ungkap Rachmawati Kurnia Sari ketika ditanya bagaimana pengalaman perdana naik kereta api.


ngopi dan makan di gerbong restorasi kereta api adalah cara menghilkan kejenuhan
Gerbong restorasi Kereta Ekonomi Jaka Tingkir
Gerbong Restorasi Kereta Ekonomi Jaka Tingkir
Gerbong restorasi ini cukup menjadi tempat favorit ketika berada di perjalanan menggunakan jasa transportasi kereta api, di gerbong ini kita dimanjakan seperti sedang nongkrong di cafe, seprti cafe berjalan kalau kata Mba Patjar, di sini bisa makan atau sekedar ngopi sambil liat pemandangan di luar kereta, recomended di sini, perlu nyoba ke gerbong restorasi jika kalian menggunakan kereta api, bakal betah dan ketagihan.

Pelayanan dari pemesanan tiket hingga fasilitas-fasilitas baik di stasiun maupun di dalam kereta api, kini sudah baik, pelayan yang ramah, stasiun yang sudah cukup aman karena hanya yang memiliki tiket yang bisa masuk ke peron stasiun, kebersihan kereta api dan juga toiletnya, pokoknya ini sangat amat worth it lah. 

Eh sempet denger wacana kalau mau ada lagi alias di aktifin lagi jalur kereta yang lewat Banjarnegara seprti bertahun-tahun lalu, hanya saja belum ada kejelasan, padahal berharap banget ada kereta api lewat Banjarnegara, eh sekalian juga dikasih stasiun di Banjrnegara, kan enak tuh, bakalan lebih suka naik kereta api.

semenjak potong rambut berasa umur jadi 17 tahun
Gerbong Kereta Api Ekonomi Jaka Tingkir


sedang memikirkan "mau nulis apa ya di kedhanakedhini.com nanti"


Order tiket kereta api bisa online lewat aplikasi KAI Accsess yang bisa kita download di playstore, ini cukup memanjakan pengguna. Selain itu e-boarding pun kini begitu membantu, tak harus print tiket, cukup scan barcode yang ada di aplikasi dan nunjukin KTP bisa langsung masuk, pokoknya lebih enak dan ga perlu ngantri print tiket deh, semakin maju, semoga mega proyek e-ktp besok bisa begini, tak seperti ktp konvensional yang harus fotokopi KTP tiap butuh persyaratan KTP, mbok ya tinggal di scan, kan udah e-ktp, berarti kan udah elektronik, udah pake sistem yang terintegrasi, masa kalah sama e-tol, e-money, ktm kampusku, dan kalah sama member card indo/alfa, gegara di korupsi mungkin ya, jadi e-ktp nya nihil.

Kamis, 07 Desember 2017

Kadonya Gak Romantis Blas Ya ?

SELAMATHARIAIR.COM - Mbel, halo mbel, selamat hari jadi ke-3 ya... Tak hany judul dan kadonya yang gak romantis blas, panggilan "sayang" pun hampir jarang dan bisa dihitung, dasar (saya) lelaki tak romantis, manggil pacar sendiri dengan panggilan 'MBEL', gimana bisa romantis ngasih kado berupa bunga dan cokelat, panggilan sayangnya pun cukup absurd.

Tak apalah, apa arti romantis jika dibuat-buat, mending ngalir saja begini, ga perlu romantis yang penting bisa ngajak kamu piknik ke pantai itu sudah lebih dari cukup Mbel, tau sendiri lah si bocah pemilik akun twitter @_kedhanakedhini ini paling demen sama yang namanya pantai, sepertinya Ibuknya dulu nyidam putri duyung deh.


Tak seperti temen lain yang anniversary'nya dirayain pake partyplanner dan bikin kejutan nan romantis dengan booking cafe dan disertai hiasan candle night dinner dan balon balon bertuliskan anniversary. Anniversary kali ini seperti biasa, tak ada romantisnya sedikitpun, hanya saja bakal nambah koleksimu, tak hanya panggilan sayangku ke kamu yang absurd, hobymu mengkoleksi diecast pun tergolong absurd di jaman milenial seperti ini, dimana cewek lain koleksi tas sama sepatu atau apalah, ini kamu malah koleksi diecast, kan cukup absurd.

Kado kali ini cukup sederhana, ngajak kamu jalan naik kereta dari Jogja ke Jakarta pulang pergi, ditambah Diecast '53 FORD CRESTLINE SUNLINER skala 1:32 yang tentunya tanpa disebutin harganya kamu lebih paham urusan ini. 

'53 FORD CRESTLINE SUNLINER
'53 FORD CRESTLINE SUNLINER

'53 FORD CRESTLINE SUNLINER
'53 FORD CRESTLINE SUNLINER


Terima kasih sudah menjadi partner yang baik, yang cukup sabar, semoga selalu terjaga ya kerjasamanya, sehat sehat ya, sekali lagi selamat. Selamat tanggal 7 bulan 12 untuk yang ketiga kalinya. Semogaa makin produktif nulisnya yak, kasian domain kedhanakedhini.com dianggurin lhoooooo.

Rachmawati Kurnia Sari a.k.a KedhanaKedhini a.k.a Mbel

Rabu, 06 Desember 2017

Ayam Bakar Tulang Lunak Banjarnegara

SELAMATHARIAIR.COM - Beberapa waktu lalu denger kabar kalau temen punya usaha baru, namanya ABANGLU, akronim dari Ayam bakar tulang lunak. Pemiliknya adalah Mba Dian, salah satu pegiat seni lukis lulusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang yang identik dengan karya doodle-nya . Nah selang beberapa bulan usaha tersebut jalan, eh di DM akun official-nya ABANGLU di instagram @abanglu_ . Isi DM intinya mau ngasih gratis buat dicicipin, semacam endorsement, namun sepertinya belum layak untuk disebut endorsement karena saya belum jadi apa-apa, belum jadi siapa-siapa yang patut menyandang status endorsement.


Sempat mikir beberapa waktu, antara mau nolak tapi ga enak, kalau diterima juga kebetulan saya sudah hampir satu tahun ini tidak makan daging merah. Kemudian untuk menghindari pemikiran-pemikiran negatif, langsung saya iya-kan begitu saja hingga akhirnya satu paket Ayam Bakar Tulang Lunak ini diantar oleh tim dari Abanglu ( kebetulan saat itu COD di Bara Coffee )



Ayam Bakar Tulang Lunak
Karena saya tidak makan daging merah, maka sepaket Ayam bakar tulang lunak ini saya bawa pulang ke rumah. Kemudian saya ceritakan ke Ibu bahwa teman punya usaha baru, saya diberi untuk nyobain, jadi biar Ibu yang nyobain dan ngasih testimoni.
"Enak, balung'e amoh temanan" ( Enak tulangnya lunak beneran ) ungkap Ibu setelah menghabiskan Ayam bakar tulang lunak tersebut. 

Buat temen-temen yang mau order Ayam bakar tulang lunak bisa langsung ke Warung di Jl. Tirtosari Semarang Kidul ( Banjarnegara ), tepatnya di depan gerbang perum. Korpri / deket Puskesmas 2 Banjarnegara, buka pukul 11:00 wib hingga pukul 20:00 wib 

Untuk kalian yang ada di wilayah kota Banjarnegara tidak usah khawatir, di Abanglu kalian juga bisa delivery order ke contact WA 0897 6663 001 atau PIN D50627BB , delevery order pun sama seperti jam operasional warung ya.

pricelist Abanglu
Nah pricelistnya sudah ada, contact pun sudah tercantum di atas, lalu kapan kamu mau order ? segera order dan rasakan sensasi makan Ayam Bakar dengan tulang-tulangnya hingga habis, niscaya perut laparmu tak akan berontak lagi.

Oh iya, ngomongin si pemilik, Mba Dian yang jago doodle, kalian bisa kepoin akun instagram @fdiannr_gallery atau akun pribadinya @fdiannr , beberapa hasil karya doodlenya diunggah di akun tersebut, beliau juga pernah mengikuti beberapa pameran hingga ke luar negeri. Dan dulu sempet dibikinin karya doodle juga oleh Mba Dian, berikut hasilnya 

foto pas rambutku masih gimbal dan mba patjar belum berjilbab
foto pas rambutku masih gimbal dan hoby palnkin

Jakarta Peace Concert with Julian Marley

SELAMATHARIAIR.COM - Jakarta, lagi-lagi jadi tempat yang saya kunjungi untuk gelaran event musik besar. Setelah dulu nonton konser Big Mountain di gelaran Indonesia Reggae Festival, kemudian hampir nonton Rebelution juga di Jakarta namun acara di cencel, kini akhirnya ke Jakarta lagi untuk nonton putra legendaris musik reggae, yaitu Bob Marley, sang putra bernama Julian Marley bersama band The Up Rising menggetarkan skema musik reggae di Indonesia. Kedatangan Julian Marley menjadi catatan sejarah penting untuk musik reggae di Indonesia dimana ini adalah kali pertama keluarga trah Marley konser di Indonesia.

Julian Marley on stage


Lagi-lagi nonton konser ke Jakarta bareng Agung ( vokalis band Agung N RW ) dan selalu ada cerita tentang kami dan kereta api. Pertama kali naik kereta api pas nonton Big Mountain, dari stasiun Purwokerto hingga stasiun Pasar Senen bisa dibilang 80% perjalanan kami berdiri, duduk pun lesehan, di deket toilet, di sambungan antar gerbong, sungguh tidak karuan jasa transportasi kereta api saat itu. Kemudian sampai stasiun pasar senen tas kena silet orang jahat 2 handphone pun dibawanya ( dibaca : kecopetan ). Beda cerita dengan perjalanan kali ini, kami yang sudah pesan tiket jauh-jauh hari dapet tiket pukul 16:30 wib hari jum'at ( 17/11/2017 ) start via stasiun Purwokerto. Karena hujan dan terlalu selow, akhirnya telat, kami tiba di Purwokerto sekitar pukul 16:55 wib, akhirnya beli tiket baru dan dapet di jam 18:20 wib. Mulai dari fasilitas stasiun, penjagaan, regulasi dan kebersihan stasiun pun juga kereta sudah berubah drastis, kini sungguh acungan jempol untuk pelayanan jasa transportasi kereta api, recomended untuk perjalanan jauh ke luar kota.


Kami berdua tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 23:40 wib dan disambut fake Go-Car, kenapa bisa fake Go-Car ? ya karena si driver Go-Car ini tak mau online via aplikasi, kami di antar ke Rumah kak Bolon secara cuma-cuma, si driver ini bernama Kak Cahyadi Kurniawan atau yg akrab dipanggil kak Onthel, dia pernah satu tahun bareng saya di Jogja, berproses bersama di Djimbe Art, kami produksi rambut gimbal sambungan dan juga alat musik Djembe. Dari stasiun Pasar Senen sampai ke daerah Gandaria City kami bertiga ( Agung, Onthel dan saya ) ngobrol banyak, tak langsung ke tempat tujuan, kami mampir ke Taman .....untuk makan malam dan ngobrol. Setelah makan dan selesai ngobrol aplikasi gojek saya aktifkan, pun juga dengan kak onthel, aplikasi gojek sebagai driver go-car pun dia aktifkan kemudian saya order go-car dan di terima oleh kak Onthel, di sinilah alasan kenapa saya menulis dia fake go-car pada awal tulisan, hahahahahaaa.
Tiba di rumah bolon sekitar jam setengah 3 pagi, kami ngopi, ngobrol hingga subuh, kemudian kak onthel cabut, melaksanakan tugasnya sebagai driver go-car sesungguhnya, kami pun istirahat hingga menjelang siang. 

saya, agung dan bolon
pemandangan dari teras rumah kak Bolon

nyobain mirrorless-nya kak Bolon


Bangun tidur, makan, ngopi, ngobrol santai kemudian baru mandi, setelah itu prepare menuju Ancol untuk gelaran Jakarta Peace Concert. Lagi-lagi kami menggunakan jasa transportasi online sebagai transportasi kami keliling Jakarta, kami sangat terbantu dengan adanya Gojek dan Grab, selain nyaman harga pun relatif murah dibanding ojek dan taxi konvensional ( tarif ojek / taxi konvensional kadang mencekik, apalagi untuk anak kampung seperti kami yang tak hafal Jakarta ).

Sesampainya di Ancol kami berdua ( Agung & saya ) langsung ke pintu masuk, membeli tiket seharga 20.000 per orang untuk masuk area Ancol. Jarak dari pintu masuk hingga Allianz Eco Par lumayan ( jauh ) jadi kami nunggu bis Wara-wiri, bis Wara-Wiri adalah bis yang disediakan untuk mempermudah pengunjung Ancol berpindah dari satu wahan ke wahana lain, bis ini gratis tis & tentunya nyaman. 

Tiba di Eco Park kami menukarkan tiket yang sudah kami beli sebelumnya lewat Mas Awan IRC ( Indonesia Reggae Comunity ) yang saat itu menjadi salah satu penyedia tiker pre-sale, kerjasama antara panitia Jakarta Peace Concert, Djatie Shop dan Indonesia Reggae Comunity. Tiket pun akhirnya kami tukar dan kami duduk di sekitar gate Jakarta Peace Concert yang saat itu masih tutup. Ngobrol hanya berdua dengan Agung sekitar 25 menit, kemudian inisiatif untuk jalan-jalan dulu, gassssss akhirnya ketemu rombongan dari Wonosobo Reggae Bersatu, ada Mas Iponk vokalis Alphablopho dan Mas Pay, ada juga Pak Njing vokalis People Java Rasta dari Purworejo ( akhirnya bisa ketemu lagi sama Pak Njing setelah bertahun-tahun tak ketemu, dulu awal ketemu di event Go Green With Reggae di Kaligesing, Purworejo ).

bareng Wonosobo Reggae Bersatu dan People Java Rasta Purworejo


Sempat ngobrol ngalor ngidul akhirnya open gate, kami pun bergegas masuk ke vanue Jakarta Peace Concert dan menyempatkan foto di depan photoboth yang telah disediakan. Kami mulai masuk barikada menyaksikan penampil seperti Senar Gitar, kemudian break, setelah itu nonton Gangstarasta, Ras Muhamad & Easy Skankin' ( ada kejutan juga featuring Toke dan Mas Bhismo Kunokini ) kemudian Tony Q Rastafara dan terakhir adalah Julian Marley and The Uprising band. Kami bertemu dengan temen-temen rombongan dari Jogja, kemudian ketemu juga sama Mas Ragil vokalis Jhony Freedom Purwokerto, kemudian ketemu juga Mas Ibob Sebumi. 

Sungguh pengalaman luar biasa bisa nonton secara langsung putra dari Bob Marley, yaitu Julian Marley, sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Memang beda sekali musik reggae yang dibawakan, tak seperti musik reggae yang dibawakan oleh musisi tanah air. "Pancen beda ya reggae sing digawa sekang pergerakan, pembawaan'e lewih ulih dan musik'e pun lewih enak, kick drum'e wis kaya bass, bassis'e tinggal nambahi" mungkin singkatnya begitu ungkap Mas Ragil vokalis Jhony Freedom yang saat itu bersebelahan dengan saya.

Juju Royal / Julian Marley


Semoga dengan datangnya Julian Marley ke Indonesia bisa menjadi pembelajaran untuk musisi reggae di Indonesia, untuk penikmat reggae di Indonesia dan semoga menjadi pelajaran yang positif. Semoga next event ada Damian Marley, Ki-many Marley atau Ziggy Marley ke Indonesia. 

Terima kasih banyak saya ucapkan untuk Gusti Allah yang sudah memberi kelancaran perjalanan kami hingga sampai rumah lagi dengan selamat, terima kasih panitia Jakarta Peace Concert, terima kasih Kak Bolon dan Mba Puput, terima kasih kak Onthel fake Go-Car, terima kasih temen-temen Wonosobo Reggae Bersatu, Indonesia Reggae Comunity, terima kasih mas Ragil Jhony Freedom dan Mas Ibob Sebumi, terima kasih untuk semuanya yang telah menjadi bagian cerita perjalanan saya ke Jakarta Peace Concert.

Jakarta Peace Concert begitu pecah !
Tonton juga video saya, perjalanan ke Jakarta Peace Concert, jika berkenan like dan subscribe channel saya :

Solidaritas untuk Petani Kulonprogo - KULONPROGO (MASIH) MELAWAN !

SELAMATHARIAIR.COM - Lagi-lagi masalah agraria terjadi di bumi Nusantara ini, setelah beberapa kasus seperti di Rembang, di Banyumas tepatnya di gunung Slamet, di Banjarnegara pun seperti di Hutan Terbis ( Batur ), galian C Gumiwang kec. Bawang, dan juga di Jenggawur kec. Banjarmangu dan di tempat lain yang tak sempat tersorot media. Kini di daerah Temon, Kulonprogo sedang terjadi penggusuran warga (secara paksa) dikarenakan akan dibangun bandara 'New Yogyakarta International Airport' .

Selasa ( 05/12/2017 ) beberapa relawan dari LPM ( Lembaga Pers Mahasiswa ) diamankan aparat karena dituduh memprovokasi warga dan dengan tuduhan mengganggu ketertiban masyarakat.


doa dan aksi solidaritas untuk petani Kulonprogo ( lokasi : Tugu Jogja )
Setelah terjadi penangkapan beberapa relawan yang berada di Temon, Kulonprogo, beberapa pegiat lingkungan, seniman, musisi dan mahasiswa menggelar aksi solidaritas untuk petani Kulonprogo, gelaran ini digelar di Tugu Jogja pada hari Selasa malam ( 05/12/2017 ) mulai pukul 19:30 wib hingga 23:30 wib. Gelaran ini menggandeng beberapa nama seperti Deugalih, Fj. Kunting, Irfan R. Darajat, Kepal SPI, Perpustakaan Jalanan DIY, Rio Satrio, Shoppinglist, Sisir Tanah, Terasering dan Umar Haen. 


Dalam gelaran doa dan solidaritas untuk petani Kulonprogo tersebut, ada press release yang dibagikan, isi press release tersebut adalah sebagai berikut :

KULON PROGO (MASIH) MELAWAN!

Menjelang hari-hari terahir pemerataan ttal yang akan dilakukan pihak angkasa pura tanggal 4 Desember 2017, sampai saat ini sebagian masyarakat Kulonprogo masih tetap berdiri untuk mempertahankan hak atas tanah dan bangunan milik mereka secara utuh. Selama ini, mereka tidak pernah merasa menjual tanah kepada siapapun, termasuk ke pihak Angkasa Pura yang dalam hal ini sebagai pemegang proyek NYIA ( New Yogyakarta International Airport ). Sebagian besar dari matapencaharian masyarakat tersebut adalah petani. Mereka hidup dari lahan yang nantinya akan digusur dan digantikan dengan megaproyek NYIA tersebut.

Kronologi :

hari senin, 27/11/2017,
PT. Angkasa Pura 1 bersama pengawalan ketat aparat gabungan polisi, tentara dan preman secara serentak melakukan intimidasi guna menggusur paksa warga penolak pembangunan bandara Kulonprogo yang sampai detik ini masih mempertahankan hak-hak atas kepemilikannya. Rumah dan jendela dirusak, pintu dicongkel, saluran listrik dari pusat diputus dan warga sampai saat ini masih tetap beraktivitas tanpa adanya daya listrik.

Aktivitas merusak terus dilakukan, bahkan masjid untuk warga dusun beribadah juga habis menjadi sasaran.

Tindakan AP 1 beserta aparat kepolisian adalah tindaan sewenang-wenang. Bagi warga tani, New Yogyakarta International Airport bukanlah kepentingan umum, justru proyek bandara tersebut jelas akan merampas banyak ruang hidup masyarakat umum, sedangkan aparat kepolisian, ukannya melindungi, malah justru melanggar hukum atas proyek tersebut dengan bersikap tidak netral. Polisi membantu proses penggusuran tanah dengan mengerahkan personilnya untuk mengintimidasi sampai merusak rumah-rumah warga.

Warga tani di hari-hari ini tidak lagi bisa kirkan dan pergi bekerja di lahan pertaniannya. Keseharian warga yang tersisa hanya berjaga-jaga apabila mesin-mesin berat kembali bekerja menggusur dan meratakan rumah. Anak-anak tidak bisa belajar, mengerjakan tugas sekolah, atau belajar untuk persiapan UAS yang sedang berlangsung minggu-minggu ini.

Tanggal 4 Desember nanti pihak angkasa pura akan meratakan tanah dan rumah yang masih ada di wilayah tersebut, dan sekali lagi kita akan melihat bagaimana Negara dan pemerintahan mengorbankan rakyatnya sendiri, merampas hak milik, dan ruang hidup rakyatnya sendiri atas nama kemajuan dan pembangunan, seperti yang pernah dan akan selalu kita saksikan dimanapun kita berada. Dan petani Kulonprogo masih tetap melawan, selayaknya orang yang dirampas haknya yang memang harus melawan. Dan selemah-lemahnya iman, kita sebagai manusia yang neruntung tidak ditakdirkan hidup di posisi mereka, melihat kondisi yang sedang terjadi saat ini, kami dari perpustakaan jalanan DIY mengajak kawan-kawan sekalian untuk membantu saudara kita yang sedang berjuang di sana, karena perampasan atas ruang hidup rakyat atas nama kemajuan adalah perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan dan akan selalu terjadi di mana pun termasuk di tempat kita sendiri suatu saat nanti.



Press release yang dibuat oleh Perpustakaan Jalanan DIY tersebut cukup menggambarkan bagaimana kondisi di Kulonprogo, bagaimana kondisi petani dan warga di sana. Aksi solidaritas yang dilakukan temen-temen di Tugu Jogja bukan untuk gaya-gayan, bukan untuk cari masa para band / penampil, datangnya mereka ke gelaran tersebut adalah kesadaran untuk berjejaring, bersama-sama mencoba mencari keadilan. 

aksi berlangsung damai dan lancar tak ada halangan satu apapun


Aksi solidaritas semacam ini adalah bentuk lain dari aktivitas relawan yang terjun langsung ke TKP, saya sendiri pun merasakan demikian, belum bisa terjun langsung ke TKP sehingga mendatangi aksi-aksi solidaritas, berjejaring dan memviralkan berita "Darurat Agraria" adalah bentuk lain dari sebuah pergerakan. Mungkin ada saatnya nanti saya akan terjun langsung, berhadapan dengan suasana yang mencekam dan bahkan bisa jadi seperti temen-temen aktivis yang ditangkap, semua ada waktunya, kapasitasku saat ini baru bisa membantu publikasi, menyebarkan berita-berita tersebut.

semua yang datang melantunkan tembang 'Darah Juang' bersama-sama



Selasa, 05 Desember 2017

Nonton Konser Karawitan Kridhaning Duta Pamungkas

SELAMATHARIAIR.COM - Di KontrakanSeniNingan yang menjadi tempat berproses, tempat berteduh dan tempat berkegiatan nan entah saya di kota pelajar Yogyakarta beberapa hari ini tak muncul batang hidungnya penghuni kamar dengan nama kamar Studyo 378 yaitu Angga Dwi Kurnianto. Si gitaris band reggae Banjarnegara yang bernama Reggae Uye ( reggaeuyeband.blogspot.co.id ) dan pernah menjabat sebagai ketua UKM Kamasetra Universitas Negeri Yogyakarta ini tak nampak beberapa hari, kemana lagi dia kalau tidak ke sekre Kamasetra ? bukan tanpa alasan, tidak pulang ke kontrakan adalah bentuk dari keseriusannya mengerjakan tugasnya sebagai sutradara sekaligus komposer dalam gelaran Konser Karawitan bertajuk "Kridhaning Duta Pamungkas" yang sukses digelar dengan meriah pada hari Sabtu ( 11/11/2017 ) di Lab. Karawitan Atas, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.

kamasetra UNY
Teater ( Dagelan ) Karakter Bagong diperankan oleh Taufiqur Rohman



Kami penghuni KontrakanSeniNingan ada Tegar a.k.a Satim, Tegar Dyansa a.k.a Uwuth, Ardiyan a.k.a Ikrik, kemudian ditambah lagi pengombyong dari tetangga kos Jafar a.k.a Didi bergegas menuju ke gelaran Konser Karawitan Kridhaning Duta Pamungkas sebagai bentuk apresiasi kepada keluarga kecil kami KontrakanSeniNingan, dimana ini bukan pertama kalinya kami melakukan kegiatan seperti ini, hanya saja tergolong jarang.



www.selamathariair.com - konser karawitan kridhaning duta pamungkas
Pasien rawat inap Kontrakan SeniNingan

Konser Karawitan Kridhaning Duta Pamungkas ini adalah konser karawitan perdana yang saya lihat, mungkin sebelumnya sudah ada namun karena ketidak tahuan saya, maka ini adalah menjadi yang pertama dan tergolong baru, untuk saya pribadi. Gelaran konser Karawitan Kridhaning Duta Pamungkas yang disugukan oleh teman-teman Kamasetra Universitas Negeri Yogyakarta ini begitu apik, namun sayang ada beberapa bagian yang membuat beberapa penonton, termasuk saya cukup bosan, yaitu dalam sesi pembagian doorprize yang begitu "garing" dan memakan waktu yang cukup lama, hingga berdampak pada penghujung acara, banyak yang keluar dari gedung sebelum Konser Karawitan Kridhaning Duta Pamungkas ini berakhir, mungkin bisa menjadi PR untuk gelaran selanjutnya.

www.selamathariair.com - konser karawitan kridhaning duta pamungkas
Fragmen bertemunya Kresna dan Karna di bantaran sungai Bagiratri

www.selamathariair.com - konser karawitan kridhaning duta pamungkas
Tari Rampak yang menggambarkan Sungai Bagiratri


Selamat dan sukses selalu untuk UKM Kamasetra UNY, sukses untu saudara Angga Dwi Kurnianto, semoga kegiatan seperti ini yang telah kamu lalui proses di Yogyakarta bisa diadaptasi dan dikembangkan di kampung halaman, di Banjarnegara. Semoga secepatnya bisa membuat pertunjukan di Banjarnegara, karena buat apa jauh-jauh berproses jika nantinya kamu pulang ke Banjarnegara tak berbuat apa-apa. Semangat dan sukses !

sutradara Angga Dwi Kurnianto