Senin, 30 Oktober 2017

Julian Marley Manggung di Jakarta

SELAMATHARIAIR.COM - Mendengar nama Julian Marley pasti banyak yang langsung bertanya "itu siapanya Bob Marley" yappp marga Marley sungguh begitu melekat, Julian Marley adalah salah satu putra dari Robert Nesta Marley atau yang lebih akrab disapa Bob Marley. Julian Marley akan manggung di Indonesia tepatnya di Ibu kota, Jakarta, pada 18 November 2017. 

Dalam sebuah postingan instagram @julianrmarley pada tanggal 3 Oktober 2017, Julian Marley mengumumkan bahwa ia akan menggelar sebuah konser di Jakarta, ini sungguh berita nan luar biasa bagi beberapa penggemar musik Reggae di tanah air, Indonesia dengan caption bertuliskan "Indonesia, coming soon 🎶".


Julian Marley bersama The Up Rising akan menggetarkan panggung Allianz Ecopark Jakarta dengan dimeriahkan beberapa musisi reggae keren lainnya seperti Tony Q Rastafara, Duta Reggae Indonesia Ras Muhammad, Gangstarasta dan juga ND White. Tiket Jakarta Peace Concert Julian Marley ada beberapa kategori, tiket VIP dibandrol dengan harga Rp. 250.000 , regular OTS Rp.175.000 dan Presale Regular Rp. 150.000, harga tersebut cukup murah untuk sebuah konser dengan guest star sekelas Julian Marley. ( untuk pembelian tiket online silakan klik : Rajakarcis ).

Dulu di bulan Mei 2010 pernah juga kedatangan musisi Reggae ternama, yaitu Big Mountain, kesampaian juga buat nonton, banyak cerita dari pengalaman nonton konser Big Mountain di Pekan Raya Jakarta dulu, semoga besok pun banyak cerita seru ketika berangkat nonton konser Julian Marley.



Buat temen-temen Banjarnegara dan sekitarnya yang mau berangkat ke konser ini, boleh berkabar via twitter atau instagram @selamathariair , barangkali bisa bareng ke Jakarta, biar lebih seru dan lebih ramai. Kami rencana berangkat berdua, yaitu Agung ( vokalis Agung N RW ) dan saya dengan menggunakan jalur darat, naik kereta via stasiun Purwokerto.

Jumat, 27 Oktober 2017

Saling Menghargai Profesi

SELAMATHARIAIR.COM - Beberapa hari lalu, tepatnya hari senin tanggal 23 Oktober 2017, dalam keadaan sedikit tumbang sisa-sisa tenaga yang sudah dihabiskan di tanggal 21 hingga 22 Oktober di acara Festival Merdada, di Telaga Merdada, Dieng, Banjarnegara. Akhirnya sepakat jadi berangkat ke Dieng lagi tanggal 23 dengan project lain, kali ini adalah project video klip untuk salah satu band independent di Banjarnegara yang sedang mengerjakan sebuah album bertajuk "Meadow of Heaven".



Dalam penggarapan video klip sebuah lagu berjudul 'Meadow of Heaven' ini, saya dipercaya sepenuhnya untuk menjadi director, DOP sekaligus editor, sungguh sebuah kepercayaan yang cukup menarik sekaligus menantang untuk saya probadi. Pengambilan gambar dengan mengambil beberapa Landscape di Banjarnegara, salah satunya adalah di Padang Savana Dieng, membuat saya kembali harus mengeluarkan banyak tenaga untuk berjalan kaki hampir 40 menit dari parkiran hingga lokasi, tak begitu berat mungkin ketika dalam kondisi fit, ini sebuah tantangan, mengerjakan sebuah proyek dalam keadaan setengah fit, tapi ini adalah bentuk profesionalisme yang harus dihadapi ketika sudah menjanjikan tanggal dengan client. 





Di sini tak hanya njaluk tulung ( minta bantuan ) saja, ada apresiasi yang Gardenia berikan kepada saya, sebagai pekerja lepas yang sedang menekuni bidang multimedia, mereka mampu mengapresiasi saya seperti halnya memasrahkan sebuah project ke Production House, dengan biaya yang sudah disepakati sebelum hari H, ini sungguh profesional dan tetap bekerja menyenangkan seperti tak ada tanggungan apapun.

Terima kasih banyak untuk Mba Mia dan kedua buah hati yang begitu semangat, Alex dan Rafa ( Rafa sebagai model video klip di lagu Meadow of Heaven ), kemudian terima kasih untuk Mas Adit dan Mas Noven Gardenia, terima kasih juga untuk Manz Udje, Nata dan Tutung yang sudah membantu persiapan hingga kadang membantu membawakan perlengkapan, semoga proyek ini bisa menjadi sebuah proyek bersama yang nantinya bisa kita nikmati bersama. Terima kasih banyak !




Potong Rambut ? Siapa Takut !

SELAMATHARIAIR.COM - Rambut panjang ? kenapa kali ini saya ingin menulis seputar rambut panjang ? kenapa baru sekarang dan ada apa dengan rambut panjangku ? Hahhahahahaa, cukup lucu ketika biasanya lihat orang berambut panjang ujug-ujug (kemudian) berambut cepak / pendek, begitupun denganku, ketika melihat cermin dan rambutku ternyata sudah pendek terhitung hari ini, 27 Oktober 2017 bertepatan dengan hari Jum'at Kliwon di kalender pasaran Jawa. Bukan bermaksud mengamalkan salah satu amalan kejawen ataupun dengan itungi-tungan yang harus menghitung weton dan lain sebagainya, hanya saja kebetulan ini hari jum'at jadi cukup baik untuk memotong rambut, katanya sih sunnah Rosull, tak mengejar itu juga, karena ini waktu yang pas, ketika Bapak dan Ibuku sedang tidak terlalu sibuk, karena impianku adalah dicukur langsung oleh Bapak dan Ibu sembari di rekam (video).

"Mak, kulo cukur mak, kalih tak rekam" ucapan ini keluar dan Ibu setengah tidak percaya karena beberapa kali beliau menyuruhku potong rambut ke salon dengan iming-iming bla bla bla namun aku tak kunjung potong rambut, lha ini tanpa di suruh malah minta potong rambut, mungkin mengejutkan beliau. Jum'at sekitar pukul 13:25 kursi, tripod, kamera, gunting dan sisir sudah siap, mendadak hujan deras turun, akhirnya gagal potong rambut di halaman rumah. Akhirnya bergeser ke tempat yang cukup teduh, set tripod dan kamera kemudian guntingan pertama oleh Ibu hingga beberapa kali, kemudian guntingan selebihnya oleh Bapak. Keduanya seolah tak percaya dengan aksi nekat anak lanang yang selama ini hampir kurang lebih 4 tahun memanjangkan rambut, bahkan pernah menggimbal rambutnya. 



Alasan memotong rambut adalah membahagiakan mereka berdua, selain itu, ada juga sesosok perempuan yang sudah hampir 3 tahun ini berada di samping, kadang di depan, kadang di belakang, kadang entah ngumpet dimana, hahahahaa namanya Rachmawati Kurnia Sari, beberapa bulan sebelumnya kami sudah berduskusi soal kapan saya akan potong rambut, saya akan potong rambut setelah dia sudah benar-benar mantap menentukan pilihan untuk berhijab. Sebulan yang lalu dia memilih untuk mulai berhijab dan ini tiba waktunya saya untuk potong rambut sesuai dengan obrolan ketika dia ingin menjalankan salah satu perintah-Nya yaitu berhijab.

Ini bukan melulu tentang fashion dan simbol kebebasan, rambut panjang memang identik dengan kebebasan, bahakan identik dengan pekerja seni, seniman, musisi, dan lain sebagainya. Sering kali saya dikira kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI Jogja) hanya karena model rambutku yang gondrong. Ya memang tidak salah, orang orang selalu menilai dari covernya, itu bukan murni kesalahan mereka, beberapa persen adalah salah kita yang membranding diri kita dengan fashion yang identik. Tak apa, ini Indonesia, yang dibutuhkan sekarang adalah toleransi, mereka mengeklaim kita sebagai siapa atau sebagai apa asalkan mereka bisa bertoleransi dengan kita, ini adalah suatu hubungan sosial yang baik.


Dan selamat tinggal rambut panjang, bisa saja saya memanjangkan rambut kembali, bisa saja saya rajin potong rambut tiap 2 bulan sekali, jalani saja, ikuti alur dan prosesnya saja, karena ini adalah sebuah kenikmatan, tak perlu gengsi dengan teman di luar sana, toh ini pilihan ! menjadi tidak gondrong bukan berarti tak bisa berteman dengan mereka yang gondrong.

Senin, 16 Oktober 2017

Photo Session Neutron Banjarnegara

SELAMATHARIAIR.COM  - Cukup lama tak menulis di blog ini, setelah melakukan beberapa kesibukan, mulai dari mengerjakan project video, foto, nyicil nggarap skripsi yang entah sampai kapan akan kelar kalau kerjaan lain numpuk. Sudah sudah jangan terlalu sibuk membicarakan skripsi, akan ada saatnya masuk ruang sidang untuk dibedah habis-habisan oleh dosen penguji.

Photo Session Neutron Banjarnegara

Ya..... photo session, beberapa waktu lalu dapet tawaran motret sama Mba Vinda ( IG: @novindapitoyo ). Motret buat profil guru-guru di salah satu lembaga pendidikan, serupa tempat bimbingan belajar atau kursusan, namanya Neutron. Cukup dadakan dan cukup singkat obrolan soal hari, lokasi, waktu, konsep dan terakhir masalah budget

full team dari Neutron Banjarnegara & Wonosobo
Bermodal kamera DSLR Canon EOS 550D dan sedikit nekat tanpa bantuan alat dan crew, akhirnya photo session berlangsung sekitar pukul 10:00 wib bertempat di Serayu Adventure Indonesia. Photo session mendadak dan minim persiapan ini akhirnya bisa segera di eksekusi dengan penuh semangat karena di sela-sela pemotretan menyempatkan untuk ngopi.


Pemotretan yang begitu sederhana dan low budget ini bertepatan dengan hari kopi Internasional, kebetulan saat itu Mba Vinda ngajak Mba Radityas, kami bertiga pun akhirnya ngopi sembari merayakan Hari Kopi Internasional. Tak hanya ngopi, kami pun bertukar kopi dan ngobrol banyak soal perkembangan kopi di Banjarnegara maupun di kancah Nasional.

Mba Vinda & Mba Radityas
Nah kembali lagi ke cerita seputar pemotretan, saat permotretan cukup bingung untuk mengarahkan gaya, mereka ribut dan berebut untuk mengarahkan gaya, saya cukup diam sesekali ngomong untuk mengarahkan gaya "mas yang dibelakang nomor dua dari kanan agak maju mas" sedikit instruksi seperti itu yang sering saya lontarkan. Pengalaman motret kali ini cukup seru, karena serba dadakan dan tanpa konsep yang matang, alias asal hajar !

Nah tips buat temen-temen yang dapet job dadakan, mungkin beberapa tips berikut bisa dicoba :
1. Tanyakan jumlah peserta dan sesi foto mau per berapa orang, dengan demikian kita bisa menyiapkan lensa apa yang cocok dibawa untuk pemotretan, jangan bawa lensa 55mm untuk pemotretan full tim group yang isinya hampir satu RT, nanti repot sendiri lhoooooo.

2. Bawa crew kalau bisa, biar kita bisa ada temen ngobrol, untuk bertukar pikiran soal konsep gaya, pemilihan lokasi pemotretan dan juga yang penting adalah biar ada yang bantuin bla bla bla jika butuh sesuatu.

3. Bawa kopi biar mood terjaga, biar semangat dan bisa bekerja maksimal, tips ini kurang cocok untuk kalian yang gak suka ngopi, jadi kalau ga suka ngopi, skip aja ya tips nomor tiga ini.

4. Perbanyak sabar dan doa, karena keduanya penting, ngadepin orang banyak perlu kesabaran dan sebisa mungkin jangan memunculkan muka bad mood atau marah, selalu senyum dan semangat biar client juga ga bad mood dan lebih mudah diajak kerjasama.






Beberapa foto hasil sesi pemotretan bimbel Neutron Banjarnegara tersebut selain buat kerjaan, bisa juga jadi portofolio saya, terima kasih Mba Vinda dan Mba Radityas untuk kerjasamanya, semoga lain waktu bisa ketemu lagi, bareng proyekan lagi, ngopoi-ngopi lagi.