Sabtu, 11 November 2017

Pecinta Alam Sebenarnya Itu Yang Seperti Apa ? Kok Saya Bingung Ya...

SELAMATHARIAIR.COM - Pecinta alam, sebenernya mereka itu siapa ? apakah julukan pecinta alam untuk mereka yang nggendong tas outdor kapasitas 60 liter ? atau kah mereka yang tidur di tenda dengan perlengkapan sleeping bag, mereka yang masak pake nesting, mereka yang pake headlamp dan mereka yang suka nulis "kapan kita muncak bareng" kemudian di foto dan di unggah dengan rapih di akun instagram ? sebenarnya siapakah mereka pecinta alam (yang sesungguhnya) ?

pemasangan tenda di sekitar kawasan Telaga Merdada di gelaran Festival Merdada 2017

Oke, mungkin tulisan saya kali ini cukup sarkas, cukup mengundang perdebatan dan mungkin ada oknum yang kurang suka dengan tulisan ini, di belakang mungkin akan muncul celoteh celoteh"yang nulis emang udah cinta alam, yang nulis sok bijak, yang nulis emang udah bener kok sok sokan ngomongin orang". Oke lah, mau dibilang seperti apa, saya tetap akan tetap dengan opini saya, bukan bermaksud untuk menghakimi satu dua pihak, melainkan untuk interospeksi bersama, pun juga untuk diri saya sendiri yang belum cinta cinta alam banget walaupun nama tengah saya alam ( Ian Alam Sukarso ) .
tenda peserta Festival Merdada 2017
Nah belum lama ini saya dapet job untuk mendokumentasikan sebuah agenda bernama 'Festival Merdada 2017' yang bertajuk 'Back to Nature", di sini posisi saya bukan sebagai relawan, bukan sebagai panitia, hanya sebagai tim dokumentasi, murni untuk melakukan pekerjaan saya sebagai videographer . Peserta gelaran ini rata-rata adalah dari beberapa bendera yang mengatasnamakan pecinta alam, sekber dan beberapa aktivis lingkungan. Nah ini acara menurutku dekat banget dengan alam, mungkin saya berada di zona orang-orang yang peduli dengan alam, kesempatan besar untuk saya berguru dengan mereka.

Lokasinya di sekitar Telaga Merdada, saya berangkat dari Banjarnegara ( alun-alun ) menggunakan mobil truck negara ( mobil kepolisian ) bebarengan dengan peserta gelaran Festival Merdada. Sepertinya ini kali pertama saya naik mobil truck kepolisian, cukup menambah pengalaman dan tentunya beberapa teman baru. Sesampainya di Telaga Merdada, cukup terkejut dengan salah satu orang yang memanjat pohon kemudian memasang banner acara "Festival Merdada". Sungguh terkejut karena beliau memasang banner di pohon dengan cara di paku, sungguh ini menurut saya pribadi kurang bisa disebut pecinta alam, sekali lagi menurut saya pribadi.

oknum yang memaku banner ke pohon di Festival Merdada 2017
Bukan ingin menjatuhkan oknum tersebut, bukan ingin menghakimi acara Festival Merdada, ini sebagai kritik saya untuk hal-hal yang menurut saya kurang pas, ya kurang pas aja kalau di acara yang begitu dekat dengan alam kok ya ada aksi memaku pohon, menurutku ya kurang pas.

Oke, itu hal pertama yang menurutku adalah sebuah kekurangan yang semoga tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kemudian yang kedua adalah dalam rangkaian kegiatan Festival Merdada, ada satu rangkaian yaitu pelepasan bibit ikan ke Telaga Merdada. Menurut saya ini hal yang bagus, untuk memanfaatkan telaga agar banyak ikan, kemudian menjadi lebih ada kehidupan di situ, tapi dalam prakteknya, bibit ikan tersebut kurang ditangani dengan maksimal, terbukti banyak bibit yang mati ketika dibawa dari kota ke Telaga Merdada yang pada akhirnya menurut saya itu menjadi mubazir.

Masih di tempat belum di lepas ke Telaga, setelah di lepas lebih banyak yang terlihat mengambang ( mati ) hanya saja tak sempat terdokumentasikan.
Oke, mungkin ini adalah kesalahan teknis, tidak mungkin juga ada niatan untuk membuat si ikan-ikan kecil ini mati, pasti harapan dan niat baiknya ya ikan-ikan ini bisa tumbuh dan berkembang di Telaga Merdada seperti yang diharapkan.

Oke, dua hal tersebut cukup menggangu pikiranku ketika sedang bekerja di gelaran Festival Merdada 2017. Ketika ada di Telaga Merdada, hanya bisa ngomong dalam hati dan ngomong ke diri sendiri, akhirnya lewat postingan ini saya ungkapkan kegelisahan saya, daripada dibendung nanti malah jadi bahaya, mending saya tuangkan di sini barangkali bisa menjadi bahan diskusi bareng temen-temen yang membaca tulisan ini.

Namanya Pavla, dia dari Ceko dan sedang tinggal di Gumiwang, Banjarnegara, dia sedang melakukan kampanye "no plastic"
Dalam gelaran Festival Merdada, ada kegiatan tracking bukit yang mengitari Telaga Merdada, kebetulan ada salah tamu spesial, beliau adalah Mba Pavla dari Ceko, dia di ajak ikut tracking bukit oleh Mas Tlewang, Mas Tlewang ini adalah kordinator acara, mengatur jalannya acara dan tugasnya lebih ke peserta, memandu peserta dan lain sebagainya, pokoknya yang berhubungan dengan peserta. "Bro, bisa bahasa Inggris ? " tanya Mas Tlewang ke saya, kemudian dengan nekat menjawab "Nggih saged mas sekedik-sekedik " ( ya bisa mas sedikit-sedikit ). Nah disuruh nemenin Mba Pavla, disuruh ngajak ngobrol biar dia ga bengong sendirian waktu tracking bukit di Merdada.

baca juga : Pavla the Treveller ( blog-nya Mba Pavla )
Dengan kemampuan bahasa inggrisku yang pas-pas'an tapi ya lumayan nyambung ngobrol sampai muterin Telaga Merdada, kami pun ngobrol banyak, ya mulai dari perkenalan, kemudian tanya-tanya soal kenapa dia ke Indonesia dan kenapa dia ke Banjarnegara, kemudian ngobrol tinggal dimana, eh ternyata di Gumiwang, dia menyebut sosok yang saya kenal, namanya Mba Maulida, saya kenal beliau karena dulu sempat bareng di Sekolah Insporasi Pedalaman. Dengan sok dan dengan santainya aku nyletuk "Oh Mrs Maulida, i know, she is my friend", kemudian Mba Pavla ini semakin enjoy ngobrol denganku. Sepanjang jalan kami menemui plastik dan kami ngobrol soal plastik, Mba Pavla bilang kalau plastik itu sulit untuk diproses, butuh mesin khusus untuk memproses sampah plastik, dia menyarankan untuk menanggulangi ini semua ya dengan cara pencegahan, dengan cara tidak mengkonsumsi plastik, dia menceritakan bahwa dia sering ke pasar beli wortel, bawang dan beberapa sayuran, dia tidak mau ketika dikasih plastik, dia bawa tas sendiri dari rumah, itu adalah bentuk nyata meminimalisir penggunaan plastik.

Saya bercerita kalau kebiasaan orang-orang daerah saya adalah membakar plastik untuk melenyapkan sampah plastik tersebut. Mba Pavla bilang kalau plastik di bakar berbahaya, bisa mengakibatkan kanker kulit, bisa juga bikin global warming, pokoknya kurang baik kalau sampah plastik di bakar.

Nah lagi-lagi dalam hati saya bertanya "mereka sebenarnya pecinta alam bukan ya?" teruntuk mereka peserta yang ikut tracking bukit Merdada. Sepanjang jalan banyak sekali plastik, kenapa ya ga diambili ? kenapa malah mereka sibuk dengan gadget, sibuk foto dan juga sibuk ngomong ke saya "mas, mau foto sama Mba'nya, bilangin mas", mereka justru lebih mementingkan foto bareng Mba Pavla, padahal saya amati Mba Pavla ini kurang nyaman ketika di ajak foto bareng yang pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak foto bareng dia.

Telaga Merdada di lihat dari bukit
suasana bukit di atas Telaga Merdada

Mungkin tidak semua peserta yang ikut tracking ini tak memungut sampah, mungkin ada sebagian yang mereka sadar, mereka membawa sampah-sampah di sekitar bukit, hanya saja mungkin secara diam-diam tanpa diketahui orang lain, pun juga tanpa sepengetahuan saya.

Cukup di sini kekecewaan saya, semua terobati dengan kegiatan di esok harinya yaitu penanaman pohon yang katanya berjumlah sebanyak 2017 sesuai dengan tahun yang sedang berjalan ini. Di kegiatan ini saya pun dengan senang hati merekam tiap gerak gerik mereka, para peserta dan beberapa dari dinas, kepolisian dan juga ada komunitas motor Honda Win yang turut meramaikan penghijauan di Telaga Merdada.

Wakil Bupati Banjarnegara, Bapak H. Syamsudin, S.Pd., M.Pd di pembukaan Festival Merdada 2017
Ketemu mas Yogi juga, setelah sekian lama tak ketemu, dulu ketemu awal di kos daerah Gembiraloka
Salut bapaknya rela pasan-panasan ikut menanam pohon, semoga bisa menjadi contoh yang baik
Sesaat dihibur dengan kegiatan penghijauan, lalu tak selang beberapa saat saya mulai berfikir, penghijauan ini nanti bakal Mubazir seperti ikan-ikan yang sudah saya ceritakan di atas ga ya ? setelah penghijauan apakah ada tindak lanjut ? kalau tidak ada tindak lanjut perawatan lalu untuk apa kuantitas sebanyak 2017 yang toh nantinya akan mati ? sial, saya terjebak di pemikiran yang begitu mengganggu. Saya kadang berfikir untuk diri saya pribadi bahwa "menanam 1 bunga di halaman rumah dengan dirawat sungguh-sungguh lebih baik dibanding menanam ribuan pohon namun hanya untuk terlihat keren di media", pemikiranku ini apakah salah ? coba bantu saya untuk menanggapi tulisan ini, saya mohon kritik dan saran tentang cerita yang sudah saya tulis dari awal hingga akhir, pertanyaan : Pecinta Alam Sebenarnya Itu Yang Seperti Apa ? semoga ada yang berkenan menjawab di kolom komentar, terima kasih dan mohon maaf, sekali lagi, saya tidak bermaksud menjatuhkan satu pihak atau menjelek-jelek-an pecinta alam, saya tidak ada niatan demikian. 

Kayak di Telaga Merdada asik lho

Kayak di Telaga Merdada di buka untuk umum, namun belum bisa beroperasi setiap hari, ditunggu saja
[UPDATE]
Video Dokumentasi Festival Merdada 2017




Jumat, 10 November 2017

Apa Motivasi Nge-Vlog ?

thumbnail vlogipong episode 31

SELAMATHARIAIR.COM - VLOG IPONG, mungkin beberapa temen pernah nyasar ke sebuah channel youtube dengan judul vlogipong yang konten di dalamnya entah, tak karuan. Mungkin ada sebagian yang bilang "wah vlog lagi marak, ipong ikut-ikutan nge-vlog nih", hahahahaaaa iya-kan saja biar ga debat kusir. Kemudian beberapa teman pun ada yang bilang "kok vlog ipong jarang update, kenapa ? subscriber sudah nungguin video baru lho. Oke baiklah, mungkin di sini saya akan tuliskan kenapa saya nge-vlog, ada baiknya temen-temen coba nonton salah satu vlogipong deh biar ga penasaran vlogipong itu konten'nya se-tak-bermutu apa ?


Nah silakan tonton salah satu vlogipong, barangkali tidak keberatan silakan juga klik tombol subscribe di kanal youtube saya tersebut. Oke kembali ke point utama, apa motivasi nge-vlog, jawabannya sungguh amat sangat sederhana "biar ga lupa caranya ngedit".


Kok bisa biar ga lupa caranya ngedit ?



Ngedit video itu perlu yang namanya kebiasaan, ga hanya ngedit sih menurutku, semua kegiatan yang hubungannya dengan praktek, itu soal kebiasaan, jadi itu alasan kenapa vlogipong saya buat. Jadi ketika sedang tidak terlalu banyak job bikin video / editing video, ya biar tetep ngedit dan ga lupa cara ngedit ya dengan cara bikin vlog, otomatis setelah record video vlog bakalan di edit, jadi kemungkinan kecil lupa tools editing di premiere ( kebetulan saya pengguna adobe premiere ).

Selain biar ga lupa cara ngedit, apa lagi ?


Hmmmmm apalagi ya ? mungkin menurut saya membuat video blog ( vlog ) hampir sama esensinya dengan menulis blog seperti yang saya lakukan di www.selamathariair.com ini, sebagai salah satu media berekspresi, curhat, protes atau sekedar berbagi cerita tentang apa yang ingin diceritakan.

Ya mungkin seperti itu alasan kenapa saya nge-vlog, nge-blog dan nge-vlog menurut saya pribadi bisa melatih yang namanya konsistensi, dimana saya pribadi menuntut diri sendiri untuk konsisten, menulis dan bikin video. Jadi ya menurut saya nge-vlog dan nge-blog cukup bermanfaat bagi diri saya pribadi. Bagaimana pendapat anda tentang nge-blog dan nge-vlog ? boleh dong berbagi opini tentang kedua hal tersebut, silakan tulis di kolom komentar, curhat panjang lebar juga boleh kok.

Rabu, 08 November 2017

STOP Posting Foto Korban Tertimpa Pohon Beringin Alun-alun Banjarnegara

SELAMATHARIAIR.COM - Siang ini, rabu (08/11/2017) mendadak story instagram, whatsapp dan postingan di group Info Cagatan Banjarnegara dipenuhi dengan foto dan video hujan dan angin lebat di Banjarnegara yang membuat beberapa pohon dan reklame iklan tumbang, begitupun dengan pohon beringin besar yang terletak di tengah alun-alun Kota Banjarnegara. Hanya bisa memantau lewat sosial media dan chat beberapa orang yang mengetahui info lebih karena posisi saya sedang di kontrakan ( di perantauan ).

Berikut beberapa foto yg saya dapat dari group Whatsapp :



lokasi : Alun-alun Banjarnegara

lokasi : Alun-alun Banjarnegara


Lokasi : Surya Yudha Sport Centre

Lokasi : Pom Bensin Kota Banjarnegara

Lokasi : Pikom, Banjarnegara

Postingan kali ini sebenernya bukan ingin jadi jurnallis yang melaporkan sebuah kejadian, postingan ini adalah bentuk kekecewaan saya kepada para oknum, orang-orang yang posting foto-foto korban tanpa di sensor dan seolah dengan bangga'nya seperti jurnalis handal.

"Banjarnegara sedang (cukup) berduka. Hujan & angin merobohkan beberapa pohon, pun juga pohon beringin di alun-alun. Terima kasih temen-temen yg posting foto korban dengan cara di blur, terima kasih terlebih untuk yg tidak posting foto korban. Mungkin posting foto keadaan pohon yg roboh masih lebih informatif. -Jere Nyong-" saya tuliskan di story whatsapp dan banyak temen-temen yg merespon, banyak yang sepakat dengan hal tersebut.

Mari kita lebih bijak dalam menyebarkan berita, pun juga belum tentu foto-foto korban yang disebarkan itu benar (fakta), karena sekarang sedang marak berita hoax yang hanya karena "kulak jere adol ndean". Terima kasih sekali lagi saya ucapkan untuk temen-temen yang posting foto korban dengan cara di blur dan sangat amat terima kasih kepada temen-temen yang tidak menyebarkan foto korban, mohon maaf juga jika ada kerabat, saudara, teman yang tersinggung dengan tulisan ini, ini hanya sebuah keresahan, semoga menjadi introspeksi, untuk semuanya, termasuk saya pribadi.

Sajak Tikam Sarkas Bukan Sih ?

SELAMATHARIAIR.COM - Pernah dan masih dalam satu proyek musik religius bernama Lentera Malam, yang hingga saat ini masih menjadi misteri atau mitos, karena tak nampak batang hidungnya. Proyek musik bersama Boby Dwiki Prakoso yang kini sedang sering berproses bersama band punk-nya You Go Away I'm Here, nah tak hanya di Lentara Malam, bersama Boby pun saya terlibat dalam sebuah proyek musik yang sepertinya sedikit sarkas, tapi entah juga, menurut kalian sarkas atau tidak musik dan lirik-nya nya Sajak Tikam ?

sajak tikam noise

Berikut ini musik Sajak Tikam yang sudah diabadikan dalam format mp3 :


Sajak Tikam - Epiloduksi


Sajak Tikam - Serupa Noise


Sajak Tikam - Anaptiksis Folklor



Jika kalian sudah mendengarkan 3 track tersebut, menurut kalian apakah musik Sajak Tikam ini termasuk sarkas ? atau bagaimana tanggapan anda tentang musik kami ? silakan tulis di kolom komentar, kritik dan saran yang begitu menikam pun kami siap tampung dengan lapang.

baca juga : Sajak Tikam Telah Re-lease E.P

Oh iya sebelumnya akan saya tulis sedikit tentang siapa saja di balik Sajak Tikam, langsung saja yang pertama ada Boby Dwiki Prakoso di sini sebagai pengisi gitar, Agil Y. Mahendra sebagai vokalis yang juga banyak berkontribusi dalam penulisan lirik, setelah itu ada Rival Oktora sebagai drummer, selain di Sajak Tikam dia punya proyek musik Pop Punk bernama 'Differ Output', kemudian setelah 3 orang tersebut ada Ian Alam Sukarso yang di sini entah sebagai apa, mungkin sebagai pelengkap agar Sajak Tikam tidak ganjil, hahahahaaaa, dalam proses rekaman sajak Tikam di track berjudul Anaptiksis Folklor mengisi part karinding.

Alat Musik Karinding ( sumber gambar : priangantimur.com )
Setelah beberapa tahun Sajak Tikam terbentuk yang entah tanggal berapa, bulan apa terbentuknya, kini ada wacana akan menambah track ( rekaman ), semoga wacana ini dapat segera terwujud dan bisa dikonsumsi publik seperti 3 track yang telah diluncurkan di soundcloud.
chat whatsapp dari Boby




Senin, 06 November 2017

Ketemu Sutradara Film Banda The Dark Forgotten Trail di Bienalle Jogja 2017

SELAMATHARIAIR.COM - Sekitar tiga bulan lalu, nemu channel youtube namanya Lifelike Pictures, mereka mengunggah sebuah Trailer pada tanggal 13 Juli 2017 dengan judul 'BANDA THE DARK FORGOTTEN TRAIL (2017) OFFICIAL TRAILER'. Trailer berdurasi 2 menit lebih 6 detik terebut begitu menakjubkan, dari awal hingga akhir setiap scene nya bikin greget dan dalam hari ngomong "kapan saya bisa bikin film seperti ini ya?".


Nah, setelah nonton trailer dan hingga sekarang belum kesampaian nonton full fillm Banda, kemarin di gelaran Bienalle Jogja bertempat di Jogja Nasional Musium ketemu sang sutradara Mas Jay Subiyakto. Ketika saya sedang asik motret karya vokalis jathilan ( FSTVLST ), Mas Farid Stevy Asta tiba-tiba tak jauh di belakang saya ada sosok mas mas berambut gondrong dengan penampilan yang begitu sederhana dan menurutku cukup selow, beliau ternyata Mas Jay Subiyakto, langsung saja memberanikan diri untuk menyapa dan nyletuk "mas, film'nya keren walaupun saya baru nonton trailernya, sukses ya mas buat film Banda", kemudian juga mengabadikan momen, foto bareng beliau.

Jay Subiakto
foto oleh : Agnes Zakaria si pemilik www.arjanaproject.com

karya farid stevy fstvlst
salah satu tulisan di karya Mas Farid
Ada perasaan minder dengan gaya rambut pendek seperti ini, biasanya kan gondrong, keliatan sangar dan seolah-olah adalah pelaku seni ( walaupun aslinya bukan ) hahahaha, tapi kali ini imut-imut bagai mahasiswa semester pertama yang baru pertama dateng ke gelaran pameran seni rupa di Jogja. Sudah lah sudah tak perlu di sesali, gaya rambut bukan menjadi alasan untuk minder dateng ke acara seni rupa atau acara musik, rambut pendek pun tetep sangar kok, hahahahaaa ( pembelaan ).

baca juga : Potong Rambut ? Siapa Takut !

Semoga tak hanya bisa foto bareng Mas Jay Subiyakto, semoga suatu saat nanti bisa kerja bareng dalam sebuah proyek bersama beliau, walaupun ini imajinasi yang cukup ngawur dan terlalu tinggi, tapi kan gratis, kenapa harus takut bermimpi dan berimajinasi ? toh ga ada yang nglarang dan ga ada yang protes, kalau pun ada yang protes, kenapa ? ga ngaruh juga kan ?

Tonton juga proses di balik pembuatan film Banda The Dark Forgotten Trail

Sabtu, 04 November 2017

Para Bajingan The Doel's Sungguh Membuat Candu

SELAMATHARIAIR.COM - The Doel's, band rock n roll dari kota Yogyakarta yang terbentuk tahun 2012 dan sekitar 2016 atau 2017 bubar, sungguh membuat candu bagi segelintir orang, terutama mereka yang memiliki kedekatan dengan masing-masing personil atau dengan para tim hore'nya. Sebuah komunitas musik di Jogja bernama Jogja Blues Forum menggelar sebuah gelaran rutin tiap hari jum'at di awal bulan yaitu Blues on Friday, malam itu sungguh spesial, band yang sudah bubar jadi performer spesial di Blues on Friday tersebut, mereka adalah para bajingan The Doel's dengan formasi yang hampir seperti formasi awal The Doel's, yaitu Omet di vokal, Destra di Bass, Dani di Drum dan pada gitar tidak di isi oleh gitaris the doel's yang awal, kali ini posisi gitar di bantu oleh Owie, gitaris the doel's yang masuk tahun 2014 menggantikan Mas Adi Susilo.

The Doel's

Jum'at, 03 November menjadi sejarah untuk temen-temen The Doel's, ini mungkin bisa menjadi farewell party mereka, semacam pamitan kepada publik bahwasanya The Doel's sudah bubar dan kini hanya bisa dinikmati karya-karyanya, sebuah album bertajuk 'PeDeKaTe' mungkin bisa menjadi obat jikalau kalian rindu dengan kegilaan The Doel's, atau pun bisa dengan nonton beberapa video di youtube.



the doel's jogja

Sungguh kemarin malam adalah reuni kecil, hampir seperti arisan keluarga yang tak direncana, mendadak dan cukup menyenangkan. Si bajingan The Doel's malam itu membuatku flashback, dimana dulu harus publish di twitter, facebook dan beberapa media untuk promosi band bajingan ini, hahahaaaaaa, menyenangkan ! ketika nembusin event, di contact radio buat ngisi interview band indie, pokoknya semua proses yang telah saya jalani bareng The Doel's menyenangkan walaupun sesekali ada hal-hal yang kurang menyenangkan, tapi itu semua sungguh sebuah perjalanan tak terlupakan. Bahkan proses penggarapan album PeDeKaTe bisa sukses terlewati dengan berbagai halang rintang yang cukup fakkkkkk !


The Doel's membuatku punya pengalaman baru, mereka para bajingan yang menyenangkan, mereka cukup disayangkan ketika harus "BUBAR", tapi ya mungkin ini jalan terbaik untuk mereka, jika The Doel's masih mungkin juga tak akan ada sejarah yang terukir seperti di gelaran Blues on Friday, semua pokoknya sudah diatur sama Tuhan, ini adalah keindahan dunia yang patut untuk disyukuri.

Sosok Mas Adi Gitaris The Doel's yang begitu garang dan rock n roll sayangnya tak bisa hadir, beliau sekarang sakit yang cukup serius hingga (mungkin) tak bisa kembali bermusik lagi, Omet si vokalis yang sering kali curhat masalah hidup terutama masalah percintaan kini punya proyek musik baru namanya Multatuli, beda banget sama The Doel's sih musiknya, tapi ya cukup oke lah, Dani drummer The Doel's yang satu kampung dengan kontrakanku tapi jarang banget ketemu, akhirnya malam itu bisa ketemu, dia sekarang sibuk usaha, dia punya usaha sablon, kadang juga masih jadi crew drum, sudah jadi bapak sekarang, kemudian Destra bassis The Doel's yang dulu saya berhentikan atas kesepakatan temen-temen The Doel's kini pun sudah jadi bapak, kerjaannya deket banget sama uang, lah gimana ga deket, dia kerja di salah satu bank, dan satu lagi Owie, gitaris The Doel's yang menggantikan Mas Adi di tahun 2014 ini belum lama ku kenal, pertama kenal ya pas dia dateng ke kontrakan, rambutnya masih pirang seperti bule wonosari, hahaahahaaa, pria satu ini jago bikin video, kemarin pun sempet menggila bareng di gelaran Dieng Culture Festival 2017, pokoknya kalian The Doel's adalah bajingan yang menyenangkan, semoga tetep berkeluarga walau kini nama The Doel's tinggal hanya sejarah, pokoknya terima kasih banyak dan tetep Rock N Doel's !

Level Kekafiranku Naik Setelah Nonton Live Jason Ranti di Pembukaan Bienalle Jogja 2017



SELAMATHARIAIR.COM - Setelah beberapa waktu lalu bisa nonton live performnya para bajingan yang menyenangkan, Melancholic B1tch pada gelaran konser NKKBS bertempat di Gedung PKH UGM, kini akhirnya nonton bajingan menyenagkan lain, namanya Jason Ranti. Pertama denger Jason Ranti dari temenku namanya Agnes Zakaria atau lebih akrab disapa Goper, dijejali video Jason Ranti live at Rumah Bonita

Baca juga : Akhirnya Nonton Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch




Penampilan di youtube sungguh bikin jatuh hati, ditambah lagi temenku Gery Widodo punya album Jason Ranti 'Akibat Pergaulan Blues' dalam bentuk rilisan kaset pita, fix ! saya tertarik dengan Jason Ranti. Dan akhirnya bisa nonton live Jason Ranti di gelaran Pembukaan Bienalle Jogja, bertempat di Jogja Nasional Museum pada hari kamis 02 November 2017.

Lagu Doa Sejuta Umat, Blues Lendir, Pak Sapardi, Variasi Pink, Bahaya Komunis, Suci Maksimal, Stefani Anak Seni dan Kafir menjadi playlist yang menambah tingkat kekafiranku naik hingga 99,99 persen seperti discount di minimarket.

Lirik nan sarkasa dan kadang tak bisa dicerna hanya dengan mendengarkan sesekali saja, sungguh begitu kuat, menjadi karakternya yang sulit untuk bisa ditiru oleh orang lain. Sungguh Jason Ranti adalah salah satu musisi yang patut untuk diapresiasi, kejujurannya dalam bermusik sepertinya tak perlu diragukan lagi.



Lirik lagu Kafir Jason Ranti :


Emph emph emph, emph emph emph emph emph

Berjalan dengan iman yang tebal

Ouuhh..!

Anginpun sepoy-sepoy mendukung

Ritual ku hari ini

Bulanku sembah jam duabelas malam nanti

Liturgi selesai kutulis sendiri

Kiblatnya menghadap hati nurani

Harmoni dengan yang hidup dan mati

Halo galaksi aku merapat kemari



Namun tiba-tiba mereka datang menghadang

Pakaian seragam dengan bendera ditangan

Seorang juru bicara dengan pengeras suara

Oh matanya tajam, hey mengkilap bagai parang

Dia tatapku dalam-dalam

Hey. hey..

Dia katakan Hey Kafir sedang apa kau mondar-mandir

Hey Kafir jangan kau ajak aku beli pir



Oh My God aku terguncang heeeh (menghela nafas)

Tuduhannya kurasa sangat kejam

Perjalanan iman soal personal

Ia paksakan penafsiran orang lain



Berjalan dengan sejuta ancaman

Mungkin kuharus telepon Komnas HAM

Dini hari nanti ku harus pergi

Bye bye family kuharus melarikan diri

Dari segala penjuru mereka datang menghadang

Pikiran seragam dengan bordiran dibelakang

Awas itu Komandan dengan bahasa dendam

Oh Bulanku sembah, lalu ia marah

Ia fitnaku dalam-dalam…



Hey ia katakan, Hei Kafir mengapa kau sembah Pevita Pearce

Hey Kafir sudah waktunya engkau berfikir

Hey Kafir ini panggilan yang terakhir



Ola la berfikir dicap Kafir heeh (menghela nafas)

Kini bahaya menyasar Pevita Peacre

Mereka yang hobi marah dan murka

Mungkin kurang dibelai bagian ubun-ubunnya

Kubelai ubun-ubunku tercinta

Itu antena menuju ke yang maha

Doaku kita semua selamat

Karena mereka selalu bilang hey kiamat sudah dekat



Kucari jalan selamat lalu dituduh sesat

Ku bagi-bagikan berkat,mereka bilang itu muslihat

Mereka takan percaya sebelum bisa melihat

Oh Tuhanku palsu, perlu uji sertifikasi

Hanya mereka yang asli



Hey…. Hey Kafir lihat jiwamu akan digilir

Hey Kafir lihat dirimu akan berakhir

Hey Kafir, fir kafir kofar Kafir

Hey Kafir ini kleoter yang terakhir

Aheha…

Emh emh emh, emph emph emph emph emph

Beriman dinegeri yang belum aman (slepppp)

Mungkinku harus lari kenegeri sebrang

Dimana lagi cari jaminan

Kalo bukan dibumi, yo mungkin di planet Mars (Cihuuuup)



Yeehoooooo…..


Lirik tersebut cukup menjadi sebuah gambaran tentang kehidupan beragama saat ini, dimana mudah sekali orang mengkafirkan orang lain hanya karena beda sudut pandang. Saya mending menganggap diri saya kafir seperti yang sering diucapkan Cak Nun dalam pengajian kenduri cinta'nya. Pokoknya tingkat kekafiranku naik drastis setelah mendengar album 'Akibat Pergaulan Blues' milik Jejeboy Jason Ranti.

Rabu, 01 November 2017

Cara Bikin Story Instagram Kekinian dengan Backsound Dramatisir

SELAMATHARIAIR.COM - Beberapa waktu ini, story instagram sedang banyak sekali yang nge-post story dengan backsound dramatisir ala ala sinetron dengan video yang di zoom ke salah satu bagian yang diinginkan, biasanya zoom ke wajah. Awalnya ga tertarik dan hingga saat ini pun belum tertarik untuk bikin story seperti itu, hanya saja ingin menulis artikel seputar story instagram dengan backsound mendramatisir tersebut.

Bagaimana cara membuat story instagram dengan backsound dramatisir dan zoom super extreme ?
Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kalian lakukan :

  1. Pastikan kalian sudah update aplikasi instagram terbaru, karena fitur ini baru, sehingga perlu update terlebih dahulu instagram kalian di playstore.
  2. Jika sudah melakukan update, silakan masuk ke instagram dan coba buat story, akan muncul fitur Superzoom yang letaknya di sebelah fitur boomerang.

Setelah fitur superzoom sudah ada di instagram kalian, silakan coba tekan tombol record dan silakan arahkan kotak putih ke bagian yang ingin kalian zoom, selamat mencoba. Posting kali ini semoga membantu kalian yang sedang mencari tahu bagaimana cara membuat story instagram superzoom dengan backsound yang mendramatisir.

Berikut ini contoh hasil video story menggunakan fitur superzoom