Senin, 21 Mei 2018

Jual Rilisan Fisik dan Barang Apa Saja di Bikin Pengin

SELAMATHARIAIR.COM - Halo... halooo.... tulisan pertama di bulan Mei 2018 ini, niatnya mau nulis di bikinpengin.id tapi kebetulan domain lagi expired jadi nulis di blog pribadi saja ah, biar blog selamathariair.com ada kehidupan, hahahaa.

Jadi gini, saya ingin kenalin ke kalian semua tentang Bikin Pengin, pasti ada yang penasaran apa itu Bikin Pengin ? 

logo bikinpengin
Bikin Pengin adalah nama yang kami berdua sepakati sebagai nama toko untuk jualan rilisan fisik berupa Kaset Pita dan CD. Awalnya memang kami fokus akan berjualan Kaset Pita dan CD, namun setelah kami diskusikan, sepertinya tidak hanya Kaset dan CD saja, pokoknya barang-barang yang bikin kalian pengin akan kami jual di toko Bikin Pengin. Oh iya, tadi disebutkan kami berdua, kami berdua di sini adalah Gery Widodo dan Saya ( Ipong ), kami berdua suka koleksi rilisan fisik, sering diskusi seputar rilisan fisik dan musik, sehingga kami sepakat bersama-sama membangun toko rilisan fisik Bikin Pengin.

Beberapa akun sosial media Bikin Pengin bisa kalian ikuti :
Facebook: Bikin Pengin
Twitter : @bikinpengin
Instagram : @bikinpengin
Bukalapak : Bikin Pengin



Konsep Bikin Pengin ini sebenarnya tidak 100% untuk jualan, kami juga mencoba mengedukasi mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat untuk sadar akan pengtingnya menghargai rilisan fisik, menghargai karya dan mendorong temen-temen musisi / seniman untuk membuat rilisan fisik. Karena rilisan fisik jika kita ibaratkan di sekolah, ini adalah ijazah, ijazah untuk para musisi, para seniman, jadi antara penting ga penting, antara perlu ga perlu, sebetulnya ya cukup penting dan cukup perlu.

Bikin Pengin juga terbuka untuk temen-temen band indie yang ingin bekerjasama dengan kami, kongsinyasi atau titip jual di Bikin Pengin sangat amat bisa, kami tunggu kerjasamanya. Silakan bisa contact ke nomor yang tertera di biografi instagram @bikinpengin . Tak hanya rilisan fisik kaset atau cd saja, barang-barang lain juga bisa dititipkan di bikinpengin, pokoknya contact saja, diobrolkan mesra, sambil ngopi atau ngeteh juga boleh.

Untuk lokasi offline sementara kami masih nebeng Gasa Travelindo di kios yang ada di Terminal Induk Banjarnegara. Selain itu kami juga sering jualan di event-event komunitas. Barangkali kalian mau ngadain acara dan berkenan kami nglapak juga dengan senang hati, heheheee


bikin pengin
bikin pengin buka lapak di acara Banjarnegara Get Up 8

Sabtu, 28 April 2018

Buku Drama Mama Papa Muda Sukses Mengombang Ambing Pikiranku

SELAMATHARIAIR.COM - Kalian tau domain sujiwo.com ? atau kamu sering mampir ke tulisan pungkyprayitno.com ? maupun ke surgakecil.com ? ketiga domain tersebut belum lama saya kenal, mungkin karena selama ini saya jarang blogwalking dan jarang interaksi dengan blogger baik di Banjarnegara maupun blogger di karesidenan Banyumas, bisa dibilang saya cukup jauh dari per-blogger-an hingga beberapa kali famtrip di Banjarnegara saja saya tidak ikut bahkan tidak tahu infonya, padahal blogger luar kota banyak yang ikut. 

Kembali ke 3 domain yang saya sebutkan di awal tadi, singkat ceritanya saya kenal domain tersebut setelah saya kenal offline satu keluarga kecil nan bahagia yaitu Bapak Topan, Ibu Punky dan adek Jiwo, mereka bertiga menjadi bagian dari ala-ala famtrip yang digelar kawan-kawan Pokdarwis desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Famtrip yang diselenggarakan Pokdarwis Desa Kalilunjar dalam rangka peringatan hari ulang tahun desa dengan tajuk "Boyong Oyod Genggong"

Baca Juga : Kunjungan Blogger ke Bukit Asmara Situk Kalilunjar

Foto Famtrip Blogger ke Kalilunjar. Nah jepretanku pas Dek Jiwo nengok, berarti aman di upload 


Di gelaran boyong Oyod Genggong tersebut ceritanya saya bantuin Pak Agus Dwi Raharjo selaku ketua Pokdarwis desa Kalilunjar, nemenin blogger dari Purwokerto, Wonosobo dan Banjarnegara. Ya kalau bahasa keren-nya jadi LO ( Liaison Officer ) dari jemput ke Purwokerto sampai nganter lagi ke Purwokerto.

Buku Drama Mama Papa Muda


Oke oke ceritanya sampai di situ saja perihal pertemuanku dengan keluarga kecil nan bahagia, kini masuk ke pembahasan buku Drama Mama Papa Muda yang mana sempat membuat banyak imajinasi, banyak pemikiran saya untuk segera ingin ngelamar Mba Patjar kemudian di bagian lain dalam buku itu membuat saya menahan diri sembari ngomong dalam hati "jangan dulu nikah, siapin beberapa hal yang memang perlu disiapkan".

Sialnya buku ini membuat saya terombang-ambing, saking serunya perjalanan cinta keluarga Jiwo ini, membuat saya banyak belajar, jadi iseng nyari tentang Postpartum depression (PPD), nyari mobil bekas hijet 1000 gegara baca di tulisan Pak Topan soal mobil tua-nya, dan banyak lagi yang saya cari gegara baca buku Drama Mama Papa Muda ini.

Gunung Lawe, Banjarmangu, Banjarnegara


Terima kasih sudah berbagi drama dan pengalaman perihal berumah tangga, bagaimana cara mendidik anak, bagaimana sikap toleransi yang membebaskan istri jalan-jalan tanpa harus di dedek bayi ikut. Pokoknya menginspirasi, terima kasih banyak Pak Topan, Bu Punky dan Dek Jiwo, bahagia selalu kalian, semoga tetap dalam lindungan-Nya.



Oh iya sebelum tulisan ini saya sudahi, mau cerita dikit soal beberapa barang yang ada di gambar  terakhir, gambar ini adalah sebagian dari barang-barang koleksi saya yang baru datang, beru terbeli, saya kebetulan suka koleksi rilisan fisik CD dan Kaset Pita, Hotwheels dan sedikit mulai kecanduan koleksi buku-buku. Barangkali temen-temen ada yang punya info kaset second murah / hotwheels second murah meriah, boleh dong bagi info. Terima kasih.

Jumat, 09 Maret 2018

Selamat Hari Musik Nasional !


SELAMATHARIAIR.COM - Selamat Hari Musik Nasional ! Selamat untuk temen-temen yang hingga saat ini masih konsisten dan eksis di per-musikan lokal maupun nasional. Ngomongin perihal musik, di zaman seperti sekarang ini, kita sepertinya tak pernah absen dengan yang namanya musik, coba bayangkan saja ketika tidur kita pasang alarm yang di situ menggunakan musik, kemudian setelah bangun kita mau mandi atau bahkan sambil mandi saja masih mendengarkan musik, playlist andalan kita yang seolah menjadi soundtrack hidup. Oke fine, musik memang tak bisa dipisahkan dengan kehidupan kawula muda zaman sekarang, lantas bagaimana dengan apresiasi terhadap musik itu sendiri ?


sumber gambar : http://btmediagroup.com

Mengapa Hari Musik Nasional Jatuh Pada Tanggal 9 Maret ?


Menurut beberapa sumber yang saya baca, salah satunya ada di kapanlagi.com , Hari Musik Nasional jatuh pada tanggal 9 Maret karena pada tanggal tersebut lahir seorang bernama WR Supreatman, yaitu pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sehingga pemerintah Indonesia memberi apresiasi kepada beliau dengan menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional.

APRESIASI ?


Bicara soal apresiasi, saat ini tegolong susah, itu sih dari sudut pandang saya sendiri lho, dimana perihal apresiasi seseorang terhadap karya atau penampilan band kini sepertinya meredup. Contoh nyata adalah penjualan rilisan fisik yang hingga saat ini sangat sulit, terutama untuk band-band lokal di daerah yang masih dalam proses merangkak. Di lingkup sesama pelaku musik saja masih sangat sulit yang namanya mengapresiasi, misal band A baru saja rilis album ABC kemudian band B ga mau beli, kemudian beberapa waktu kemudian band B rilis album BCD dan band A merasa tidak diapresiasi maka juga tidak membeli album milik band B tersebut. Ini pun berlaku tak hanya ketika rilis album, apresiasi nonton perform band pun berlaku seperti kondisi saat band rilis album.

Walaupun tidak 100% seperti itu, hanya saja sering kali menemui beberapa oknum yang masih menganggap band lain adalah pesaing, yang tidak perlu di apresiasi, walaupun secara tersirat tanpa mereka ungkapkan, tapi menurut ke-sok-tahu-an saya demikian.


Baca juga tulisan Mas Memet RSGKL tentang apresiasi musik dari sudut pandang beliau :

Kehidupan Orang-orang Balik Layar


Sekarang sedikit melebar tentang orang-orang yang ada dibalik layar, dibalik band-band besar, dibalik musisi keren dan terkenal, masih ada saja orang dibalik layar yang masih belum dimanusiakan secara layak. Oke sedikit sarkas, terutama di daerah, seolah crew band dianggap bawahan, dianggap pembantu yang harus ready dan standby untuk bantuin player band, beda banget ketika dibandingkan dengan band-band profesional yang sudah bisa mengapresiasi crew bukan lagi sebagai pembantu tapi sudah menjadi bagian dari band yang patut diapresiasi dan dimanusiakan bahkan kesejahteraan nya pun terjamin. Pengalaman pribadi pernah bantu nge-crew merhandise dan nge-crew jadi tim dokumentasi bisa di apresiasi, hingga kesejahteraannya pun terjamin, heheheee.

Sekarang logikanya begini, ketika band A manggung di acara kemudian sukses dan lancar berkat bantuan crew, maka tetap saja yang disanjung ya band itu sendiri, sangat jarang ada yang bilang "wah ini keren aksi panggungnya, ini crew band'nya pasti yahud" sangatlah jarang, lalu pertanyaan adalah "apa yang perlu diberikan band untuk orang-orang dibalik layar yang membantunya? " ini yang perlu kita cari jawabannya bersama-sama.


Apresiasi terhadap orang-orang di belakang layar tidak selamanya dengan materi / uang , memanusiakan manusianya itu yang perlu dan penting, ketika memang tidak atau belum bisa mengapresiasi dan belum bisa memberi apapun ke orang-orang yang ada dibalik layar, kenapa kalian harus memaksakan band untuk punya crew, untuk punya manajer, untuk punya stage manager, untuk punya soundman ? Band yang sudah sampai tahap punya manajemen seharusnya memang band yang sudah waktunya membutuhkan, bukan dibuat hanya untuk formalitas untuk meningkatkan "ke-keren-an" semata.


Sepertinya cukup sampai di sini tulisan tentang Hari Musik Nasional, semoga temen-temen band tetep semangat berproses, tetep semangat berkarya dan tentunya semoga semakin bangga membawakan musik / karya sendiri !

Rabu, 21 Februari 2018

Sial! Kenapa Baru Denger Wake Up Iris!

SELAMATHARIAIR.COM - Awal cerita dimulai dari saya sedang di kampung halaman, Banjarnegara. Dimulai dari saya siap bergegas meluncur ke kontrakan Jogja kemudian mampir ke salah satu tempat recording di Banjarnegara untuk COD-an CD Album band Banjarnegara yang belum lama ini rilis, namanya ARVAROCK. Oke, cerita perjalanan ke Jogja tak perlu saya tuliskan, langsung saja skip, langsung  ke acara Folk Tunggang Gunung #9 yang bertempat di Gg. Ramawijaya, Sembungan RT 3 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, nama ruang yang dijadikan acara ini adalah "Ruang Gulma". Sudah beberapa kali lihat ada acara di Ruang Gulma, namun ini baru pertama kali saya menginjakkan kaki ke Ruang Gulma, tanpa tersesat karena kini Google Maps semakin ciamik untuk memberi petunjuk arah.

Pertama kali buka map, cari Ruang Gulma, akhirnya ketemu, sambil buka sambil ngomong "lah di daerah kasongan to ? lah ini ya ga terlalu jauh dari  Froghouse tempat mas Malve dan Mas Ipin" ungkapku pada Gagah yang berangkat bareng ke Ruang Gulma untuk liat Folk Tunggang Gunung #9 , lebih tepatnya Gagah ini pengin dateng buat support Mba Ara Mutiara dari Gazebu UMP, tempat dia berproses dulu ketika di Purwokerto.

Gas meluncur ke Ruang Gulma, akhirnya sampai dan disuguhkan dengan suasana pedesaan yang masih sejuk dan nyaman. Pas sampai kok ya pas banget Mba Ara sedang perform, masih bisa nonton sekitar 2 track sebelum akhirnya usai penampilannya.  

Mba Ara sedang berdendang na na na na na na na na.......
Ketika di acara musik seperti ini, di ruang-ruang kreatif, di artspace yang jauh dari hingar bingar barikada, sound ribuan watt dan minimalist atau tak terlalu crowded, ini adalah kesempatan untuk bisa benar-benar menikmati musik dan menikmati lingkungan sekitar, itu versi-ku pribadi sih, ga usah dijadiin patokan atau sampai dijadiin quote / caption yak.

Ketika Wake Up Iris! sedang prepare buat show di gelaran ini, saya mlipir ke warung buat beli air mineral, maklum anak cupu yang tidak tertarik dengan minuman beralkohol jadi ya mlipir nyari air mineral sendiri biar tetep enjoy.

Gang sebelah warung, suasana di sini adem banget
Balik ke Ruang Gulma lagi pas Wake Up Iris! sudah mulai genjrang genjreng, ini adalah pertama kali saya mendengar musik dan nonton mereka. "Wake Up Iris! enak iki lho mas, mung wong loro tapi bisa enak banget" ungkap Gagah berbisik lirih ditengah kerumunan penonton berbaju hitam. Satu hal yang entah ini hanya terjadi di skema musik independent atau dimanapun ya, tiap acara musik / seni kok hampir 90% penonton menggunakan kaos / jaket hitam ( 90% itu bukan dari hasil riset, cuma perkiraanku saja, jangan jadi sumber yak, apalagi masuk daftar pustaka skripsi-mu, jangan ! ).

Pertama kali denger Wake Up Iris! langsung jatuh cinta dengan musik dan aksi panggungnya, mengamati dan menikmati dari awal hingga akhir sembari masih tetap kagum dengan event-event kolektif di Jogja, selalu dalam hati bertanya "kalau di buat di Banjarnegara gimana ya ? seru kayaknya lhoooo".

Wake Up Iris! on duty
Di beberapa part musiknya Wake Up Iris! saya membayangkan video klip Sigur Ros "Ekki múkk" yang belum lama ini saya pelajari gegara mau proses bikin video klip "Meadow of Heaven" Gardenia ( band Banjarnegara ). Nah pas lagi bayangin musiknya Sigur Ros, eh salah satu dari kerumunan pun ada yang nyletuk "wih Sigur Ros!", loh loh loh, jebul ndak cuma saya yang bayangin di salah satu track yang dibawakan Wake Up Iris! nuansanya mirip banget Sigur Ros, kok ya pas ya ?

Wake Up Iris! hampir orgasme dengan musiknya ! menjelang akhir penampilan mereka
Oke Fix ! kali ini saya jatuh cinta dengan Wake Up Iris! 
Setelah nonton dan merasa puas dengan musik yang mereka bawakan, siap-siap incar CD Albumnya, menjelang break acara saya sudah gelisah pengin beli CD-nya tapi tunggu dulu, tunggu Wake Up Iris! selesai dulu, kesempatan nonton live mereka bisa dibilang jarang lhooooo, karena mereka dari Malang, jadi mungkin agak jarang ke Jogja.

Finnaly ! CD Album AUREOLE karya Wake Up Iris! terbeli sudah, ah sial ! jajan sembarangan lagi padahal dari kontrakan sudah prepare walkman mau beli kaset pita di Pasar Niten, penginnya belanja kaset pita dulu yang agak low budget, tapi racun-nya Wake Up Iris! lebih manjur bikin saya keracunan untuk beli beli dan beli ! 

Pas liat rilisan fisik seolah dengar kakek tua berbisik :

Di masa kau terlahir, orang-orang dengan hidup sempurna tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi, bercahaya dan bersuara, menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara yang pada akhirnya tersimpulkan, beli beli beli beli beli dan beli.
Jika tidak mampu mengikutinya, maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina.
Kau terlahir, di masa maha, beli. *Pinjem lirik-nya Mas Farid ( FSTVLST ).

BELI ! BELI ! BELI !!!


Isi Album AUREOLE - Wake Up Iris!

Salah satu yang menyenangkan ketika koleksi rilisan fisik adalah mengamati dan punya banyak referensi seputar packaging, masing-masing band punya karakter packaging yang menurut saya bisa dibilang menjadi tolak ukur keseriusan mereka dalam mendistribusikan karya. Pendistribusian tersebut merepresentasikan pemikiran band / solois tersebut.

Yang menarik dari Album AUREOLE milik Wake Up Iris! ini adalah teks lirik lagu tidak tertulis dalam kertas yang dilampirkan di dalamnya, lirik dari tiap lagu-nya bisa dicek di official website mereka wakeupiris.com dengan cara kita scan barcode yang sudah dikemas menjadi sticker kecil. Ini sungguh memanfaatkan teknologi dalam pengkaryaan, nice !








Menarik sekali ketika pembeli / pendengar / pemilik album ini bisa ada interaksi dengan cara sederhana, scan barcode ! sungguh interaktif dan inspiratif, seperti pernah saya alami ketika nonton pameran ( lupa kapan dan event apa ) untuk bisa lihat map harus scan barcode dulu, interaktif !!!

Cukup sekian tulisan sederhana saya, semoga jumpa lagi di hari baik lainnya dengan Wake Up Iris! para pegiat musik dimanapun berada, semoga tetap guyub rukun dan tetap menyebarkan semangat baik ! Selamat menjalankan ibadah tour untuk Wake Up Iris! Semoga diberi kemudahan, diberi banyak cerita untuk diolah & dikemas menjadi album selanjutnya.

flayer yang mengantarku mendengarkan Wake Up Iris!-


Jumat, 16 Februari 2018

Sedang ada (kampanye) apa di Banjarnegara ?

SELAMATHARIAIR.COM - Banjarnegara, selalu saja dikenal di khalayak ramai dengan bencana alam, itu yang saya rasakan setiap kali ketemu orang baru di luar kota, bagi temen-temen yang sering ke luar kota pasti pernah mengalaminya. Sekitar tahun 2011 masuk kota Jogja, saya sendiri hingga sekarang masih sering mengalami hal tersebut. Kenalan dengan orang baru, nyebutin asal Banjarnegara, respon mereka adalah "Oh Banjarnegara yang kemarin longsor besar itu ya?" atau respon lain adalah "Banjarnegara mana ya ?" nah respon kedua ini biasanya saya balik dengan pertanyaan "kamu tahu Dieng atau pernah ke Dieng ?" nah itu sebagian wilayahnya masuk Banjarnegara.  

Sedikit kegelisahan tersebut akhirnya dialami beberapa teman lain, kemudian beberapa hari lalu dapet kabar kalau di Kabupaten Banjarnegara sudah ada Genmile, semacam GenPI yang di sini semoga berperan aktif mengabarkan bahwa Banjarnegara itu benar-benar "ADA" dan Banjarnegara bisa dikenal lewat hal-hal positif seperti prestasi Crish John, pelantun balada Ebiet G. Ade, animator dari SMK N 2 Bawang yang bisa tembus ke channel CGBross, dan masih banyak lainnya info tentang Banjarnegara yang belum sempat terpublish.

Baca Juga :
Nah dengan judul "Sedang ada apa di Banjarnegara" dalam tulisan saya ini, ada sebuah acara di Banjarnegara bertajuk "Banjarnegara Youth Creativity Center" yaitu sebuah gelaran pameran UMKM, pameran komunitas, lomba blog, loba fotografi dan lain sebagainya. Gelaran ini berlangsung mulai 14 Februari 2018 hingga 17 Februari 2018. 

2 kali saya berkunjung ke acara Wing Craft tersebut, tak banyak mengambil stock gambar karena saking menikmatinya jalan dari stand satu ke stand lain, menyambangi beberapa kawan yang juga ikut buka lapak di gelaran Wing Craft ini.

kuliner Banjarnegara, lokasi gelaran Wing Craft Expo


situasi di dalam Kuliner Banjarnegara saat Wing Craft Expo berlangsung

Oke, di tulisan kali ini saya tidak berharap banyak menang, karena lihat beberapa tulisan di blog lain, tulisan mereka apik, enak dibaca dan konten'nya lengkap. Akhirnya niatan awal yang penuh semangat menggebu "semoga bisa dapet nomer" akhirnya kandas. Kembali menulis seperti biasa, menulis dengan sudut pandang pribadi saya.

Beberapa hal yang mungkin tak ditemui temen-temen di acara Wing Craft

Dalam gelaran Wing Crat tersebut, mungkin pendatang akan kagum, wah Banjarnegara ramai banget umkm, ramai komunitas dan ramai produk kreatif anak mudanya. Oke baik, sekarang dalam tulisan ini menurut ke-sok-tahu-an saya, masih ada beberapa yang tak masuk dalam gelaran Wing Craft ini, contohnya :

Godong Gedang : yaitu sebuah forum, sebuah wadah yang aktif memutar film-film pendek, bisa dibilang ini adalah bioskop alternatif. Eksistensi dan konsistensinya cukup terjaga, terbukti dengan beberapa gelaran seperti sore menonton yang secara terus menerus digelar. Info tentang Godong Gedang silakan meluncur langsung ke halaman Godonggedang.org .

BDS ( Banjarnegara Drummer Society ) : yaitu wadah untuk para penyuka alat musik drum, eksistensi dan konsistensi mereka pun tak diragukan lagi, tiap tahun mereka menggelar acara bertajuk #Drumuburit , kalau tidak salah sudah berjalan yang ke 6 kainya. Info tentang BDS silakan meluncur ke akun instagram mereka @bnadrumsociety .

BRF ( Banjarnegara Reggae Family ) : yaitu wadah untuk para penikmat musik Reggae di Banjarnegara, BRF sudah berdiri sejak tahun 2009, agenda rutin yang digelar adalah konser musik bertajuk "Banjarnegara Get Up" yang sudah terlaksana hingga 7 kali. Info tentang BRF silakan meluncur ke Blog BRF .

Lantai Dasar : yaitu sebuah wadah beberapa pelaku kegiatan seni rupa yang tergolong unik, mereka tak mau disebut komunitas, mereka juga tak ingin tampak menonjol, lebih banyak menempuh jalur underground kemudian menggelar acara kecil-kecilan secara kolektif yang di dalamnya sering ada diskusi. Info tentang Lantai Dasar silakan meluncur ke akun instagram @LantaiDasar_ .

SIP ( Sekolah Inspirasi Pedalaman ) : yaitu sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, mereka sering terjun ke beberapa sekolah yang bisa dibilang masih dalam katergori "pedalaman" di Banjarnegara. Kegiatan menginspirasi anak-anak, belajar bersama mereka sering dilakukan dengan waktu yang tidak menentu. Info tentang SIP silakan meluncur ke akun instagram @SIPBanjarnegara 

Baca juga :



Beberapa yang saya tuliskan itu masih hanya sebagian dari banyaknya forum, komunitas dan pegiat sosial di Banjarnegara yang belum terpublish, belum banyak dikenal orang baik di luar Banjarnegara bahkan di Banjarnegara sendiri. Semoga di tulisan-tulisan lain, saya bisa menuliskan lebih banyak lagi tentang apa yang ada di Banjarnegara, aamiin. Terima kasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan-tulisan selanjutnya.

*Artikel ini awalnya diikutsertakan pada Blog Competition Wing Craft Expo yang diselenggarakan oleh Indagkop Banjarnegara bekerja sama dengan GenMile Banjarnegara . Namun setelah saya lihat satu foto yang menurut saya agak janggal, akhirnya saya update lagi tulisan ini, saya beri tambahan beberapa tulisan.

salah satu produk kerajinan di Wing Craft Expo


Kuliner Banjarnegara


Tambahan Tulisan !!!


Niat awal submit blog ke blog competition ini karena diajak Bu Idah ( idahceris.com ) buat meramaikan acara blog competition. Dari awal memang sudah kurang tertarik dengan acara Wing Craft ini, bukan bermaksud menjelek-jelek-an atau tidak support dengan pergerakan yang ada di Banjarnegara. Secara pribadi saya mendukung penuh setiap kegiatan di Banjarnegara terutama yang melibatkan anak muda, namun dengan catatan : Tidak Ada Kepentingan Politik !!! 

Nah setelah blog competition telah usai dan sudah ada pemenang nomor satu hingga tiga, kini saya menambah beberapa tulisan, tulisan bentuk kekecewaan saya. Sebelumnya, kenapa saya tetap menulis dan submit blog competition ini adalah karena tidak enak sudah meng-iya-kan ikut, kemudian yang ke dua karena sudah submit data peserta sebelum acara Wing Craft Expo dimulai, jadi semacam pertanggungjawaban saya sudah submit ya harus ikut nulis dan submit link artikel.

Setelah itu kekecewaan muncul ketika hari ke dua dateng ke gelaran ini, saya baru sadar bahwa di banner depan (photo booth) ada gambar ini.



ini spot di dekat pintu masuk acara Wing Craft Expo

Dalam benak saya bertanya "Siapakah Djeng Lasmi? kok bisa fotonya majang di sini". Nah hampir sekitar 5 hari saya menahan diri untuk menganggap ini biasa saja dan bukan masalah. Tapi kemudian menghantui saya dengan adanya akun instagram @lasmiindaryani yang gentayangan di timeline.



acara kemarin berarti disisipi muatan politik ?

Oh sial ! ternyata acara kemarin ada muatan politik ! saya pribadi merasa ini adalah acara yang secara tidak langsung merasa dibohongi. Lah katanya acara pameran UMKM, pameran kreativitas anak muda kok disisipi kampanya !!!

Saya sekedar mengingatkan ke temen-temen, terutama pemuda-pemudi Banjarnegara untuk lebih peka dengan hal-hal seperti ini, memang saya akui Banjarnegara haus akan hiburan, haus akan acara, tapi semoga temen-temen tidak mudah tergiur dengan tawaran acara yang nantinya disisipi muatan politik, muatan kampanye. Terima kasih ! Salam Juang !-

Minggu, 11 Februari 2018

GenMile Banjarnegara, GenPI nya Banjarnegara

SELAMATHARIAIR.COM - Beberapa hari kemarin contact-contac'an via whatsapp dengan Bu Idah ( pemilik idahceris.com ), ngobrolin soal blog competition yang akan diadakan di pertengahan bulan Februari 2018 ini. Nah tak lama dari obrolan tersebut, muncul flayer yang di situ terdapat informasi bahwa info tentang blog competition tersebut ada di halaman http://www.genmilebanjarnegara.com . Tanpa basa basi langsung saja berselancar ke halaman tersebut, akhirnya submit untuk ikutan lomba, lalu kepoin beberapa sosial media mereka yaitu di instagram dan twitter @GenMileBNR .


Apa itu GenMile Banjarnegara ? 

Menurut ke-sok-tahu-an saya, GenMile Banjarnegara ini hampir seperti GenPI yang hampir di kota-kota besar ada, misal GenPi Semarang, GenPi Jogja, GenPI Jateng dan GenPi-GenPi lainnya. GenMile kalau boleh saya tebak, itu adalah singkatan dari Generasi Milenial, atau istilah yang sedang naik daun adalah Generasi Zaman Now !

logo GenMile Banjarnegara

Nah kalau GenPI sendiri itu apa ?

GenPI singkatan dari Generasi Pesona Indonesia, mereka adalah para pengguna sosial media yang menyebarkan secara daring / online "Pesona Indonesia" yang biasanya di sini konten yang disajikan adalah tentang pariwisata dan kebudayaan. 

Semoga dengan adanya GenMile Banjarnegara ini, berita-berita atau informasi seputar Banjarnegara lebih mudah di akses oleh orang-orang di luar sana, semoga semakin banyak yang "kenal" Banjarnegara bukan lewat bencana tanah longsor atau angin puting beliung saja, namun semoga bisa dikenal dengan potensi pariwisata, kerajinan, kesenian dan ragam budaya-nya.

Lalu siapa saja yang ada di GenMile Banjarnegara ?


Sementara ini saya pribadi belum tahu, siapa saja dibalik akun @GenMileBNR dan laman genmilebanjarnegara.com , yang saya tahu ya Bu Idah salah satunya. Nah untuk temen-temen yang penasaran dengan GenMile Banjarnegara silakan langsung contact via instagram atau twitter saja, pastinya mereka akan merespon niat baik kalian kok. Oh iya, ikutan blog competition-nya jangan lupa ya. Periode lomba tanggal 14-16 Februari 2018 dan batas akhir submit artikel tanggal 16 Februari 2018 pukul 21.00 WIB. Jangan sampai terlewat !!!


Video Klip "Meadow of Heaven" Gardenia Music

SELAMATHARIAIR.COM - Setelah beberapa waktu lalu posting tentang proses dibalik pembuatan video milik band Banjarnegara bernama Gardenia, akhirnya kini video klip tersebut sudah bisa dinikmati khalayak ramai melalui kanal youtube Gardenia. 
Gardenia
Raphael, bintang video klip Meadow of Heaven

Sebelum nonton video klip lagu "Meadow of Heaven" milik Gardenia, mungkin alangkah baiknya saya tuliskan tentang Gardenia di sini :

Gardenia adalah proyek musik yang digawangi oleh dua orang yaitu Susmia pada vokal, yang mana hampir semua lirik dirinyalah yang menuliskannya, kemudian orang kedua adalah Adit dengan gitarnya yang berperan untuk membuat aransemen musik untuk proyek musik yang berangkat dari keisengan semata hingga akhirnya dikembangkan menuju level yang lebih tinggi yaitu 'serius'. Gardenia adalah transformasi dari CAPPSS, yaitu duo akustik yang mengawali proses dengan menelurkan satu karya berjudul Meadow of Heaven, menjadi titik awal bertemunya Adit dan Susmia yang akhirnya pada tahun 2017 ada banyak perubahan dari konsep yang awalnya duo menjadi band, dengan masuknya Nopen di posisi drum dan Ochis sebagai keyboardist.

Pertanyaan klise yang sering kami dapat adalah "apa filosofi dibalik nama Gardenia" ? kemudian kami coba jelaskan perlahan, yaitu berawal dari kegemaran Susmia dengan musik Black Metal, dia penggila Gothic-doom dan stoner metal, ketika itu ada band dari Amerika bernama Kyuss yang salah satu lagu favoritnya berjudul Gardenia, hingga akhirnya judul lagu tersebut sepakat digunakan untuk proyek bermusik kami, Gardenia. Selain itu, gardenia adalah nama bunga yang di tempat kami dikenal dengan nama 'Kaca Piring', kini sudah cukup jarang ditemui, sehingga berharap kami tumbuh dan berproses dengan unik dan bisa dibilang langka, seperti bunga Kaca Piring tersebut
  
Penulisan lirik untuk Gardenia ini banyak bercerita tentang kebosanan, kesendirian, pencarian, perenungan bahkan kebosanan atas tatanan hidup manusia sekarang. Penulisan lirik untuk Gardenia adalah bagian dari pelarian Susmia akan kegelisahan yang menghantui dirinya, kemudian didiskusian bersama Adit yang menerjemahkan kegelisahan tersebut lewat aransemen musiknya.

Proyek musik yang cukup nyleneh dan cukup sulit menemukan sound engineeer yang bisa mengerti konsep musik kami, terutama untuk kelas lokal di kampung halaman kami, Banjarnegara. Kami sering menganggap kami aneh, bahkan tak hanya kami, beberapa teman juga meng-iya-kan pandangan tersebut kepada proyek musik Gardenia ini.

Tahun 2014 sudah tercipta 5 track yang kami persiapkan untuk rencana penggarapan mini album :

1. Meadow of Heaven
2. Lovers From The Parallel World
3. Nowhere To Be Found
4. Don't Go Morning Rain
5. Let Me Draw You Tonight

yang kemudian ditambah satu track berjudul "Somewhere Among The Sea of Stars" di tahun 2015 yang dimaksudkan untuk melengkapi syarat terbentuknya mini album yang kami dambakan. Hingga saat ini, materi tersebut kami olah terus menerus untuk kami kemas menjadi sebuah mini album yang harapannya di tahun 2018 ini bisa rilis. 

Kendalanya masih di proses recording, mixing hingga mastering, kami masih belum puas dengan beberapa hasil yang sudah sempat direkam hingga di mixing, semoga segera kami mendapat jawaban atas semua ini. Semoga Semesta Mendukung dan meng aamiin-i .
Gardenia Band


Oke setelah sedikit kenal dengan Gardenia, silakan bisa simak video klip mereka di sini :


Video klip ini saya kerjakan bersama Gardenia, di sini saya berperan sebagai pengambil gambar dan juga sekaligus sebagai editor. Menjadi sebuah tantngan tersendiri untuk membuat video klip Meadow of Heaven ini. Selain waktu pengambilan gambar yang begitu singkat dan sedikit harus berkejaran dengan waktu dan cuaca ( hujan ). 

Tak hanya itu, proses pembuatan video klip ini juga hanya bermodal alat sederhana, hanya dengan kamera DSLR Canon 550D dan lensa 18-200mm yang akhirnya cukup berat dan harus dimaksimalkan di proses editing. Sebuah tantangan yang begitu menarik, sangat berkesan dan tentunya saya pribadi masih dalam kategori "belum puas" dengan hasil yang diperoleh. Setidaknya dengan keterbatasan ini membuat saya belajar dan terus berproses untuk tidak berhenti pada titik ini saja.

Terima kasih untuk Gardenia ( Mba Icus, Mas Adit, Mas Nopen, Mas Ochis ) dan beberapa kawan yang ikut dalam proses pembuatan video ini ( Udje, Tutung, Nata, Dedo, Pak Ade Baravape/Baracoffee ).

Rabu, 24 Januari 2018

Cara Cepat Mendapatkan 1000 Subscribers di Youtube

SELAMATHARIAIR.COM - Youtube baru saja mengeluarkan kebijakan baru yang akan berlaku mulai bulan februari 2018 nanti. Kebijakan tentang sebuah channel dapat di monetize adsense dengan 1000 subscribers dan watch time per 12 bulan terakhir adalah 4000 jam. Ini cukup membuat para youtuber terutama para youtuber yang bergantung pada adsense kelabakan, seolah ini adalah kabar sangat amat buruk dan dalam hati berkata "sialan! makin ketat aja youtube nih" .

Lihat kabar selengkapnya tentang kebijakan youtube terbaru :
Tak perlu bersedih, tak perlu merasa gagal untuk bisa kembali mendapat dollar dari internet, ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah dengan menggunakan sebuah website bernama Youlikehits, silakan daftar di sini : DAFTAR !!!

Cara kerjanya adalah kita mencari point dengan cara menonton video youtube orang lain sekitar 50-70 detik untuk mendapatkan point antara 6 hingga 12 point. Dari point yang kita kumpulkan tersebut nantinya bisa diatur untuk mendapatkan viewer maupun subscriber di channel kita.

mendapatkan point dengan menonton video youtube orang lain
Nah setelah punya banyak point kita setting di menu Add/Edit Site kemudian pilih Youtube -> Subscribers lalu klik Add Channel. Akan muncul tampilan seperti berikut ini :

masukan nama channel, contoh : ipongdjembe
Setelah menuliskan channel tersebut klik "add channel" kemudian refresh, akan muncul pengaturan berapa point yang kita keluarkan untuk orang lain yang akan subscribe channel kita, makin banyak angkanya makin besar kesempatan di subscribe, tapi kita perlu juga mencari point sebanyak mungkin.

payout = point yang kita keluarkan untuk orang lain

Nah dengan cara tersebut bisa menambah subscribers channel kita dengan lebih cepat, dan jangan lupa untuk selalu membuat konten yang baik, karena konten yang baik adalah sumber datangnya viewers dan subscribers. Jadi cara ini hanya untuk menambah saja, kunci utama tetap harus ada di konten videonya.

Semoga tips sederhana ini bisa membantu teman-teman yang sedang mengincar 1000 subscribers di channel youtube kalian, dan semoga cepat dapat 4000 jam penayangan sehingga adsense kalian bisa jalan lagi sesuai ekspektasi ya. Terima kasih sudah mampir ke blog saya, jika berkenan juga silakan subscribe channel saya : Vlog Ipong .

Kamis, 18 Januari 2018

Bagaimana Cara Menjelaskan Produksi Video Ke Client

SELAMATHARIAIR.COM - Menjadi seseorang yang berkecimpung di industri kreatif tidaklah mudah seperti yang orang-orang pikirkan dan bayangkan, tentu saja, banyak hal-hal yang tidak bisa dihindari, salah satunya adalah negosiasi dengan calon client. Sebagai video maker, membuat sebuah video adalah hal yang kadang bisa dikatakan mudah, namun sering dikatakan susah, tergantung dari sudut pandang mana dan dari standart mana yang menjadi acuan. Bayangkan saja jika si client ingin punya video sekelas garapan Marvel dengan audio visual yang semenarik itu namun dengan budget yang sangat amat rendah, bukankah ini bisa disebuat membuat film / video sangatlah susah
Oke, sekarang yang ingin saya ceritakan dari susah atau mudahnya produksi video / film salah satunya adalah menjelaskan ke calon client tentang hal-hal yang mempengaruhi produksi video / film, beberapa yang perlu diketahui diantaranya :
1. Konsep Video / Film
2. Waktu Penggarapan
3. Sumber Daya Manusia
4. Peralatan
5. Budget

Mungkin masih banyak faktor dan point-point selain lima hal yang saya tuliskan, namun dari lima hal tersebut nantinya bisa menjadi banyak sekali hal-hal yang begitu kompleks. Nah singkat cerita dapet tawaran produksi film pendek salah satu temen, film pendek tugas mata kuliah Manajemen, namanya Mas Wiwit, ngobrol soal harga dan lain sebagainya, setelahnya tidak ada kabar hampir satu minggu lebih, mungkin masalah budget yang saya sampaikan tidak sesuai dengan ekspektasi beliau. Ini bukan kali pertama saya mendapati kejadian seperti ini, sebelumnya juga sering ada calon client yang ngobrol soal harga kemudian tidak jadi order, ya saya maklumi, karena mereka belum tahu bagaimana proses produksi yang begitu kompleks dan nilainya tidak bisa dipukul rata.

Mungkin sebagian dari mereka menganggap bahwa video maker, fotografer, musisi adalah hanya ketrampilan iseng dan hoby saja, padahal bagi mereka, juga sedikit bagi saya, hoby dan ketrampilan ini adalah salah satu mata pencaharian atau bahkan satu-satunya sumber mata pencaharian. Bayangkan jika bekerja di industri kreatif ( video maker / fotografer / musisi ) menjadi satu-satunya mata pencaharian dan tidak diberi apresiasi ? bagaimana nasib anak istri dan juga si pekerja kreatif tersebut ?

Memang apresiasi tidak melulu soal nilai / uang, tapi ya mau bagaimana juga, uang adalah goal / pencapaian seseorang dalam bekerja, kecuali untuk bekerja sebagai relawan, bekerja untuk sosial, beda cerita kalau begitu.
foto bareng pemeran dan figuran film pendek 

Kembali ke cerita saya, setelah seminggu lebih tidak ada kabar tentang pembuatan film pendek tersebut, akhirnya di contact lagi, ngobrol soal harga lagi untuk bantu proses pengambilan gambar saja, hingga akhirnya ada kesepakatan harga dan juga tanggal pelaksanaan, begitu juga dengan obrolan seputar alat dan durasi kerja. Hari H, proses produksi berjalan, scene demi scene dilalui hingga akhirnya hampir di penghujung kegiatan, mereka ngobrol soal jasa editing, yang akhirnya terjadi negosiasi langsung ( pengalaman saya, negosiasi langsung cukup menyulitkan, masih mending negosiasi via whatsapp / email, bisa ngasih harga yang teguh dengan pendirian ) , akhirnya terjadi negosiasi di lapangan, yang akhirnya saya bisa mempertahankan standart harga saya, ini tumben banget bisa gini, biasanya kalah ketika nego, terutama kalau client ibuk-ibuk yang punya jurus tawar menawar super duper canggih dan sadis.

Setelah proses produksi selesai, masuk tahap editing dan di sini kebetulan Mas Wiwit, salah satu dari 6 orang yang produksi film pendek ini pengin ikut lihat proses editing, di sini kesempatan saya menunjukan pada beliau bagaimana ribetnya, bagaimana perjuangan dan hal-hal yang terkait dengan pembuatan video / film. Saya tunjukan workspace adobe premiere cc 2017 dengan layer-layer audio video yang numpuk begitu banyak, sepertinya mulai terbuka, mungkin dalam hati beliau berkata "Oh pantesan budget-nya segitu, lha wong ribetnya kaya gini, terus belajar-nya gimana dulu ya ? lama dan pasti tidak sekali langsung bisa, terus sampai jam 2 pagi masih ngedit bahkan sampai subuh, dia istirahatnya kapan ya ? lha wong jam 8 pagi sudah melek lagi, sudah whatsapp'an, ga mungkin juga whatsapp auto reply kan? " mungkin seperti itu, mungkin lho ya, ini sih cuma imajinasiku. Tapi memang pada akhirnya beliau terbuka, ngobrol soal editing, soal kamera, lalu peralatan pendukung seperti slider, drone, hendheld stabilizer, dan lain sebagainya, hingga beberapa kali buka marketplace untuk cari tahu harganya, akhirnya sedikit mengerti bahwa membuat sebuah video atau film tidak semudah yang dibayangkan tinggal pasang kamera ke tripod kemudian edit menggunakan handphone, pakai viva video atau kine master.
Mas Juna, Pak Akhmad, Mba Ratna, Mba Dewi, Mas Tyas dan Mas Wiwit

Dari sini bisa saya ambil kesimpulan bahwa sebenarnya bukan salah client ketika mereka menawar harga sadis, peran video maker / videographer / photographer juga harus berperan aktif untuk mengedukasi mereka, memberi gambaran, memberi penjelasan bagaimana proses pra produksi, proses produksi hingga proses paska produksi sebuah video / film atau foto. Memang harus sabar dan tidak boleh terkesan menggurui, butuh proses, butuh pendekatan khusus. Jadi buat temen-temen yang bekerja di industri kreatif semoga tetap semangat, tidak boleh menyalahkan client sepenuhnya, karena mereka sebetulnya hanya butuh mengerti proses sehingga bisa mengapresiasi dan menghargai pekerjaan dan karya kita.

Kamis, 04 Januari 2018

Pantai Watu Kodok Gunung Kidul Masih Sepi Pengunjung

SELAMATHARIAIR.COM - Pantai bagi sebagian orang menjadi pelarian ketika jenuh melanda, bisa jadi pantai adalah tempat paling pas menikmati sekaligus bersyukur atas kehebatan-Nya. Banyak yang menghabiskan waktu di pantai hanya untuk memandangi gulungan ombak dan langit biru, ada sebagian yang menjadikan pantai sebagai saksi kisah asmara, seolah sepasang kekasih ini sedang pamer kemesraan kepada laut dan langit bahwa sedang betapa bahagianya sepasang kekasih di hari itu.
Oke, saya ingin bercerita tentang keindahan pantai yang tak pernah membuat kami bosan, sudah berpuluh puluh pantai kami datangi, sepertinya tak kapok juga dengan yang namanya pasir, ombak, karang dan sesekali air asin itu tertelan. Kami berdua sering sekali pergi ke pantai, sepertinya pantai menjadi agenda pertama untuk jalan-jalan. Kali ini adalah 'Pantai Watu Kodok' yang kami datangi untuk sekedar merayakan istilah "Pertemuan" yang menjadi bagian dari kisah para pejuang Long Distance Relationship.
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
foto diambil di genangan, di sekitar pantai

Kamis, 04 Januari 2018 adalah hari dimana perjalanan menuju Pantai Watu Kodok Gunung Kidul ini kami langsungkan, seperti biasanya, perjalanan rencana pagi selalu molor karena harus mampir sarapan, mampir pom bensin dan selalu mampir yang namanya indomaret atau alfamart, selalu, entah hanya beli air mineral atau beli jajan, pokoknya hampir 95% mampir !
Cuaca sedang kurang bersahabat, di perjalanan kami terjebak hujan, walaupun sudah sempat menerjang dengan menggunakan mantol kresek nan sederhana, akhirnya kami menyerah, kami memilih berteduh di emperan toko yang sedang tutup saat itu. Sekitar 60 menit berteduh, hujan yang semula deras, akhirnya berganti menjadi rintik atau sering diebut gerimis, kami terjang hingga beberapa saat hujan akhirnya reda.
Lagi-lagi nyasar ketika menggunakan google map, bukan kesalahan map seperti kasus beberapa wisatawan nyasar di daerah wonosobo ketika hendak pergi ke wisata Sikunir dan Dieng, kali ini murni kesalahan si pembaca Map yang entah kenapa sudah beberapa kali kesalahan ini terjadi, sepertinya perlu belajar navigasi lebih banyak lagi lhooooo, sebut saja pelakunya Rachmawati Kurnia Sari, si pemilik domain kedhanakedhini.com yang sedang malas-malasan nulis.

Baca jugaTahun Baru, Polisi Repot Tolong Puluhan Turis Dieng yang Kesasar

Nyasarnya untung tidak terlalu jauh, nyasar masuk ke pantai Sepanjang yang lokasinya bersebelahan dengan pantai Watu Kodok. Kemudian saya ambil alih navigasi, lihat sebentar, masukin hp ke kantong, kemudian gas tipis-tipis dengan motor beber Revo yang saya juluki "Undil", tak lama kemudian tibalah kami berdua di pintu masuk Pantai Watu Kodok.

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Gapura menuju Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ini dia Rachmawati Kurnia Sari

Untuk masuk ke obyek wisata Pantai Watu Kodok, kita membayar sebesar Rp. 10.000,- per orang, yang bisa digunakan untuk beberapa obyek wisata / pantai lain di Gunung Kidul, diantaranya yaitu Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Pulangsawal, Pantai Poktunggal dan beberapa pantai lain. Untuk tarif parkir di Pantai Watu Kodok sebesar Rp. 3.000,- saja untuk kendaraan roda dua.
Pantai Watu Kodok cukup sepi, masih sedikit orang yang mampir ke sini, walaupun tetap ada pengunjung dan tentunya ada oknum pengunjung yang jahat datang kemari, membuang sampah plastik jajan adalah salah satu kejahatan yang nyata. Walaupun tak sebanyak di pantai-pantai lain, tetap saja yang namanya sampah plastik di alam terbuka adalah pemandangan yang kurang atau bahkan tidak baik !

Pantai Watu Kodok menawarkan pemandangan berupa karang yang cukup luas, kemudian ada tebing batu yang instagramable, yang pasti menjadi spot favorit ketika berkunjung ke Pantai Watu Kodok. Pantai Watu Kodok kurang cocok untuk berenang, karena air tidak terlalu dalam, ditambah banyaknya karang di sekitarnya, akan membahayaka diri ketika memaksa untuk berenang di sekitar pantai Watu Kodok, jadi di sini kita cukup bermain pasir putih yang lembut, hunting foto atau video, kemudian menikmati semilir angin laut dan cipratan ombak yang kadang tak sengaja tertelan ke mulut ( adegan ini lebih sering terjadi  ketika partner main ke pantai adalah orang yang usil, yang tiba-tiba nyiratin air ke muka ).
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Tebing batu nan instagramable

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Sedang bertanya "kapan ya bisa punya drone?"
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Detail tebing batu jika dilihat jarak dekat
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Bahan untuk bikin kerajinan tangan nih !

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Banyak ditemukan ijo-ijo di Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ekspresi ketika pengajuan resign kantor di acc

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ekspresi ketika tahun baruan di rumah saja

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
dalam hati bilang "mas, ke KUA yuk mas"

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Hamparan pasir luas di sepanjang Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Tumbuhan yang sering kita jumpai di sekitar pantai
Baca jugaCurug Sinoman Kalibening Nan Romantis

Oh iya, sebelumnya saya pernah nonton di Youtube, kalau di Pantai Watu Kodok ini sempat diadakan sebuah acara bertajuk "Festival Katok Abang", bertempat di Watu Kodok, Kelor Kidul, Kecamatan Tanjung Sari, Wonosari pada 25 Mei 2016, festival tersebut digelar dalam rangka memperingati satu tahun perjuangan warga. "Festival Kathok Abang merupakan acara yang dihelat warga di sekitar area pantai Watu Kodok, Kelor Kidul, Kecamatan Tanjung Sari, Wonosari pada 25 Mei 2016. Acara ini dihelat atas dasar inisiatif warga yang kemudian bekerjasama dengan beberapa komunitas, baik yang berada di kabupaten maupun kota. Pada hari tersebut warga memperingati satu tahun perjuangannya dalam mempertahankan lahan hidup di sekitar Pantai Watu Kodok, yang terancam rusak oleh rencana pembangunan area wisata berskala besar" tertulis di halaman Arsip IVAA, Digital Archive of Indonesian Contemporary Art ( link : Dokumentasi Festival Kathok Abang ), berikut videonya :

Selasa, 02 Januari 2018

Tahun Baru, Keluarga dan Kehangatan

SELAMATHARIAIR.COM - Tahun 2017 sudah terlewati dengan bebgai macam cerita yang melengkapi perjalanan saya, pun juga dengan kalian semua. Menjalani hari demi hari di tahun 2017 sepertinya begitu cepat, rasanya baru kemarin liat kembang api dari atap bangunan melihat perayaan pergantian tahun 2016 ke 2017, lah kok sekarang sudah ganti tahun saja, seperti terlena, menjadi sebuah introspeksi diri dengan pertanyaan "selama tahun 2017 saya ngapain aja ? ".
Pertanyaan ini cukup menjadi tanda bahaya, menjadi pengingat untuk tahun 2018 ini, semoga banyak yang bisa saya kerjakan di tahun 2018 ini, dan semoga juga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Eyang Putri dan Eyang Kakung
Soal perayaan pergantian tahun, kali ini saya memutuskan untuk melawan ego, melawan di sini dalam bentuk "tidak keluar nonton pesta kembang api / event perayaan pergantian tahun". Awalnya cukup ragu karena banyak sekali kegiatan yang mengin-mengini ,  seperti acara di Dieng ( Lampion, Kembang Api dan peluncuran tanggal DCF / Dieng Culture Festival ), kemudian ada acara di stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara, lalu temen manggung di Historia Cafe dan di area Hotel Surya Yudha, semuanya begitu menggiurkan ! namun semua itu adalah cobaan yang harus bisa di ikhlaskan untuk sengaja terlewatkan alias absen. 
Pop Corn untuk teman nge-teh

Teh hangat dan beberapa cemilan

Moment pergantian tahun sepertinya dimana-mana menjadi moment yang cukup istimewa, mulai dari nongkrong bareng komunitas, jalan bareng pacar, moment nembak cewek di riuhnya suara terompet dan kembang api, pokoknya lengkap lah semua keistimewaan versi masing-masing. Begitu pula dengan saya, sebuah moment istimewa adalah ketika setelah beberapa tahun baru dilalui baik dengan komunitas, dengan pacar atau dengan kegiatan / event, kali ini saya menikmati kehangatan bersama keluarga, ngumpul di tempat Eyang Kakung dan Eyang Putri lengkap bersama anak cucunya bahkan hingga buyut. Ini sebuah moment langka yang akhirnya bisa saya ciptakan bersama keluarga, dengan cara mengendalikan ego, walaupun awalnya ragu dan hampir tergiur untuk keluar rumah, namun semua itu bisa diredam.
Eyang kakung yang sudah sekitar 2 tahunan sakit dan tak bisa kemana-mana, kini hanya bisa tiduran di kamar, sesekali duduk di ruang keluarga pun harus dengan digendong terlebih dahulu. Di pergantian tahun 2017 ke 2018 menjadi moment yang begitu mesra, saking mesranya saya sedikit memaksa mereka untuk foto bersama. "Yang, eyang putri lenggah sebelah eyang kakung, tak foto nggih yang" kataku pada Eyang Putri yang akhirnya tak lama kemudian duduk disamping Eyang Kakung yang sudah duduk di sofa ruang keluarga. "Nyong njikotna kupluk, tak kuplukan men tambah gagah" kalimat tersebut muncul dari Eyang Kakung dengan nada setengah melucu, hingga akhirnya beberapa jepret ter-rekam. Oh sungguh kemesraan yang tak ternilai, menjadi imajinasi saya "gimana nanti kalau saya tua, semoga bisa seperti Eyang Kakung dan Eyang Putri" teriakku dalam hati.

Pasangan romantis

Sepertinya saya terlalu sibuk di luar, terlalu menikmati dunia luar rumah, hingga lupa bahwa kenyamanan, kehangatan dan kepedulian yang hakiki adalah dalam keluarga. Sejauh apapun saya pergi, sebanyak apapun teman di luar sana, yang sejatinya peduli dan selalu membantu adalah keluarga. Orang yang paling banyak berjasa adalah orang tua, yang mungkin kita tak menyadari akan hal itu. Terima kasih Gusti Allah sudah memberi kesempatan kami sekeluarga untuk tetap menikmati nikmat-Mu, nikmat kebersamaan. Terima kasih.