Rabu, 24 Januari 2018

Cara Cepat Mendapatkan 1000 Subscribers di Youtube

SELAMATHARIAIR.COM - Youtube baru saja mengeluarkan kebijakan baru yang akan berlaku mulai bulan februari 2018 nanti. Kebijakan tentang sebuah channel dapat di monetize adsense dengan 1000 subscribers dan watch time per 12 bulan terakhir adalah 4000 jam. Ini cukup membuat para youtuber terutama para youtuber yang bergantung pada adsense kelabakan, seolah ini adalah kabar sangat amat buruk dan dalam hati berkata "sialan! makin ketat aja youtube nih" .

Lihat kabar selengkapnya tentang kebijakan youtube terbaru :
Tak perlu bersedih, tak perlu merasa gagal untuk bisa kembali mendapat dollar dari internet, ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah dengan menggunakan sebuah website bernama Youlikehits, silakan daftar di sini : DAFTAR !!!

Cara kerjanya adalah kita mencari point dengan cara menonton video youtube orang lain sekitar 50-70 detik untuk mendapatkan point antara 6 hingga 12 point. Dari point yang kita kumpulkan tersebut nantinya bisa diatur untuk mendapatkan viewer maupun subscriber di channel kita.

mendapatkan point dengan menonton video youtube orang lain
Nah setelah punya banyak point kita setting di menu Add/Edit Site kemudian pilih Youtube -> Subscribers lalu klik Add Channel. Akan muncul tampilan seperti berikut ini :

masukan nama channel, contoh : ipongdjembe
Setelah menuliskan channel tersebut klik "add channel" kemudian refresh, akan muncul pengaturan berapa point yang kita keluarkan untuk orang lain yang akan subscribe channel kita, makin banyak angkanya makin besar kesempatan di subscribe, tapi kita perlu juga mencari point sebanyak mungkin.

payout = point yang kita keluarkan untuk orang lain

Nah dengan cara tersebut bisa menambah subscribers channel kita dengan lebih cepat, dan jangan lupa untuk selalu membuat konten yang baik, karena konten yang baik adalah sumber datangnya viewers dan subscribers. Jadi cara ini hanya untuk menambah saja, kunci utama tetap harus ada di konten videonya.

Semoga tips sederhana ini bisa membantu teman-teman yang sedang mengincar 1000 subscribers di channel youtube kalian, dan semoga cepat dapat 4000 jam penayangan sehingga adsense kalian bisa jalan lagi sesuai ekspektasi ya. Terima kasih sudah mampir ke blog saya, jika berkenan juga silakan subscribe channel saya : Vlog Ipong .

Kamis, 18 Januari 2018

Bagaimana Cara Menjelaskan Produksi Video Ke Client

SELAMATHARIAIR.COM - Menjadi seseorang yang berkecimpung di industri kreatif tidaklah mudah seperti yang orang-orang pikirkan dan bayangkan, tentu saja, banyak hal-hal yang tidak bisa dihindari, salah satunya adalah negosiasi dengan calon client. Sebagai video maker, membuat sebuah video adalah hal yang kadang bisa dikatakan mudah, namun sering dikatakan susah, tergantung dari sudut pandang mana dan dari standart mana yang menjadi acuan. Bayangkan saja jika si client ingin punya video sekelas garapan Marvel dengan audio visual yang semenarik itu namun dengan budget yang sangat amat rendah, bukankah ini bisa disebuat membuat film / video sangatlah susah
Oke, sekarang yang ingin saya ceritakan dari susah atau mudahnya produksi video / film salah satunya adalah menjelaskan ke calon client tentang hal-hal yang mempengaruhi produksi video / film, beberapa yang perlu diketahui diantaranya :
1. Konsep Video / Film
2. Waktu Penggarapan
3. Sumber Daya Manusia
4. Peralatan
5. Budget

Mungkin masih banyak faktor dan point-point selain lima hal yang saya tuliskan, namun dari lima hal tersebut nantinya bisa menjadi banyak sekali hal-hal yang begitu kompleks. Nah singkat cerita dapet tawaran produksi film pendek salah satu temen, film pendek tugas mata kuliah Manajemen, namanya Mas Wiwit, ngobrol soal harga dan lain sebagainya, setelahnya tidak ada kabar hampir satu minggu lebih, mungkin masalah budget yang saya sampaikan tidak sesuai dengan ekspektasi beliau. Ini bukan kali pertama saya mendapati kejadian seperti ini, sebelumnya juga sering ada calon client yang ngobrol soal harga kemudian tidak jadi order, ya saya maklumi, karena mereka belum tahu bagaimana proses produksi yang begitu kompleks dan nilainya tidak bisa dipukul rata.

Mungkin sebagian dari mereka menganggap bahwa video maker, fotografer, musisi adalah hanya ketrampilan iseng dan hoby saja, padahal bagi mereka, juga sedikit bagi saya, hoby dan ketrampilan ini adalah salah satu mata pencaharian atau bahkan satu-satunya sumber mata pencaharian. Bayangkan jika bekerja di industri kreatif ( video maker / fotografer / musisi ) menjadi satu-satunya mata pencaharian dan tidak diberi apresiasi ? bagaimana nasib anak istri dan juga si pekerja kreatif tersebut ?

Memang apresiasi tidak melulu soal nilai / uang, tapi ya mau bagaimana juga, uang adalah goal / pencapaian seseorang dalam bekerja, kecuali untuk bekerja sebagai relawan, bekerja untuk sosial, beda cerita kalau begitu.
foto bareng pemeran dan figuran film pendek 

Kembali ke cerita saya, setelah seminggu lebih tidak ada kabar tentang pembuatan film pendek tersebut, akhirnya di contact lagi, ngobrol soal harga lagi untuk bantu proses pengambilan gambar saja, hingga akhirnya ada kesepakatan harga dan juga tanggal pelaksanaan, begitu juga dengan obrolan seputar alat dan durasi kerja. Hari H, proses produksi berjalan, scene demi scene dilalui hingga akhirnya hampir di penghujung kegiatan, mereka ngobrol soal jasa editing, yang akhirnya terjadi negosiasi langsung ( pengalaman saya, negosiasi langsung cukup menyulitkan, masih mending negosiasi via whatsapp / email, bisa ngasih harga yang teguh dengan pendirian ) , akhirnya terjadi negosiasi di lapangan, yang akhirnya saya bisa mempertahankan standart harga saya, ini tumben banget bisa gini, biasanya kalah ketika nego, terutama kalau client ibuk-ibuk yang punya jurus tawar menawar super duper canggih dan sadis.

Setelah proses produksi selesai, masuk tahap editing dan di sini kebetulan Mas Wiwit, salah satu dari 6 orang yang produksi film pendek ini pengin ikut lihat proses editing, di sini kesempatan saya menunjukan pada beliau bagaimana ribetnya, bagaimana perjuangan dan hal-hal yang terkait dengan pembuatan video / film. Saya tunjukan workspace adobe premiere cc 2017 dengan layer-layer audio video yang numpuk begitu banyak, sepertinya mulai terbuka, mungkin dalam hati beliau berkata "Oh pantesan budget-nya segitu, lha wong ribetnya kaya gini, terus belajar-nya gimana dulu ya ? lama dan pasti tidak sekali langsung bisa, terus sampai jam 2 pagi masih ngedit bahkan sampai subuh, dia istirahatnya kapan ya ? lha wong jam 8 pagi sudah melek lagi, sudah whatsapp'an, ga mungkin juga whatsapp auto reply kan? " mungkin seperti itu, mungkin lho ya, ini sih cuma imajinasiku. Tapi memang pada akhirnya beliau terbuka, ngobrol soal editing, soal kamera, lalu peralatan pendukung seperti slider, drone, hendheld stabilizer, dan lain sebagainya, hingga beberapa kali buka marketplace untuk cari tahu harganya, akhirnya sedikit mengerti bahwa membuat sebuah video atau film tidak semudah yang dibayangkan tinggal pasang kamera ke tripod kemudian edit menggunakan handphone, pakai viva video atau kine master.
Mas Juna, Pak Akhmad, Mba Ratna, Mba Dewi, Mas Tyas dan Mas Wiwit

Dari sini bisa saya ambil kesimpulan bahwa sebenarnya bukan salah client ketika mereka menawar harga sadis, peran video maker / videographer / photographer juga harus berperan aktif untuk mengedukasi mereka, memberi gambaran, memberi penjelasan bagaimana proses pra produksi, proses produksi hingga proses paska produksi sebuah video / film atau foto. Memang harus sabar dan tidak boleh terkesan menggurui, butuh proses, butuh pendekatan khusus. Jadi buat temen-temen yang bekerja di industri kreatif semoga tetap semangat, tidak boleh menyalahkan client sepenuhnya, karena mereka sebetulnya hanya butuh mengerti proses sehingga bisa mengapresiasi dan menghargai pekerjaan dan karya kita.

Kamis, 04 Januari 2018

Pantai Watu Kodok Gunung Kidul Masih Sepi Pengunjung

SELAMATHARIAIR.COM - Pantai bagi sebagian orang menjadi pelarian ketika jenuh melanda, bisa jadi pantai adalah tempat paling pas menikmati sekaligus bersyukur atas kehebatan-Nya. Banyak yang menghabiskan waktu di pantai hanya untuk memandangi gulungan ombak dan langit biru, ada sebagian yang menjadikan pantai sebagai saksi kisah asmara, seolah sepasang kekasih ini sedang pamer kemesraan kepada laut dan langit bahwa sedang betapa bahagianya sepasang kekasih di hari itu.
Oke, saya ingin bercerita tentang keindahan pantai yang tak pernah membuat kami bosan, sudah berpuluh puluh pantai kami datangi, sepertinya tak kapok juga dengan yang namanya pasir, ombak, karang dan sesekali air asin itu tertelan. Kami berdua sering sekali pergi ke pantai, sepertinya pantai menjadi agenda pertama untuk jalan-jalan. Kali ini adalah 'Pantai Watu Kodok' yang kami datangi untuk sekedar merayakan istilah "Pertemuan" yang menjadi bagian dari kisah para pejuang Long Distance Relationship.
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
foto diambil di genangan, di sekitar pantai

Kamis, 04 Januari 2018 adalah hari dimana perjalanan menuju Pantai Watu Kodok Gunung Kidul ini kami langsungkan, seperti biasanya, perjalanan rencana pagi selalu molor karena harus mampir sarapan, mampir pom bensin dan selalu mampir yang namanya indomaret atau alfamart, selalu, entah hanya beli air mineral atau beli jajan, pokoknya hampir 95% mampir !
Cuaca sedang kurang bersahabat, di perjalanan kami terjebak hujan, walaupun sudah sempat menerjang dengan menggunakan mantol kresek nan sederhana, akhirnya kami menyerah, kami memilih berteduh di emperan toko yang sedang tutup saat itu. Sekitar 60 menit berteduh, hujan yang semula deras, akhirnya berganti menjadi rintik atau sering diebut gerimis, kami terjang hingga beberapa saat hujan akhirnya reda.
Lagi-lagi nyasar ketika menggunakan google map, bukan kesalahan map seperti kasus beberapa wisatawan nyasar di daerah wonosobo ketika hendak pergi ke wisata Sikunir dan Dieng, kali ini murni kesalahan si pembaca Map yang entah kenapa sudah beberapa kali kesalahan ini terjadi, sepertinya perlu belajar navigasi lebih banyak lagi lhooooo, sebut saja pelakunya Rachmawati Kurnia Sari, si pemilik domain kedhanakedhini.com yang sedang malas-malasan nulis.

Baca jugaTahun Baru, Polisi Repot Tolong Puluhan Turis Dieng yang Kesasar

Nyasarnya untung tidak terlalu jauh, nyasar masuk ke pantai Sepanjang yang lokasinya bersebelahan dengan pantai Watu Kodok. Kemudian saya ambil alih navigasi, lihat sebentar, masukin hp ke kantong, kemudian gas tipis-tipis dengan motor beber Revo yang saya juluki "Undil", tak lama kemudian tibalah kami berdua di pintu masuk Pantai Watu Kodok.

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Gapura menuju Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ini dia Rachmawati Kurnia Sari

Untuk masuk ke obyek wisata Pantai Watu Kodok, kita membayar sebesar Rp. 10.000,- per orang, yang bisa digunakan untuk beberapa obyek wisata / pantai lain di Gunung Kidul, diantaranya yaitu Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Pulangsawal, Pantai Poktunggal dan beberapa pantai lain. Untuk tarif parkir di Pantai Watu Kodok sebesar Rp. 3.000,- saja untuk kendaraan roda dua.
Pantai Watu Kodok cukup sepi, masih sedikit orang yang mampir ke sini, walaupun tetap ada pengunjung dan tentunya ada oknum pengunjung yang jahat datang kemari, membuang sampah plastik jajan adalah salah satu kejahatan yang nyata. Walaupun tak sebanyak di pantai-pantai lain, tetap saja yang namanya sampah plastik di alam terbuka adalah pemandangan yang kurang atau bahkan tidak baik !

Pantai Watu Kodok menawarkan pemandangan berupa karang yang cukup luas, kemudian ada tebing batu yang instagramable, yang pasti menjadi spot favorit ketika berkunjung ke Pantai Watu Kodok. Pantai Watu Kodok kurang cocok untuk berenang, karena air tidak terlalu dalam, ditambah banyaknya karang di sekitarnya, akan membahayaka diri ketika memaksa untuk berenang di sekitar pantai Watu Kodok, jadi di sini kita cukup bermain pasir putih yang lembut, hunting foto atau video, kemudian menikmati semilir angin laut dan cipratan ombak yang kadang tak sengaja tertelan ke mulut ( adegan ini lebih sering terjadi  ketika partner main ke pantai adalah orang yang usil, yang tiba-tiba nyiratin air ke muka ).
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Tebing batu nan instagramable

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Sedang bertanya "kapan ya bisa punya drone?"
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Detail tebing batu jika dilihat jarak dekat
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Bahan untuk bikin kerajinan tangan nih !

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Banyak ditemukan ijo-ijo di Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ekspresi ketika pengajuan resign kantor di acc

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ekspresi ketika tahun baruan di rumah saja

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
dalam hati bilang "mas, ke KUA yuk mas"

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Hamparan pasir luas di sepanjang Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Tumbuhan yang sering kita jumpai di sekitar pantai
Baca jugaCurug Sinoman Kalibening Nan Romantis

Oh iya, sebelumnya saya pernah nonton di Youtube, kalau di Pantai Watu Kodok ini sempat diadakan sebuah acara bertajuk "Festival Katok Abang", bertempat di Watu Kodok, Kelor Kidul, Kecamatan Tanjung Sari, Wonosari pada 25 Mei 2016, festival tersebut digelar dalam rangka memperingati satu tahun perjuangan warga. "Festival Kathok Abang merupakan acara yang dihelat warga di sekitar area pantai Watu Kodok, Kelor Kidul, Kecamatan Tanjung Sari, Wonosari pada 25 Mei 2016. Acara ini dihelat atas dasar inisiatif warga yang kemudian bekerjasama dengan beberapa komunitas, baik yang berada di kabupaten maupun kota. Pada hari tersebut warga memperingati satu tahun perjuangannya dalam mempertahankan lahan hidup di sekitar Pantai Watu Kodok, yang terancam rusak oleh rencana pembangunan area wisata berskala besar" tertulis di halaman Arsip IVAA, Digital Archive of Indonesian Contemporary Art ( link : Dokumentasi Festival Kathok Abang ), berikut videonya :

Selasa, 02 Januari 2018

Tahun Baru, Keluarga dan Kehangatan

SELAMATHARIAIR.COM - Tahun 2017 sudah terlewati dengan bebgai macam cerita yang melengkapi perjalanan saya, pun juga dengan kalian semua. Menjalani hari demi hari di tahun 2017 sepertinya begitu cepat, rasanya baru kemarin liat kembang api dari atap bangunan melihat perayaan pergantian tahun 2016 ke 2017, lah kok sekarang sudah ganti tahun saja, seperti terlena, menjadi sebuah introspeksi diri dengan pertanyaan "selama tahun 2017 saya ngapain aja ? ".
Pertanyaan ini cukup menjadi tanda bahaya, menjadi pengingat untuk tahun 2018 ini, semoga banyak yang bisa saya kerjakan di tahun 2018 ini, dan semoga juga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Eyang Putri dan Eyang Kakung
Soal perayaan pergantian tahun, kali ini saya memutuskan untuk melawan ego, melawan di sini dalam bentuk "tidak keluar nonton pesta kembang api / event perayaan pergantian tahun". Awalnya cukup ragu karena banyak sekali kegiatan yang mengin-mengini ,  seperti acara di Dieng ( Lampion, Kembang Api dan peluncuran tanggal DCF / Dieng Culture Festival ), kemudian ada acara di stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara, lalu temen manggung di Historia Cafe dan di area Hotel Surya Yudha, semuanya begitu menggiurkan ! namun semua itu adalah cobaan yang harus bisa di ikhlaskan untuk sengaja terlewatkan alias absen. 
Pop Corn untuk teman nge-teh

Teh hangat dan beberapa cemilan

Moment pergantian tahun sepertinya dimana-mana menjadi moment yang cukup istimewa, mulai dari nongkrong bareng komunitas, jalan bareng pacar, moment nembak cewek di riuhnya suara terompet dan kembang api, pokoknya lengkap lah semua keistimewaan versi masing-masing. Begitu pula dengan saya, sebuah moment istimewa adalah ketika setelah beberapa tahun baru dilalui baik dengan komunitas, dengan pacar atau dengan kegiatan / event, kali ini saya menikmati kehangatan bersama keluarga, ngumpul di tempat Eyang Kakung dan Eyang Putri lengkap bersama anak cucunya bahkan hingga buyut. Ini sebuah moment langka yang akhirnya bisa saya ciptakan bersama keluarga, dengan cara mengendalikan ego, walaupun awalnya ragu dan hampir tergiur untuk keluar rumah, namun semua itu bisa diredam.
Eyang kakung yang sudah sekitar 2 tahunan sakit dan tak bisa kemana-mana, kini hanya bisa tiduran di kamar, sesekali duduk di ruang keluarga pun harus dengan digendong terlebih dahulu. Di pergantian tahun 2017 ke 2018 menjadi moment yang begitu mesra, saking mesranya saya sedikit memaksa mereka untuk foto bersama. "Yang, eyang putri lenggah sebelah eyang kakung, tak foto nggih yang" kataku pada Eyang Putri yang akhirnya tak lama kemudian duduk disamping Eyang Kakung yang sudah duduk di sofa ruang keluarga. "Nyong njikotna kupluk, tak kuplukan men tambah gagah" kalimat tersebut muncul dari Eyang Kakung dengan nada setengah melucu, hingga akhirnya beberapa jepret ter-rekam. Oh sungguh kemesraan yang tak ternilai, menjadi imajinasi saya "gimana nanti kalau saya tua, semoga bisa seperti Eyang Kakung dan Eyang Putri" teriakku dalam hati.

Pasangan romantis

Sepertinya saya terlalu sibuk di luar, terlalu menikmati dunia luar rumah, hingga lupa bahwa kenyamanan, kehangatan dan kepedulian yang hakiki adalah dalam keluarga. Sejauh apapun saya pergi, sebanyak apapun teman di luar sana, yang sejatinya peduli dan selalu membantu adalah keluarga. Orang yang paling banyak berjasa adalah orang tua, yang mungkin kita tak menyadari akan hal itu. Terima kasih Gusti Allah sudah memberi kesempatan kami sekeluarga untuk tetap menikmati nikmat-Mu, nikmat kebersamaan. Terima kasih.