Header Ads

Pantai Watu Kodok Gunung Kidul Masih Sepi Pengunjung

SELAMATHARIAIR.COM - Pantai bagi sebagian orang menjadi pelarian ketika jenuh melanda, bisa jadi pantai adalah tempat paling pas menikmati sekaligus bersyukur atas kehebatan-Nya. Banyak yang menghabiskan waktu di pantai hanya untuk memandangi gulungan ombak dan langit biru, ada sebagian yang menjadikan pantai sebagai saksi kisah asmara, seolah sepasang kekasih ini sedang pamer kemesraan kepada laut dan langit bahwa sedang betapa bahagianya sepasang kekasih di hari itu.
Oke, saya ingin bercerita tentang keindahan pantai yang tak pernah membuat kami bosan, sudah berpuluh puluh pantai kami datangi, sepertinya tak kapok juga dengan yang namanya pasir, ombak, karang dan sesekali air asin itu tertelan. Kami berdua sering sekali pergi ke pantai, sepertinya pantai menjadi agenda pertama untuk jalan-jalan. Kali ini adalah 'Pantai Watu Kodok' yang kami datangi untuk sekedar merayakan istilah "Pertemuan" yang menjadi bagian dari kisah para pejuang Long Distance Relationship.
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
foto diambil di genangan, di sekitar pantai

Kamis, 04 Januari 2018 adalah hari dimana perjalanan menuju Pantai Watu Kodok Gunung Kidul ini kami langsungkan, seperti biasanya, perjalanan rencana pagi selalu molor karena harus mampir sarapan, mampir pom bensin dan selalu mampir yang namanya indomaret atau alfamart, selalu, entah hanya beli air mineral atau beli jajan, pokoknya hampir 95% mampir !
Cuaca sedang kurang bersahabat, di perjalanan kami terjebak hujan, walaupun sudah sempat menerjang dengan menggunakan mantol kresek nan sederhana, akhirnya kami menyerah, kami memilih berteduh di emperan toko yang sedang tutup saat itu. Sekitar 60 menit berteduh, hujan yang semula deras, akhirnya berganti menjadi rintik atau sering diebut gerimis, kami terjang hingga beberapa saat hujan akhirnya reda.
Lagi-lagi nyasar ketika menggunakan google map, bukan kesalahan map seperti kasus beberapa wisatawan nyasar di daerah wonosobo ketika hendak pergi ke wisata Sikunir dan Dieng, kali ini murni kesalahan si pembaca Map yang entah kenapa sudah beberapa kali kesalahan ini terjadi, sepertinya perlu belajar navigasi lebih banyak lagi lhooooo, sebut saja pelakunya Rachmawati Kurnia Sari, si pemilik domain kedhanakedhini.com yang sedang malas-malasan nulis.

Baca jugaTahun Baru, Polisi Repot Tolong Puluhan Turis Dieng yang Kesasar

Nyasarnya untung tidak terlalu jauh, nyasar masuk ke pantai Sepanjang yang lokasinya bersebelahan dengan pantai Watu Kodok. Kemudian saya ambil alih navigasi, lihat sebentar, masukin hp ke kantong, kemudian gas tipis-tipis dengan motor beber Revo yang saya juluki "Undil", tak lama kemudian tibalah kami berdua di pintu masuk Pantai Watu Kodok.

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Gapura menuju Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ini dia Rachmawati Kurnia Sari

Untuk masuk ke obyek wisata Pantai Watu Kodok, kita membayar sebesar Rp. 10.000,- per orang, yang bisa digunakan untuk beberapa obyek wisata / pantai lain di Gunung Kidul, diantaranya yaitu Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Pulangsawal, Pantai Poktunggal dan beberapa pantai lain. Untuk tarif parkir di Pantai Watu Kodok sebesar Rp. 3.000,- saja untuk kendaraan roda dua.

Pantai Watu Kodok cukup sepi, masih sedikit orang yang mampir ke sini, walaupun tetap ada pengunjung dan tentunya ada oknum pengunjung yang jahat datang kemari, membuang sampah plastik jajan adalah salah satu kejahatan yang nyata. Walaupun tak sebanyak di pantai-pantai lain, tetap saja yang namanya sampah plastik di alam terbuka adalah pemandangan yang kurang atau bahkan tidak baik !

Pantai Watu Kodok menawarkan pemandangan berupa karang yang cukup luas, kemudian ada tebing batu yang instagramable, yang pasti menjadi spot favorit ketika berkunjung ke Pantai Watu Kodok. Pantai Watu Kodok kurang cocok untuk berenang, karena air tidak terlalu dalam, ditambah banyaknya karang di sekitarnya, akan membahayaka diri ketika memaksa untuk berenang di sekitar pantai Watu Kodok, jadi di sini kita cukup bermain pasir putih yang lembut, hunting foto atau video, kemudian menikmati semilir angin laut dan cipratan ombak yang kadang tak sengaja tertelan ke mulut ( adegan ini lebih sering terjadi  ketika partner main ke pantai adalah orang yang usil, yang tiba-tiba nyiratin air ke muka ).
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Tebing batu nan instagramable

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Sedang bertanya "kapan ya bisa punya drone?"
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Detail tebing batu jika dilihat jarak dekat
www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Bahan untuk bikin kerajinan tangan nih !


www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Banyak ditemukan ijo-ijo di Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ekspresi ketika pengajuan resign kantor di acc

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Ekspresi ketika tahun baruan di rumah saja

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
dalam hati bilang "mas, ke KUA yuk mas"

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Hamparan pasir luas di sepanjang Pantai Watu Kodok

www.selamathariair.com - Pantai Watu Kodok Gunung Kidul
Tumbuhan yang sering kita jumpai di sekitar pantai
Baca jugaCurug Sinoman Kalibening Nan Romantis

Oh iya, sebelumnya saya pernah nonton di Youtube, kalau di Pantai Watu Kodok ini sempat diadakan sebuah acara bertajuk "Festival Katok Abang", bertempat di Watu Kodok, Kelor Kidul, Kecamatan Tanjung Sari, Wonosari pada 25 Mei 2016, festival tersebut digelar dalam rangka memperingati satu tahun perjuangan warga. "Festival Kathok Abang merupakan acara yang dihelat warga di sekitar area pantai Watu Kodok, Kelor Kidul, Kecamatan Tanjung Sari, Wonosari pada 25 Mei 2016. Acara ini dihelat atas dasar inisiatif warga yang kemudian bekerjasama dengan beberapa komunitas, baik yang berada di kabupaten maupun kota. Pada hari tersebut warga memperingati satu tahun perjuangannya dalam mempertahankan lahan hidup di sekitar Pantai Watu Kodok, yang terancam rusak oleh rencana pembangunan area wisata berskala besar" tertulis di halaman Arsip IVAA, Digital Archive of Indonesian Contemporary Art ( link : Dokumentasi Festival Kathok Abang ), berikut videonya :


Tidak ada komentar

Silakan tulis tanggapan kalian tentang tulisan yang ada di selamathariair.com ini, terima kasih sudah berkunjung ya

Diberdayakan oleh Blogger.