Rabu, 21 Februari 2018

Sial! Kenapa Baru Denger Wake Up Iris!

SELAMATHARIAIR.COM - Awal cerita dimulai dari saya sedang di kampung halaman, Banjarnegara. Dimulai dari saya siap bergegas meluncur ke kontrakan Jogja kemudian mampir ke salah satu tempat recording di Banjarnegara untuk COD-an CD Album band Banjarnegara yang belum lama ini rilis, namanya ARVAROCK. Oke, cerita perjalanan ke Jogja tak perlu saya tuliskan, langsung saja skip, langsung  ke acara Folk Tunggang Gunung #9 yang bertempat di Gg. Ramawijaya, Sembungan RT 3 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, nama ruang yang dijadikan acara ini adalah "Ruang Gulma". Sudah beberapa kali lihat ada acara di Ruang Gulma, namun ini baru pertama kali saya menginjakkan kaki ke Ruang Gulma, tanpa tersesat karena kini Google Maps semakin ciamik untuk memberi petunjuk arah.

Pertama kali buka map, cari Ruang Gulma, akhirnya ketemu, sambil buka sambil ngomong "lah di daerah kasongan to ? lah ini ya ga terlalu jauh dari  Froghouse tempat mas Malve dan Mas Ipin" ungkapku pada Gagah yang berangkat bareng ke Ruang Gulma untuk liat Folk Tunggang Gunung #9 , lebih tepatnya Gagah ini pengin dateng buat support Mba Ara Mutiara dari Gazebu UMP, tempat dia berproses dulu ketika di Purwokerto.

Gas meluncur ke Ruang Gulma, akhirnya sampai dan disuguhkan dengan suasana pedesaan yang masih sejuk dan nyaman. Pas sampai kok ya pas banget Mba Ara sedang perform, masih bisa nonton sekitar 2 track sebelum akhirnya usai penampilannya.  

Mba Ara sedang berdendang na na na na na na na na.......
Ketika di acara musik seperti ini, di ruang-ruang kreatif, di artspace yang jauh dari hingar bingar barikada, sound ribuan watt dan minimalist atau tak terlalu crowded, ini adalah kesempatan untuk bisa benar-benar menikmati musik dan menikmati lingkungan sekitar, itu versi-ku pribadi sih, ga usah dijadiin patokan atau sampai dijadiin quote / caption yak.

Ketika Wake Up Iris! sedang prepare buat show di gelaran ini, saya mlipir ke warung buat beli air mineral, maklum anak cupu yang tidak tertarik dengan minuman beralkohol jadi ya mlipir nyari air mineral sendiri biar tetep enjoy.

Gang sebelah warung, suasana di sini adem banget
Balik ke Ruang Gulma lagi pas Wake Up Iris! sudah mulai genjrang genjreng, ini adalah pertama kali saya mendengar musik dan nonton mereka. "Wake Up Iris! enak iki lho mas, mung wong loro tapi bisa enak banget" ungkap Gagah berbisik lirih ditengah kerumunan penonton berbaju hitam. Satu hal yang entah ini hanya terjadi di skema musik independent atau dimanapun ya, tiap acara musik / seni kok hampir 90% penonton menggunakan kaos / jaket hitam ( 90% itu bukan dari hasil riset, cuma perkiraanku saja, jangan jadi sumber yak, apalagi masuk daftar pustaka skripsi-mu, jangan ! ).

Pertama kali denger Wake Up Iris! langsung jatuh cinta dengan musik dan aksi panggungnya, mengamati dan menikmati dari awal hingga akhir sembari masih tetap kagum dengan event-event kolektif di Jogja, selalu dalam hati bertanya "kalau di buat di Banjarnegara gimana ya ? seru kayaknya lhoooo".

Wake Up Iris! on duty
Di beberapa part musiknya Wake Up Iris! saya membayangkan video klip Sigur Ros "Ekki múkk" yang belum lama ini saya pelajari gegara mau proses bikin video klip "Meadow of Heaven" Gardenia ( band Banjarnegara ). Nah pas lagi bayangin musiknya Sigur Ros, eh salah satu dari kerumunan pun ada yang nyletuk "wih Sigur Ros!", loh loh loh, jebul ndak cuma saya yang bayangin di salah satu track yang dibawakan Wake Up Iris! nuansanya mirip banget Sigur Ros, kok ya pas ya ?

Wake Up Iris! hampir orgasme dengan musiknya ! menjelang akhir penampilan mereka
Oke Fix ! kali ini saya jatuh cinta dengan Wake Up Iris! 
Setelah nonton dan merasa puas dengan musik yang mereka bawakan, siap-siap incar CD Albumnya, menjelang break acara saya sudah gelisah pengin beli CD-nya tapi tunggu dulu, tunggu Wake Up Iris! selesai dulu, kesempatan nonton live mereka bisa dibilang jarang lhooooo, karena mereka dari Malang, jadi mungkin agak jarang ke Jogja.

Finnaly ! CD Album AUREOLE karya Wake Up Iris! terbeli sudah, ah sial ! jajan sembarangan lagi padahal dari kontrakan sudah prepare walkman mau beli kaset pita di Pasar Niten, penginnya belanja kaset pita dulu yang agak low budget, tapi racun-nya Wake Up Iris! lebih manjur bikin saya keracunan untuk beli beli dan beli ! 

Pas liat rilisan fisik seolah dengar kakek tua berbisik :

Di masa kau terlahir, orang-orang dengan hidup sempurna tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi, bercahaya dan bersuara, menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara yang pada akhirnya tersimpulkan, beli beli beli beli beli dan beli.
Jika tidak mampu mengikutinya, maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina.
Kau terlahir, di masa maha, beli. *Pinjem lirik-nya Mas Farid ( FSTVLST ).

BELI ! BELI ! BELI !!!


Isi Album AUREOLE - Wake Up Iris!

Salah satu yang menyenangkan ketika koleksi rilisan fisik adalah mengamati dan punya banyak referensi seputar packaging, masing-masing band punya karakter packaging yang menurut saya bisa dibilang menjadi tolak ukur keseriusan mereka dalam mendistribusikan karya. Pendistribusian tersebut merepresentasikan pemikiran band / solois tersebut.

Yang menarik dari Album AUREOLE milik Wake Up Iris! ini adalah teks lirik lagu tidak tertulis dalam kertas yang dilampirkan di dalamnya, lirik dari tiap lagu-nya bisa dicek di official website mereka wakeupiris.com dengan cara kita scan barcode yang sudah dikemas menjadi sticker kecil. Ini sungguh memanfaatkan teknologi dalam pengkaryaan, nice !








Menarik sekali ketika pembeli / pendengar / pemilik album ini bisa ada interaksi dengan cara sederhana, scan barcode ! sungguh interaktif dan inspiratif, seperti pernah saya alami ketika nonton pameran ( lupa kapan dan event apa ) untuk bisa lihat map harus scan barcode dulu, interaktif !!!

Cukup sekian tulisan sederhana saya, semoga jumpa lagi di hari baik lainnya dengan Wake Up Iris! para pegiat musik dimanapun berada, semoga tetap guyub rukun dan tetap menyebarkan semangat baik ! Selamat menjalankan ibadah tour untuk Wake Up Iris! Semoga diberi kemudahan, diberi banyak cerita untuk diolah & dikemas menjadi album selanjutnya.

flayer yang mengantarku mendengarkan Wake Up Iris!-


Jumat, 16 Februari 2018

Sedang ada (kampanye) apa di Banjarnegara ?

SELAMATHARIAIR.COM - Banjarnegara, selalu saja dikenal di khalayak ramai dengan bencana alam, itu yang saya rasakan setiap kali ketemu orang baru di luar kota, bagi temen-temen yang sering ke luar kota pasti pernah mengalaminya. Sekitar tahun 2011 masuk kota Jogja, saya sendiri hingga sekarang masih sering mengalami hal tersebut. Kenalan dengan orang baru, nyebutin asal Banjarnegara, respon mereka adalah "Oh Banjarnegara yang kemarin longsor besar itu ya?" atau respon lain adalah "Banjarnegara mana ya ?" nah respon kedua ini biasanya saya balik dengan pertanyaan "kamu tahu Dieng atau pernah ke Dieng ?" nah itu sebagian wilayahnya masuk Banjarnegara.  

Sedikit kegelisahan tersebut akhirnya dialami beberapa teman lain, kemudian beberapa hari lalu dapet kabar kalau di Kabupaten Banjarnegara sudah ada Genmile, semacam GenPI yang di sini semoga berperan aktif mengabarkan bahwa Banjarnegara itu benar-benar "ADA" dan Banjarnegara bisa dikenal lewat hal-hal positif seperti prestasi Crish John, pelantun balada Ebiet G. Ade, animator dari SMK N 2 Bawang yang bisa tembus ke channel CGBross, dan masih banyak lainnya info tentang Banjarnegara yang belum sempat terpublish.

Baca Juga :
Nah dengan judul "Sedang ada apa di Banjarnegara" dalam tulisan saya ini, ada sebuah acara di Banjarnegara bertajuk "Banjarnegara Youth Creativity Center" yaitu sebuah gelaran pameran UMKM, pameran komunitas, lomba blog, loba fotografi dan lain sebagainya. Gelaran ini berlangsung mulai 14 Februari 2018 hingga 17 Februari 2018. 

2 kali saya berkunjung ke acara Wing Craft tersebut, tak banyak mengambil stock gambar karena saking menikmatinya jalan dari stand satu ke stand lain, menyambangi beberapa kawan yang juga ikut buka lapak di gelaran Wing Craft ini.

kuliner Banjarnegara, lokasi gelaran Wing Craft Expo


situasi di dalam Kuliner Banjarnegara saat Wing Craft Expo berlangsung

Oke, di tulisan kali ini saya tidak berharap banyak menang, karena lihat beberapa tulisan di blog lain, tulisan mereka apik, enak dibaca dan konten'nya lengkap. Akhirnya niatan awal yang penuh semangat menggebu "semoga bisa dapet nomer" akhirnya kandas. Kembali menulis seperti biasa, menulis dengan sudut pandang pribadi saya.

Beberapa hal yang mungkin tak ditemui temen-temen di acara Wing Craft

Dalam gelaran Wing Crat tersebut, mungkin pendatang akan kagum, wah Banjarnegara ramai banget umkm, ramai komunitas dan ramai produk kreatif anak mudanya. Oke baik, sekarang dalam tulisan ini menurut ke-sok-tahu-an saya, masih ada beberapa yang tak masuk dalam gelaran Wing Craft ini, contohnya :

Godong Gedang : yaitu sebuah forum, sebuah wadah yang aktif memutar film-film pendek, bisa dibilang ini adalah bioskop alternatif. Eksistensi dan konsistensinya cukup terjaga, terbukti dengan beberapa gelaran seperti sore menonton yang secara terus menerus digelar. Info tentang Godong Gedang silakan meluncur langsung ke halaman Godonggedang.org .

BDS ( Banjarnegara Drummer Society ) : yaitu wadah untuk para penyuka alat musik drum, eksistensi dan konsistensi mereka pun tak diragukan lagi, tiap tahun mereka menggelar acara bertajuk #Drumuburit , kalau tidak salah sudah berjalan yang ke 6 kainya. Info tentang BDS silakan meluncur ke akun instagram mereka @bnadrumsociety .

BRF ( Banjarnegara Reggae Family ) : yaitu wadah untuk para penikmat musik Reggae di Banjarnegara, BRF sudah berdiri sejak tahun 2009, agenda rutin yang digelar adalah konser musik bertajuk "Banjarnegara Get Up" yang sudah terlaksana hingga 7 kali. Info tentang BRF silakan meluncur ke Blog BRF .

Lantai Dasar : yaitu sebuah wadah beberapa pelaku kegiatan seni rupa yang tergolong unik, mereka tak mau disebut komunitas, mereka juga tak ingin tampak menonjol, lebih banyak menempuh jalur underground kemudian menggelar acara kecil-kecilan secara kolektif yang di dalamnya sering ada diskusi. Info tentang Lantai Dasar silakan meluncur ke akun instagram @LantaiDasar_ .

SIP ( Sekolah Inspirasi Pedalaman ) : yaitu sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, mereka sering terjun ke beberapa sekolah yang bisa dibilang masih dalam katergori "pedalaman" di Banjarnegara. Kegiatan menginspirasi anak-anak, belajar bersama mereka sering dilakukan dengan waktu yang tidak menentu. Info tentang SIP silakan meluncur ke akun instagram @SIPBanjarnegara 

Baca juga :



Beberapa yang saya tuliskan itu masih hanya sebagian dari banyaknya forum, komunitas dan pegiat sosial di Banjarnegara yang belum terpublish, belum banyak dikenal orang baik di luar Banjarnegara bahkan di Banjarnegara sendiri. Semoga di tulisan-tulisan lain, saya bisa menuliskan lebih banyak lagi tentang apa yang ada di Banjarnegara, aamiin. Terima kasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan-tulisan selanjutnya.

*Artikel ini awalnya diikutsertakan pada Blog Competition Wing Craft Expo yang diselenggarakan oleh Indagkop Banjarnegara bekerja sama dengan GenMile Banjarnegara . Namun setelah saya lihat satu foto yang menurut saya agak janggal, akhirnya saya update lagi tulisan ini, saya beri tambahan beberapa tulisan.

salah satu produk kerajinan di Wing Craft Expo


Kuliner Banjarnegara


Tambahan Tulisan !!!


Niat awal submit blog ke blog competition ini karena diajak Bu Idah ( idahceris.com ) buat meramaikan acara blog competition. Dari awal memang sudah kurang tertarik dengan acara Wing Craft ini, bukan bermaksud menjelek-jelek-an atau tidak support dengan pergerakan yang ada di Banjarnegara. Secara pribadi saya mendukung penuh setiap kegiatan di Banjarnegara terutama yang melibatkan anak muda, namun dengan catatan : Tidak Ada Kepentingan Politik !!! 

Nah setelah blog competition telah usai dan sudah ada pemenang nomor satu hingga tiga, kini saya menambah beberapa tulisan, tulisan bentuk kekecewaan saya. Sebelumnya, kenapa saya tetap menulis dan submit blog competition ini adalah karena tidak enak sudah meng-iya-kan ikut, kemudian yang ke dua karena sudah submit data peserta sebelum acara Wing Craft Expo dimulai, jadi semacam pertanggungjawaban saya sudah submit ya harus ikut nulis dan submit link artikel.

Setelah itu kekecewaan muncul ketika hari ke dua dateng ke gelaran ini, saya baru sadar bahwa di banner depan (photo booth) ada gambar ini.



ini spot di dekat pintu masuk acara Wing Craft Expo

Dalam benak saya bertanya "Siapakah Djeng Lasmi? kok bisa fotonya majang di sini". Nah hampir sekitar 5 hari saya menahan diri untuk menganggap ini biasa saja dan bukan masalah. Tapi kemudian menghantui saya dengan adanya akun instagram @lasmiindaryani yang gentayangan di timeline.



acara kemarin berarti disisipi muatan politik ?

Oh sial ! ternyata acara kemarin ada muatan politik ! saya pribadi merasa ini adalah acara yang secara tidak langsung merasa dibohongi. Lah katanya acara pameran UMKM, pameran kreativitas anak muda kok disisipi kampanya !!!

Saya sekedar mengingatkan ke temen-temen, terutama pemuda-pemudi Banjarnegara untuk lebih peka dengan hal-hal seperti ini, memang saya akui Banjarnegara haus akan hiburan, haus akan acara, tapi semoga temen-temen tidak mudah tergiur dengan tawaran acara yang nantinya disisipi muatan politik, muatan kampanye. Terima kasih ! Salam Juang !-

Minggu, 11 Februari 2018

GenMile Banjarnegara, GenPI nya Banjarnegara

SELAMATHARIAIR.COM - Beberapa hari kemarin contact-contac'an via whatsapp dengan Bu Idah ( pemilik idahceris.com ), ngobrolin soal blog competition yang akan diadakan di pertengahan bulan Februari 2018 ini. Nah tak lama dari obrolan tersebut, muncul flayer yang di situ terdapat informasi bahwa info tentang blog competition tersebut ada di halaman http://www.genmilebanjarnegara.com . Tanpa basa basi langsung saja berselancar ke halaman tersebut, akhirnya submit untuk ikutan lomba, lalu kepoin beberapa sosial media mereka yaitu di instagram dan twitter @GenMileBNR .


Apa itu GenMile Banjarnegara ? 

Menurut ke-sok-tahu-an saya, GenMile Banjarnegara ini hampir seperti GenPI yang hampir di kota-kota besar ada, misal GenPi Semarang, GenPi Jogja, GenPI Jateng dan GenPi-GenPi lainnya. GenMile kalau boleh saya tebak, itu adalah singkatan dari Generasi Milenial, atau istilah yang sedang naik daun adalah Generasi Zaman Now !

logo GenMile Banjarnegara

Nah kalau GenPI sendiri itu apa ?

GenPI singkatan dari Generasi Pesona Indonesia, mereka adalah para pengguna sosial media yang menyebarkan secara daring / online "Pesona Indonesia" yang biasanya di sini konten yang disajikan adalah tentang pariwisata dan kebudayaan. 

Semoga dengan adanya GenMile Banjarnegara ini, berita-berita atau informasi seputar Banjarnegara lebih mudah di akses oleh orang-orang di luar sana, semoga semakin banyak yang "kenal" Banjarnegara bukan lewat bencana tanah longsor atau angin puting beliung saja, namun semoga bisa dikenal dengan potensi pariwisata, kerajinan, kesenian dan ragam budaya-nya.

Lalu siapa saja yang ada di GenMile Banjarnegara ?


Sementara ini saya pribadi belum tahu, siapa saja dibalik akun @GenMileBNR dan laman genmilebanjarnegara.com , yang saya tahu ya Bu Idah salah satunya. Nah untuk temen-temen yang penasaran dengan GenMile Banjarnegara silakan langsung contact via instagram atau twitter saja, pastinya mereka akan merespon niat baik kalian kok. Oh iya, ikutan blog competition-nya jangan lupa ya. Periode lomba tanggal 14-16 Februari 2018 dan batas akhir submit artikel tanggal 16 Februari 2018 pukul 21.00 WIB. Jangan sampai terlewat !!!


Video Klip "Meadow of Heaven" Gardenia Music

SELAMATHARIAIR.COM - Setelah beberapa waktu lalu posting tentang proses dibalik pembuatan video milik band Banjarnegara bernama Gardenia, akhirnya kini video klip tersebut sudah bisa dinikmati khalayak ramai melalui kanal youtube Gardenia. 
Gardenia
Raphael, bintang video klip Meadow of Heaven

Sebelum nonton video klip lagu "Meadow of Heaven" milik Gardenia, mungkin alangkah baiknya saya tuliskan tentang Gardenia di sini :

Gardenia adalah proyek musik yang digawangi oleh dua orang yaitu Susmia pada vokal, yang mana hampir semua lirik dirinyalah yang menuliskannya, kemudian orang kedua adalah Adit dengan gitarnya yang berperan untuk membuat aransemen musik untuk proyek musik yang berangkat dari keisengan semata hingga akhirnya dikembangkan menuju level yang lebih tinggi yaitu 'serius'. Gardenia adalah transformasi dari CAPPSS, yaitu duo akustik yang mengawali proses dengan menelurkan satu karya berjudul Meadow of Heaven, menjadi titik awal bertemunya Adit dan Susmia yang akhirnya pada tahun 2017 ada banyak perubahan dari konsep yang awalnya duo menjadi band, dengan masuknya Nopen di posisi drum dan Ochis sebagai keyboardist.

Pertanyaan klise yang sering kami dapat adalah "apa filosofi dibalik nama Gardenia" ? kemudian kami coba jelaskan perlahan, yaitu berawal dari kegemaran Susmia dengan musik Black Metal, dia penggila Gothic-doom dan stoner metal, ketika itu ada band dari Amerika bernama Kyuss yang salah satu lagu favoritnya berjudul Gardenia, hingga akhirnya judul lagu tersebut sepakat digunakan untuk proyek bermusik kami, Gardenia. Selain itu, gardenia adalah nama bunga yang di tempat kami dikenal dengan nama 'Kaca Piring', kini sudah cukup jarang ditemui, sehingga berharap kami tumbuh dan berproses dengan unik dan bisa dibilang langka, seperti bunga Kaca Piring tersebut
  
Penulisan lirik untuk Gardenia ini banyak bercerita tentang kebosanan, kesendirian, pencarian, perenungan bahkan kebosanan atas tatanan hidup manusia sekarang. Penulisan lirik untuk Gardenia adalah bagian dari pelarian Susmia akan kegelisahan yang menghantui dirinya, kemudian didiskusian bersama Adit yang menerjemahkan kegelisahan tersebut lewat aransemen musiknya.

Proyek musik yang cukup nyleneh dan cukup sulit menemukan sound engineeer yang bisa mengerti konsep musik kami, terutama untuk kelas lokal di kampung halaman kami, Banjarnegara. Kami sering menganggap kami aneh, bahkan tak hanya kami, beberapa teman juga meng-iya-kan pandangan tersebut kepada proyek musik Gardenia ini.

Tahun 2014 sudah tercipta 5 track yang kami persiapkan untuk rencana penggarapan mini album :

1. Meadow of Heaven
2. Lovers From The Parallel World
3. Nowhere To Be Found
4. Don't Go Morning Rain
5. Let Me Draw You Tonight

yang kemudian ditambah satu track berjudul "Somewhere Among The Sea of Stars" di tahun 2015 yang dimaksudkan untuk melengkapi syarat terbentuknya mini album yang kami dambakan. Hingga saat ini, materi tersebut kami olah terus menerus untuk kami kemas menjadi sebuah mini album yang harapannya di tahun 2018 ini bisa rilis. 

Kendalanya masih di proses recording, mixing hingga mastering, kami masih belum puas dengan beberapa hasil yang sudah sempat direkam hingga di mixing, semoga segera kami mendapat jawaban atas semua ini. Semoga Semesta Mendukung dan meng aamiin-i .
Gardenia Band


Oke setelah sedikit kenal dengan Gardenia, silakan bisa simak video klip mereka di sini :


Video klip ini saya kerjakan bersama Gardenia, di sini saya berperan sebagai pengambil gambar dan juga sekaligus sebagai editor. Menjadi sebuah tantngan tersendiri untuk membuat video klip Meadow of Heaven ini. Selain waktu pengambilan gambar yang begitu singkat dan sedikit harus berkejaran dengan waktu dan cuaca ( hujan ). 

Tak hanya itu, proses pembuatan video klip ini juga hanya bermodal alat sederhana, hanya dengan kamera DSLR Canon 550D dan lensa 18-200mm yang akhirnya cukup berat dan harus dimaksimalkan di proses editing. Sebuah tantangan yang begitu menarik, sangat berkesan dan tentunya saya pribadi masih dalam kategori "belum puas" dengan hasil yang diperoleh. Setidaknya dengan keterbatasan ini membuat saya belajar dan terus berproses untuk tidak berhenti pada titik ini saja.

Terima kasih untuk Gardenia ( Mba Icus, Mas Adit, Mas Nopen, Mas Ochis ) dan beberapa kawan yang ikut dalam proses pembuatan video ini ( Udje, Tutung, Nata, Dedo, Pak Ade Baravape/Baracoffee ).

Contact

@Way2themes

Follow Me