banner image

Komunitas Drummer Banjarnegara Sudah 1 Dekade, Salut Untuk Kalian

Selamat Hari Air - Tulisan kali ini saya akan menulis cerita saya berkunjung ke acara 1 dekade Komunitas Drummer Banjarnegara yaitu BDS (Banjarnegara Drum Society). Acara yang digelar pada hari Jum'at, 28 Januari 2022 ini menjadi acara pertama yang saya kunjungi di tahun 2022. Di tahun 2020 dan 2021 sangat jarang acara karena ada nya pandemi, semoga 2022 ini menjadi awal kebangkitan kegiatan komunitas dan konser musik baik di Banjarnegara maupun di tempat-tempat lain.

Liputan acara seperti ini biasanya saya tulis di blog indiegigsmedia.com, namun karena domain indiegigsmedia.com telat perpanjang dan sudah dibeli orang, akhirnya mencoba aktif menulis kembali di blog pribadi selamathariair.com ini. Liputan acara dengan tulisan yang lebih santai dan renyah karena tidak terbebani tanggungjawab apapun.

Event 1 Dekade Banjarnegara Drum Society
sumber foto: postingan akun IG @bnadrumsociety



Komunitas Drummer Banjarnegara

Sebelum ke liputan acara 1 dekade komunitas drummer Banjarnegara ini, sedikit cerita tentang bagaimana komunitas ini dari sudut pandang saya. Oke, pertama tau komunitas ini tentu karena adanya gelaran DRUMUBURIT. Apa itu Drumuburit? Drumuburit adalah salah satu agenda rutin BDS, yaitu acara ngabuburit di bulan puasa ramadhan. Acara tersebutlah yang membuatku mengenal mereka, mengenal beberapa teman drummer yang aktif di BDS.

Agenda teman-teman BDS tak hanya Drumuburit saja, ada agenda lain seperti Drum Clinic, Saturdrumnigh, dan lain sebagainya. Hanya saja yang mungkin paling dikenal dan paling ditunggu oleh teman-teman di Banjarnegara adalah agenda DRUMUBURIT. Karena di gelaran Drumuburit biasanya sangat ramai dan momen dimana muda-mudi Banjarnegara sedang banyak yang pulang ke Banjarnegara. Pulang? maksudnya gimana? kok pakai acara pulang segala?

Ya, banyak muda mudi Banjarnegara yang merantau ke kota lain seperti Purwokerto, Jogja, Semarang, Jakarta dan kota-kota lain. Entah mereka menuntut ilmu di luar kota atau juga mencari rejeki (kerja), jadi bulan puasa adalah waktu yang tak jarang dijadikan waktu untuk pulang ke kampung halaman, Banjarnegara.


1 Dekade Banjarnegara Drum Society

Mendirikan komunitas atau organisasi tentu bisa dibilang mudah untuk muda-mudi di Banjarnegara. Yang cukup sulit adalah menjaga eksistensi dan konsistensi nya, karena tak jarang terdengar komunitas yang hanya bertahan 1-3 tahun saja, setelah itu tak ada kabar bahkan tak jarang yang sudah membuat sedemikian akun official dan tenggelam, tak ada kegiatan, sampai-sampai lupa password, hehehe..

Tapi hal tersebut tidak dengan komunitas drummer Banjarnegara, komunitas ini menunjukan eksistensi dan konsistensinya sudah 10 tahun. Ini bukan waktu yang singkat, sepuluh tahun tentu bisa dibilang cukup dewasa untuk sebuah komunitas di Banjarnegara. Jadi, saya angkat topi untuk mereka dan mengucap "selamat" untuk 10 tahun yang sudah dijalani. Dan semoga bisa terus menjaga nyala api semangat agar bisa melewati tahun ke sebelas, dua belas, puluhan tahun, bahkan ratusan tahun (semoga).

Malam itu, Jum'at 28 Januari sekitar pukul 19.45 saya tiba di Historia Cafe, Surya Yudha Banjarnegara. Yang pertama saya tuju adalah seorang drummer yang sering saya ledek sebagai "session player" karena beberapa kali membuat band, akhirnya bubar, siapa lagi kalau bukan Radif.


Penampil Acara 1 Dekade Banjarnegara Drum Society

Ada sepuluh penampilan di gelaran 1 dekade BDS, line up nya adalah sebagai berikut:

  • Eko - Herfa
  • Adit
  • Nurvilio Brothers
  • Deka
  • Dandi - Adhon
  • Aby
  • Tama - Tumi
  • Radif
  • Alfin
  • Batin

Dari ke sepuluh penampilan tersebut, saya melewatkan 2 penampilan yaitu penampilan Mas Eko & Mas Herfa, dan juga penampilan Mas Adit. Saat saya datang duo MC yaitu Mas Eko Pumo dan Hana sedang berbincang untuk penampilan Nurvilio Brothers. Jadi penampilan Nurvilio Brothers adalah penampilan pertama yang saya lihat, hingga penampilan terakhir Jamming All Drummer.

Selain penampilan live main drum oleh nama-nama yang ada di atas, ada juga acara potong kue sebagai simbol ceremony 1 dekade Banjarnegara Drum Society. Mas Batin sebagai salah satu yang dituakan di komunitas ini memberi sedikit ucapan sebelum tiup lilin dan kue dipotong. Oh iya, selain pemotongan kue, ada juga sesi pemutaran video dokumentasi perjalanan BDS. Di sesi ini agak sedikit haru, karena ada footage seorang kawan bernama Rival Oktora.

Mengapa terharu? ya, sosok Rival Oktora yang sudah pulang ke tempat Nya, cukup dekat dan cukup banyak memory yang terekam bersama. Mulai dari event manggung nya Differ Output yang saya sering ikut hadir, tentang kebersamaan kami ketika di Jogja, hingga proses rekaman proyek Sajak Tikam yang kebetulan Rival Oktora ini sebagai drummer di proyek musik Sajak Tikam yang kami buat bersama (Boby, Agil, Rival, dan Saya). Saya pernah menulis artikel tentang Sajak Tikam, barangkali berkenan silakan cek artikel: Sajak Tikam Sarkas Bukan Sih?

Anaptiksis Folklor - Sajak Tikam


Selain sosok Rival, sosok mas Malve juga membuat haru suasana malam itu, mas Malve yang biasa jadi tempat ngobrol soal rilisan fisik dan beberapa kali membuat kegiatan bareng di Frogstay pun begitu menyimpan banyak memory. Sering kali masak-masak di Frogstay, ngopi bareng, bikin video bareng, hingga bikin satu konser bertajuk "Konser Ember Bulan Desember" di tahun 2019 lalu, sungguh begitu membuat kangen. Semoga almarhum Rival Oktora dan almarhum Mas Malve tenang di sana ya, semoga diberi tempat terbaik di sisi-Nya.

The Ocean - Tutung & Malve

 

Kontaminasi - Tutung & Malve


Konser Ember Bulan Desember


Terima kasih BDS dan kawan-kawan semua

Terima kasih untuk BDS (Banjarnegara Drum Society) yang sudah membuat acara 1 dekade kalian. Terima kasih untuk sambutan hangat kalian saat saya berkunjung ke hajatan kalian. Terima kasih kawan-kawan lain yang juga bertegur sapa di acara tersebut. Tak lupa juga untuk ngobrol agak panjang nya salah satu eks drummer Lodse, Mas Herfa atau yang kerap dipanggil Mas Liur. Tak sadar ternyata hampir satu jam kami berdua ngobrol soal musik di Banjarnegara dan cerita bagaimana perjalanan musik di Purwokerto saat itu. Mulai dari Lodse, One Step Byon, Simmer Down, Hyndia, Counter Rasta, BRF, hingga obrolan gimana bikin acara di Historia Cafe, dan banyak lainnya, terima kasih.


Baca Juga: Konser Ember Bulan Desember Mas Bagus Dwi Danto (Sisir Tanah)


Dokumentasi 1 Dekade Banjarnegara Drum Society

Berikut ini sedikit dokumentasi saat kehadiran saya ke acara 1 dekade Banjarnegara Drum Society. Dokumentasi yang sederhana, diambil menggunakan ponsel ini semoga bisa melengkapi tulisan ini.

Penampilan Tama & Tumi

Tama dan Tumi Banjarnegara Drum Society
penampilan duo @tamanugra & @witraprima


Penampilan Radif

Radif Banjarnegara Drum Society
penampilan juragan RD Music Studio @m.radifalkaf

Penampilan Alfin

Alfin Banjarnegara Drum Society
penampilan @alfinsatriani

Jamming Session Komunitas Drummer Banjarnegara

jamming session komunitas drummer banjarnegara
jamming all drummer @bnadrumsociety

Acara Potong Kue

1 dekade komunitas drummer banjarnegara
Mas Batin Salasa merapal mantra sebelum potong kue

Penampilan Batin

batin salasa Banjarnegara Drum Society
penampilan @batinsalasa


Sesi Foto Bareng

foto bareng di acara 1 dekade Banjarnegara Drum Society
foto bareng @bnadrumsociety

Penutup

Terima kasih sudah membaca hingga selesai postingan saya kali ini, jika berkenan jangan lupa ikuti beberapa akun sosial media saya berikut ini:

Facebook: Selamat Hari Air & Ian Alam Sukarso

Instagram: @selamathariair & @ianalamsukarso

Twitter: @selamathariair & @ianalamsukarso

Blog: Kedhana Kedhini Coffee

Baca Juga

Komunitas Drummer Banjarnegara Sudah 1 Dekade, Salut Untuk Kalian Komunitas Drummer Banjarnegara Sudah 1 Dekade, Salut Untuk Kalian

Tidak ada komentar:

Silakan tulis tanggapan kalian tentang tulisan yang ada di selamathariair.com ini, terima kasih sudah berkunjung ya

Diberdayakan oleh Blogger.